MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
100


__ADS_3

"Apa belum juga mau cerita?" Saat lama diam karna sibuk menyusun barang arsen sudah kepo ingin tahu kenapa gadis itu diam saja dari tadi,padahal dia ingin disaat berdua begini thaya leluasa bercerita dengannya seperti dulu.


"Nggak ada yang perlu diceritain kak." Jawab thaya kini pindah ke dapur dan membuka kulkas untuk menyusun makanan disana.


"Kakak tak sengaja melihatnya thay. " Ucapan arsen sukses membuat tangan thaya terhenti,padahal tadi dia ngomong gadis itu terus menyibukkan dirinya.


"Apa yang kakak lihat?" Tanya nya masih diam di tempatnya tanpa melakukan apa-apa.


"Kejadian di mall." Thaya pun memutar tubuhnya dan memandang ke arsen yang tadi mereka sama-sama saling memunggungi tapi sekarang thaya melihat punggung pemuda itu yang bergerak juga untuk menatapnya.


"Apa kakak ingin mentertawakan ku." Ucapnya,matanya sudah berembun menyangka kalau arsen akan mentertawakan kisahnya yang baru mulai tapi sudah diselingkuhin.


Arsen langsung mendekati thaya dan memeluk gadis itu."sumpah...tak ada niat kakak seperti itu,kepikiran saja kakak tidak."tangis thaya pecah didalam pelukan pemuda itu,pemuda yang dulu amat dia cintai,tapi karna suatu kesalahan fatal membuat mereka berpisah.


"Apo aku ayya tampak menyedihkan kak." Dia mendongak untuk melihat pemuda yang jauh lebih tinggi darinya,arsen sungguh tak sanggup melihat air mata thaya tumpah,apalagi karna pria lain,dia pun langsung mengusap air mata itu.


"Sudah...jangan nangis lagi ya,kakak nggak suka lihatnya." Arsen kembali memeluk thaya,disimpannya kepala thaya didepan dadanya membuat thaya sangat mendengar jelas detak jantung arsen yang kuat.


"Kak...maafin thaya ya,mungkin ini karna thaya yang ninggalin kakak." Ucapnya sendu dan menongak kembali untuk menatap arsen.


Cup...


"Kamu mau minta di cium kan,dari tadi nongak terus buat kakak gemes aja." Kekeh arsen dan disambut senyum oleh thaya,thaya pun mengangguk semangat membuat arsen mensalting hingga pelukan dengan thaya tadi terlepas,kini arsen malu sendiri menutup matanya dengan tangan sebelah sedangkan lidahnya mendorong pipi dalam nya,thaya pun tertawa melihat tingkah arsen.

__ADS_1


"Kamu senangkan udah buat kakak salting,nakal ya." Ucap arsen sudah bisa mengkondisikan perasaan nya.


"Alah... Kakaknya aja yang mudah salting."


"Iya...sama kamu aja."


"Dengan gadis lain nggak pernah?" Tanya thaya tak yakin,dari cerita yang pernah cerita kan padanya kalau arsen dulu pernah pacaran sebelum dengannya.


"Hm...hanya sama kamu,nggak percayaan amat."


"Ya gimana mau percaya kalau kata livy kakak dulu pernah pacaran,nggak mungkin kan sama pacar nya duku nggak pernah salting."


"Ya gimana...memang nggak pernah kok,tanyain aja CCTV kamu itu." Ucap arsen mengatakan kalau livy itu CCTV nya thaya dulunya bahkan sampai sekarang,cuman sekarang jarang sudah,apalagi thaya punya pacar.


***


Saat jam setengah tujuh daren yang tadi berjalan dengan Siska kini tengah berdiri didepan pintu apartemen athaya,dia ingin menjelaskan semua yang terjadi hari ini,dia pun menekan bel Athaya,dan tak lama pintu terbuka dan menampakkan orang yang sangat tak pernah daren harapkan ada di apartemen kekasihnya,dia menatap nyalang ke pemuda itu dan mendorong nya kedalam dengan tinjuannya,bukannya diam arsen oun membalas pukulan itu dan mengenai pipi daren,thaya yang baru selesai memakai baju langsung keluar mendengar suara berisik di luar.


"OH MY GOD...APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!" teriaknya langsung berlari mendekati dua orang yang tengah berkelahi.


"KAK STOP KAK...KALIAN APA-APAAN HAAA.!!! " Athaya kesusahan memisahkan dua laki-laki yang jelas badannya lebih besar darinya.


