MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
88


__ADS_3

"Kenapa disini kan acara nya didalam?" Thaya telah menemukan daren yang berada di balkon hotel itu,disana hanya ada mereka berdua saja karna semua orang menikmati acara itu.


"Kamu telah selesai dansa dengan arsen?" Tanya daren lembut menutupi kegundahan hatinya.


"Hm... Buktinya thaya disini." Jawab thaya memberikan senyuman manisnya yang menampakkan gingsul dan lesung pipinya,daren baru kali ini melihat dengan jelas itu semua,dia pun berdiri didepan thaya sambil meletakkan tangan kanannya ke depan gadis itu.


"Mau berdansa bersama?" Tanyanya sambil memberikan tangannya ke thaya,dia sudah tak perduli jika harus ditolak thaya lagi.


"Dengan senang hati." Jawab thaya masih tersenyum dan meraih tangan daren,mereka pun kini berdansa disana tanpa ada musik hanya perasaan mereka saja yang terus bergerak seperti gerakan mereka diiringi musin nan indah.


Daren menatap dalam kearah mata thaya yang kini berada didepannya sambil melingkar kan tangannya keleher daren dan tangan daren memeluk erat pinggang gadis itu seakan tidak akan membiarkan nya pergi dari sisinya.


"Apa besok ada waktu?" Tanya daren masih sambil menggerakkan tubuh mereka.


"Untuk apa?"


"Kakak ingi mengajakmu bertemu keluarga kakak." Ucapnya membuat thaya sedikit terkejut.


"Sebagai adik atau teman?" Goda thaya mengerling nakal ke daren,daren yang gemas melihat tingkah thaya menarik pelan hidung gadis itu.


"Apa kamu marah dengan ucapan kakak tadi makanya menerima arsen dari pada kakak."daren menatap lembut ke thaya diangkat nya tangannya untuk mengelus wajah cantik itu.


" Tidak juga,lebih ke sadar diri saja."kata thaya menutupi dengan membuat orang merasa bersalah padanya.

__ADS_1


"Tidak sayang,bukan maksud kakak untuk berbicara seperti itu,kakak juga tidak tau kenapa kakak bisa ngomong seperti itu,hanya kakak juga bingung mau bilang apa karna kita tidak pernah membahas status kita,kakak hanya takut kamu tak Terima jika kakak bilang kekasih." Daren merasa takut dan bersalah ke thaya karna seperti nya jawaban dia tadi melukai hati gadis itu,taoi sungguh dia tak tau harus jawab apa tadi,daren menangkuo wajah thaya yang sedikit terkejut karna daren mengatakan sayang padanya,walaupun dia sebenarnya yakin kalau pria itu menyukainya tapi dia tetap terkejut atas pengakuan pria itu.


"Maafkan kakak jika membuat kamu sedih sayang,sumpah...tidak ada sedikit pun maksud kakak untuk menyakiti kamu,kakak sayang sama kamu ayy." Daren benar-benar merasa gugup karna athaya hanya diam saja tanpa menjawab ucapannya.


Tiba-tiba thaya tersenyum dan menangkup juga wajah daren jadi mereka sama-sama salin memegang pipi masing-masing.


"Thaya tau kak...tapi untuk masalah kak arsen itu bukan ingin membalas kakak,thaya hanya ingin berdamai dengannya bagaimana pun kami sudah dekat sejak lama." Terang thaya yang membuat daren salah paham lagi,dia merasa jika dia tidak diterima oleh thaya dan thaya kembali lagi ke arsen.


Dia pun akhirnya melepaskan tangannya dari wajah thaua yang membuat gadis itu mengerutkan dahinya.


"Apa aku salah ngomong?"batinnya merasa bingung melihat tingkah daren.


" Ada apa kak,apa thaya salah ngomong?"dia tidak bisa untuk memendam penasaran nya dengan pria ini.


"Sudah kuduga,kenapa dia bisa menjadi CEO yang disegani dengan otak yang seperti ini." Gumam thaya yang didengar daren.


