
"Lihat mom anak mu,Alvin udah jemput dia di apartemen nya tapi dia tidak ada,bagaimana lagi aku harus mengurusnya." daddy eva tampak marah setelah Alvin tadi menghubunginya dan mengatakan kalau eva tidak ada di apartemen nya.
"Anakmu juga dad." ucap aliya kepada suaminya biasa-biasa saja,tak seperti suaminya itu yang sibuk sendiri,sudah tau anak tak mau tapi terus memaksanya,dia tampak santai sambil meminum minuman nya dan sesekali memandang ke arah TV mereka,saat ini mereka tengah bersantai diruang keluarga sambil menonton tv,rumah itu tampak sepi karna mereka hanya berdua dan ada beberapa pelayan saja,apalagi mereka hanya memiliki satu anak tapi tidak mau tinggal disana.
"Mom kamu kok gitu,aku ini lagi serius." jawab daddy sambil mengalihkan wajah istrinya itu unyuk melihatnya.
"Jadi mau kamu apa,kamu mau aku membujuk eva untuk menerima tunangan dengan alvin,kamukan tau sendiri kamu dan eva itu sama." ucap aliya ke suaminya dan memandang ke TV lagi,malas meladeni suaminya kalau sudah membahas ingin menunangkan anak mereka.
"Sama apanya?" tanya Jackson tidak paham maksud istrinya.
"Ya sama-sama keras kepala lah,kamu kira anak kamu keras kepala itu nurun siapa?"aliya pun mendelik kesuaminya,dan berfikir apa suaminya tak sadar kalau dia dan anaknya itu sama keras kepala.
" Dah ah malas ngomong sama kamu."jackson pun pergi dari sana untuk pergi ke ruang kerjanya,lebih baik dia melanjutkan kerjanya saja dari pada melihat istrinya yang tak mau menolong dia membujuk eva.
Aliya hanya memandang suaminya sebentar lalu melanjutkan nontonnya."ini orang tua kerjanya ngambek terus,tunggu bentar lagi aku habiskan film ini biar ku kasi pelajaran ke terongnya."gumam aliya dengan masih setia menonton film kesukaan nya itu.
****
Keesokan harinya gerry sudah siap-siap untuk pergi ke perusahaan eva karna hari ini dia akan mengambil gambar lagi dengan beberapa orang model disana,dan juga ingin menandatangani perjanjian mereka.
"Mah...gerry pergi dulu ya,mama jaga diri dirumah."pamit gerry ke mamanya untuk pergi ke kantor eva.
"Iya...kamu hati-hati dijalan ya nak." ucap mama gerry,dan gerry pun mencium punggung tangan wanita itu lalu pergi kekantor menggunakan motornya.
Tak selang berapa lama dia pun sudah sampai diparkiran dan memarkirkan motornya disitu,lalu dia pun langsung masuk kedalam tanpa dihentikan oleh resepsionis lagi karna mereka juga sudah tau kalau gerry dibawa langsung oleh salwa.
Gerry pun menekan tombol lift disana biar cepat sampai ke lantai tempat untuk pemotretan,tapi dia tiba-tiba terdiam saat melihat seseorang yang dia kenal sedang berada disana,tapi bukan itu masalahnya yang membuat dia terdiam dan terpaku,melainkan seseorang yang disamping pria itu.
"ngapain ivan dengan ema kesini?" batinnya bertanya-tanya,padahal dia belum tau kalau ivan juga salah satu brand ambassador di perusahaan itu,dia pun langsung masuk cepat-cepat kedalam lift yang sudah terbuka tadi supaya ema dan ivan tidak melihatnya.
Selama di dalam lift dia terus memikirkan kenapa pacarnya itu pergi dengan ivan."apa hubungan mereka?"pikirnya
__ADS_1
Ting
Lift pun terbuka dan gerry pun langsung masuk keruangan untuk bersiap.
"Kamu udah datang ger?" tanya udzma,orang kepercayaan salwa untuk mengurus gerry disana dan juga mata-mata salwa.
"Iya ni buk baru aja sampai." jawab gerry dan mereka pun mulai bersiap untuk mengganti pakaian dan berias.
Tiba-tiba pintu ruangan mereka terbuka melihatkan dua orang masuk dari sana,awalnya gerry hanya diam karna biasa orang keluar masuk disana,tapi saat orang itu lewat dibelakang nya dia melihat orang itu dari cerminnya."ema."gumamnya tapi masih diam,dia mau melihat apa yang dilakukan wanita itu disini bersama ivan,apalagi tangan mereka berdua tampak bergandengan,dia harus memastikan sesuatu.