"KENAPA BAJINGAN INI ADA DISINI THAYA...APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!" teriak daren,dia sungguh emosi melihat mantan thaya ada disana dan tampak nya mereka hanya berdua,thaya langsung diam dan menatap datar ke daren.

__ADS_1


"Memang apa yang kakak pikirkan,apa yang biasa dua sepasang berada dalam apartemen,apalagi itu mantannya." Arsen terkejut dan memandang thaya dengan tak mengerti, mengapa gadis itu berbicara seperti iyu,pasti daren akan salah paham dengan mereka.


Rahang daren tampak mengeras mendengar ucapan thaya,dia tak bisa berfikir apa-apa selain yang membuat dia saat ini sangat marah.


"DASAR JALANGGG..." teriak daren ke thaya,arsen langsung menonjok wajah daren karna mengatakan hal yang akan menyakitkan thaya.


Thaya malah tertawa kuat dan tampak kesedihan ditawanya itu,dia menatap nyalang ke daren membuat daren yang sedang mencengkram kerah baju arsen terpaku melihat tatapan thaya,ada sedikit keterkejutan dan takut karna melihat kemarahan disana.


"Akhirnya kakak mengatakan apa yang ingin katakan padaku,YAA...THAYA MEMANG ******,JALANGNYA KAK ARSEN,GADIS YANG KEHILANGAN KEPERAWANANNYA DENGAN PACARNYA,BENAR ATHAYA MEMANG ******,...SEKARANG KAKAK PUAS KAN,SEBAIKNYA PERGI DARI SINI KARNA THAYA ADALAH ****** YANG TAK PANTAS ORANG SEPERTI KAKAK!!!"teriak thaya penuh emosi,dia menumpahkan semua yang mengganjal dihatinya,akhirnya orang yang dia suka itu juga menganggapnya ****** mungkin karna sudah pernah melakukan nya dengan arsen.


Arsen dan daren tercekat melihat kemarahan thaya,arsen yang merasa bersalah karena ucapan thaya tak lain sindiran keras untuknya,sedangkan daren merasa bersalah karna mengucapkan kata itu padahal dia belum tau apa yang terjadi disana,tapi dia tidak bisa berfikir jernih karna disana ada arsen yang jelas-jelas orang yang sudah memperkosa Athaya dulu bagaimana dia bisa berpikiran jernih,tak lama pandangan mereka beralih menatap orang-orang yang baru berdatangan melihat merek dengan pandangan tak menyangka.


"Athaya." Panggil livy langsung berlari memeluk gadis itu yang kini tangisnya telah pecah,temannya dan teman arsen oun langsung ikut berlari masuk untuk mendekati Athaya dan arsen yang tampak berantakan,mereka sebenarnya shock karena tak sengaja mendengar teriakan thaya tadi, tapi mereka hanya diam saja.


"Ada apa ini?" Tanya daren kebingungan karna banyak orang disana dengan membawa berbagai macam makanan ringan dan juga karton.


"Apa yang lo pikirkan HAA...kami akan kerja sama untuk acara besok,jadi katakan pada gue APA YANG LO PIKIRKAN HAA,BRENGSEKKK!!!" livy merasa sangat marah ke daren,dan tak peduli jika daren akan membalasnya,dia hanya merasa sangat terluka melihat kondisi Athaya.


"Liv...udah,lo bawa thaya masuk tenangin dia." Suruh kelvin yang ada juga disana,sedangkan andi dan yang lain juga ikut masuk membawa arsen untuk di obati bibirnya yang pecah.


Daren tercekat,"kenapa...kenapa begini,kenapa dia tak menanyakan baik-baik dulu dengan thaya, kenapa dia mengatakan hal yang menyakitkan thaya."daren masih terdiam menatap nanar ke arah thaya yang sudah menjauh darinya,nafasnya tercekat karna rasa bersalah nya yang sudah berfikiran sembarangan dengan kekasihnya,tapi...tapi kenapa thaya bicara seperti itu yang seperti memancingnya untuk mengatakan kata itu.


"No...no...nggak mungkin,nggak mungkin kalau thaya tidak percaya kalau gue sudah menerima nya yang sudah di nodai arsen dulu,ya...pasti dia telah memancing gue tadi biar mengatakan kata itu."ucapnya dengan angguk-angguk ketakutan meyakinkan pikirannya lagi." Kenapa thay...kenapa jadi begini."runtuh sudah pertahanan daren,dia pun menangis tidak peduli saat ini ada kelvin didepannya yang memerhatikan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2