"Apa kamu bilang?" Suara daren meninggi mendengar gumaman thaya taoi mulutnya langsung terdiam saat sadar saat mulutnya kini dicium athaya,yes...just a kiss.


Apakah hanya sampai disitu... Oh oh tidak,itu tidak mungkin,saat thaya ingin melepaskan ciumannya daren telah me arik tengkuk thaya untuk memperdalam ciuman mereka.


Digigit nya bibir bawah gadis itu dan mengobrak abrikan semua isi didalam mulut thaya,sampai-sampai daren menghisap kuat bibir bawah gadis itu.


"I love you." Ungkap daren saat ciuman mereka lepas dan menyatukan kening mereka dengan nafas yang masih memburu.

__ADS_1


Semua kejadian itu tidak lepas dari pandangan arsen yang dari tadi memperhatikan mereka dari jauh, dia awalnya ingin memberikan ruang bagi mereka berdua tapi karna menurut nya telah lama makanya dia memutuskan untuk menyusul athaya dan melihat semua yang terjadi disana,dia pun berputar haluan,dia tak ingin athaya sadar akan kehadiran nya dan pergi meninggalkan nya lagi.


"Jika kamu bahagia kakak....kakak tak mungkin bahagia karna kebahagiaan kakak dengan kamu,tapi saat ini kamu bersama dengan yang lain bagaimana kakak bisa mendapatkan kebahagiaan kakak,apa kakak harus bersikap egois biar bisa memiliki kamu seutuhnya ayy." batin arsen,dia kini kembali ke mobilnya dan menunggu daddynya saja tiba disana.


"I love you too." Jawab thaya saat itu juga dengan tersenyum manis lagi-lagi menampakkan gingsul dan lesung pipinya,sungguh tidak ada satu pun sela di miliki athaya kecuali satu...


"Tapi kak... Apa kakak bisa menerima kekurangan thaya. " Ucapnya tertunduk mengingat jika dia sudah tak lagi sucu dan itu sudah diketahui daren.


"Asal itu kamu kakak tidak minta yang lain,besok kita datang kerumah kakak ya." Ajak daren lalu mereka memutuskan untuk pergi masuk menemui daddy uno untuk mengajak pulang karna hari telah terlalu malam,besok dia akan sekolah.


Saat telah tiba apartemen thaya ingin turun dari mobil daren karna tadi daren yang mengantarnya tanpa daddynya,daddynya masih sibuk karna membahas pekerjaan nya jadi makanya daren yang mengantar athaya,sebenarnya sama saja dengan daren taoi daren menyuruh Bima menyelesaikan nya,dia mau mengantar thaya pulang dulu.


"Ya udah kami masuk sana,bersihin tubuhnya dulu baru tidur, jangan bergadang."ucap daren lembut dengan sambil mengelus pipi gadis itu, mada rasa tak rela berpisah dengan athaya,sampai-sampai selama diperjalanan tadi dia memikirkan hari esok saat pertemuan dengan orang tuanya daren ingin mengajak athaya untuk menikah saja,tapi Athaya masih bisa bersekolah.


"Kakak tak singgah." Niatnya hanya basa basi biar tidak dikira pelit,tapi jawaban daren membuat dia tidak tau menjawab apa.


"Emang boleh?"


"Eh?"ha kan kebingungan sendiri kan,dengan raut wajah terkejut thaya kini thaya semakin terkejut saat tubuhnya didorong masuk oleh daren.


Emppppttttt


Pintu terkunci dan membuat pasangan itu bergerak leluasa didalam apartemen thaya,thaya awalnya masih terkejut tapi setelah menyesuaikan perasaannya kini dia membalas ciuman itu,padahal lampu belum dihidupkan karna pergi tadi thaya sengaja mematikannya.

__ADS_1


Klek... Lampu langsung hidup saat thaya berhasil menemukan saklar nya walau masih dalam keadaan saling berciuman.


__ADS_2