
Brakk...
Pintu kamar thaya terbuka lebar menampakkan daren yang masuk kesana membuat yang didalam terjengkit kaget,arsen yang berada di dapur langsung berlari masuk juga ke kamar thaya untuk melihat apa yang dilakukan daren.
"Sayang...ayo kita pergi dari sini,kakak akan membawa kamu jauh dari sini supaya tak ada yang pisahin kita termasuk kakek,kamu mau kan ikut kakak."daren mendekat ke thaya dan memohon ke gadis itu,tampak thaya ketakutan,dia bersembunyi dibelakang livy.
Arsen yang melihat itu langsung menarik kerah baju belakang daren dan membawanya keluar dari kamar thaya.
Bugh...daren langsung meninju arsen lagi membuat pemuda itu terhuyung kebelakang.
"Bos...bos... Berenti bos...woy tolong jauhin orang itu." Ucap teo panik meminta andi dan jimmy menahan daren,tapi karna orang lagi emosi membuat pegangan andi dan jimmy lepas,begitu juga teo dan kelvin yang tadi memegang arsen.
Bugh bugh... Dua kali tinjuan dari arsen mengenai pelipis dan perut daren."YA AMPUN KAK,..UDAH...THAYA NYA PINGSAN"teriak livy yang membuat dua orang itu langsung menghentikan tinjuan mereka dan melihat ke thaya yang sudah pingsan,mereka pun berlari masuk lagi kekamar dan arsen langsung menggendong thaya untuk diletakkan ke ranjangnya.
"Ayy...bangun jangan buat kakak khawatir." Kata arsen sambil menepuk-nepuk pelan pipi thaya."ada minyak kayu putih nggak?"tanyanya menatap kebelakang dan matanya melihat ke daren yang berada disamping nya.
"Sebaiknya lo pulang...urus aja tunangan lo itu." Ucap arsen dingin lalu melanjutkan ucapnya."gue tau bukan thaya yang kasi tau,tapi gue dengar dan lihat sendiri di mall tadi."lanjut nya,dia tak mau jika nanti daren menyalahkannya lagi.
Daren tampak termenung sampai ke rumah,dia mengingat lagi kejadian yang barusan dia alami,kejadian yang membuat nya kehilangan Athaya.
"Kamu dari mana sayang?" Tanya Tia lembut kepada anaknya,tapi wajahnya mendadak khawatir melihat kodisi anaknya sekarang.
"Ya ampun nak,apa yang terjadi?"
"Mam...daren sudah kehilangan Athaya mam,Athaya pasti benci dengan daren." Ucap pria itu dengan suara bergetar,Tia langsung memeluk anaknya itu dengan erat,dia ikut menangis melihat keadaan anaknya ini,wajah yang terkena tonjokkan dan juga patah hati.
"Apa yang terjadi?" Tanya mamanya lagi tapi daren menggeleng,dia tidak mungkin menceritakan ke mamanya tentang thaya yang satu ini,dia tak mau orang lain tau aib cinta nya itu.
__ADS_1
***
"Gue masih nggak nyangka arsen lakuin itu dengan Athaya." Jimmy membuka cerita,kini dia, andi, teo, kelvin, angel dan luna tengah menunggu duduk dibalkon sambil kelvin memetik gitar milik thaya yang pernah dimainkan arsen,balkon thaya sangat besar makanya mereka niatnya mau barbeque disana,
Tapi ada kejadian ini tampaknya acaranya dibatalkan.
"Gue rasa waktu thaya nggak Sekolah dan arsen sama livy kayak orang frustasi karna masalah itu,dan juga lo kan...yang hampir berantem dengan arsen waktu itu,itu ada sangkut pautnya juga kan." Tebak andi dan menunjuk ke kelvin.
"Lo sebenarnya juga sudah tau kan vin?" Kini luna yang ikut nimbrung pembicaraan anak laki-laki itu.
"Hm...gue tau karna tak sengaja dengar omongan arsen dan livy di taman belakang sekolah...tapi udah lah,sebaiknya kalian tutup mulut masalah ini jangan sampai ada yang tau,terutama lo teo."
"Lah kok gue,kan yang biasa ember itukan cewek." Teo merasa tak Terima ditunjuk kelvin.
"Ya jelas lo la,kan lo dekat sama kumbang nebuk papan,orang berisik dan sok-sokan,entah apa uang lo suka dari tu cewek,heran gue." Jawab andi.