"Hay van,ayo kita mulai tak lama lagi pemotretan ini akan mulai." ucap salah satu tukang rias disana kepada ivan.
"Beb aku bersiap dulu ya,kamu duduk aja dulu disana,gak papakan aku tinggal bentar." ucap ivan ke ema,ema pun mengangguk dan pergi ke kursi tunggu disana, sedangkan gerry melebarkan matanya mendengar ivan memanggil ema dengan panggilan beb.
"Sudah ger...ayo kita kesana bentar lagi giliran kamu." Ucap udzma ke gerry.
"Oh iya iya." jawab gerry tergagu.
"Lu kenapa ger?" tanya udzma karna gerry tiba-tiba termenung.
"Apa perasaan aku saja ya?" gumamnya,dia merasa melihat seorang yang dia kenal tapi tak mungkin itu dia pikir ema,lalu dia pun memainkan handphone nya lagi sambil menunggu ivan siap.
_____
"Sebanyak ini!!? " Kaget salwa melihat daftar perjanjian yang eva berikan nanti untuk gerry.
"Hm...bagaimana,udah pas kan?" tanya eva
"Sekarang aku tambah yakin kalau lu memang gila." tukas salwa membuat eva langsung cemberut.
"salah lagi ya,aku ada buat dia jenis tadi aku juga mikir kalau itu kebanyakan,coba kau baca yang satunya." ucap eva lagi,mereka saat ini berada dalam ruangan eva,eva menyuruh salwa untuk keruangannya untuk memberikan kertas perjanjian nanti.
__ADS_1
Salwa pun langsung mengambil kertas yang satunya lagi dimeja eva,lalu dia pun menghelakan nafasnya dengan panjang.
"Ya udah ini aja,padahal kurang lebih banyaknya tapi udah gak sempat mau buat ulang bentar lagi pasti dia akan datang keruanganku."
"Ya udah lu pulang aja lagi ke ruangan lu,dan pastikan kalau dia nanti menyetujui semua perjanjian itu,gunakan cara licik lu yang seperti biasa." ucap eva menaik turunkan alisnya,karna dia sangat tau temannya ini orang yang licik,dia saja sering di mainkan oleh salwa.
"Gila." Maki salwa lalu langsung keluar dari ruangan itu.eva hanya tertawa melihat temannya itu kesal karna ulahnya.
"Ahhhh...kok aku jadi deg-degan ya."
"Huh...aku pasti bisa,jangan takut va kata salwa kalau begitu rasanya enak nanti." dia berusaha menenangkan dirinya sendiri walaupun masih saja dia merasakan gelisah,karna wajar saja dia sudah mengambil kesimpulan yang sangat besar untuknya.
Lain dengan eva,gerry kini tengah istirahat karna giliran nya sudah selesai dan saat ini dia ingin kembali keruangan ganti,dia tak sengaja bertemu dengan ema dan ivan dipintu masuk keruangan itu,dan tentu saja membuat ema terkejut,sedangkan gerry hanya menatapnya dengan datar.
"Gerry" ucap ema masih dengan wajah kagetnya.
"minggir." kata gerry,dia tak memperdulikan ema yang memanggilnya.
"Ger...lu kok ada disini?" tanya ema.
"Ivan...kini giliranmu." panggil fotografer dan membuat mereka bertiga langsung mengarahkan pandangannya ke sana.
"Aku kesana dulu ya ma."pamit ivan tapi dia masih penasaran kenapa gerry juga ada disana dan menggunakan pakaian tema hari ini.
" Apa dia juga model disini?"batinnya.
Sedangkan gerry langsung menggeserkan ema dari sana karna ingin masuk ke ruangan itu.
"Ger." panggil ema menahan tangan gerry,dan gerry pun menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" tanya nya cuek,dia merasa kecewa dengan ema,padahal dia masih memikirkan ema saat ingin mengambil keputusan untuk jadi sugar baby orang,tapi ternyata ema menyelingkuhinya,padahal mereka sama saja bedanya ema duluan menduakan gerry,tapi tetap saja gerry merasa kesal,awalnya dia bimbang mau menandatangani perjanjian itu kini dia jadi pengen cepat menandatangani nya.
__ADS_1
"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan."
jangan lupa like, komen, gift, vote dan ikuti terus karya ku ya