"Apa nggak kita bawa kerumah sakit aja kak?" Tanya livy yang lumayan khawatir karna thaya belum sadar kan diri.
"Tenang,kakak udah panggil dokter untuk kesini,bentar lagi juga datang." Kata arsen tanpa melihat ke livy dan sibuk memainkan anak rambut Athaya.
Ting tong...
"Tuh mungkin dokter nya." Lanjut arsen mendengar bel berbunyi tak lama pintu kamar dimasuki seorang dokter yang tadi arsen panggil,ternyata luna yang membukakan pintunya.
"Tolong periksa teman kita dok,tadi dia pingsan dan belum sadarkan diri dari tadi." Ucap livy sebelum kakaknya sempat membuka mulut,anak yang lain pun ikut masuk ke kamar itu untuk melihat keadaan thaya tapi kemudian mereka keluar lagi karna dimarahi arsen sebab terlalu ramai dikamar itu.
Arsen pun membagi ruang ke dokter untuk memeriksa thaya,'gimana dok?"tanya nya khawatir.
__ADS_1
"Sepertinya dia sedang tertekan dan membuat pikiran nya merasa lelah,dan juga seperti nya makannya tidak teratur beberapa hari ini yang membuat magh nya timbul,apalagi darahnya kurang,tapi bentar lagi dia akan sadar kok,dan sebaiknya buat kan dia bubur dulu untuk makan nya." Terang dokter dan mulai menyimpun peralatannya dan mengeluarkan kertas dan pena untuk mencatat obat yang harus mereka beli.
"Dan ini daftar obat yang harus dibeli dan diberikan setelah makan." Lanjutnya dan memberikan kertas itu arsen,arsen pun langsung keluar dari kamar dan meminta kelvin untuk membeli obat di apotik.
Ting tong...
Bel kembali berbunyi saat kelvin ingin keluar dari sana,dia pun membukakan pintu dan melihat kayak seorang kurir membawa beberapa sangkek makanan.
"Ini ada paket atas nama arsenio,apa benar ini tempat nya?" Kata kurir itu,kelvin pun teriak."arrr...lo pesan makanan ya?"teriaknya membuat yang punya nama bergegas keluar sebelum kelvin akan menjadikan apartemen itu jadi hutan.
"Nggak usah teriak-teriak." Sentak nya membuat Kelvin menciut."iya maaf...gue lupa."arsen oun mengeluarkan dompet nya untuk membayar pesanan nya.
"Ck...memang suami siaga."ucap jimmy sambil berdecak senyum melihat kecepatan arsen dalam bertindak,mana mereka memang lagi lapar,padahal sengaja gak makan dirumah supaya bisa banyak makan untuk acara bakar-bakar mereka,tapi karna thaya pingsan jadi acaranya ditunda dulu,mereka pun berngumpulan mengelilingi makanan yang sudah dipesankan arsen termasuk juga kelvin.
"Lo beli dulu obatnya." Kata arsen.
"Ckk...gue juga laper,kalau nggak ngambil sekarang nanti dihabisin si livy."
"Oh Terima kasih ya dok sudah periksa teman kami." Ucap livy yang baru keluar bersama dokter yang memeriksa thaya tadi dan ingin mengantarnya kedepan.
"Iya dok...terima kasih." Jawab mereka serempak membuat dokter itu hanya tersenyum geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka yang ada megang makanan dan ada yang juga masih rebutan.
"Sama-sama...mari." Jawabnya.
setelah kepergian dokter itu dan kelvin juga sudah menyimpan makanan untuknya dia langsung keluar untuk membeli obat thaya,sedangkan yang lainnya melanjutkan kerjaan mereka tadi dan menunggu kelvin datang baru makan atas perintah arsen.
Arsen pun pergi kedapur thaya dan mengambil wadar untuk memasak bubur.
__ADS_1
"Kak biar kita aja yang masaknya,kakak temanin thaya aja dikamar." Kata luna dan ada angel juga disana,mereka sangat kagum dengan arsen,walaupun cowok itu cuek sama mereka tapi sangat lembut dengan thaya,dan mereka dapat melihat kalau cowok itu menyayangi thaya, mya walaupun malam ini mereka akhirnya tau apa yg telah diperbuat arsen dengan thaya.