
Gleg...
"WHAT THE ****!!!"batin arsen berteriak melihat thaya yang telah membuka dress yang dia pakai tadi dan kini tengah menggelung rambutnya keatas,tak sedetik pun arsen berani berkedip,dia takut jika dia berkedip mimpi itu akan selesai,Sungguh dia merasa ini mimpi,tapi...
Kini thaya melangkah pelan nan lembut kearah arsen dengan senyuman menghiasi wajah wanita ini,arsen terpesona,dia...dia tak tau harus apa.
Aaargggggghhhhh
Brugh...
Sudah tak sanggup lagi,arsen sudah menerjang tubuh thaya ke atas ranjang dan langsung melahap bibir wanita itu dengan rakus,belum lagi tangannya sudah berkelana ke bukit kembar thaya,tubuh thaya bergetar hebat menerima sentuhan yang diberikan arsen,rasa yang pernah dia rasa tapi tak senikmat ini karna dia melakukan nya sekarang dengan kemauannya juga bukan paksaan seperti dulu.
Sungguh arsen tak tahan jika hanya bermain disana saja,kini pria itu sudah berpindah ke leher thaya dan menjilatinya seperti tak akan puas untuk menjilatinya saja,dia pun menghisap kuat disana sehingga menimbulkan warna cinta disana,arsen berhenti...dia ingin melihat bagaimana hasil gambar pertama nya malam ini.
"Ada apa?" Tanya thaya sayu.
"Tidak...hanya ingin melihat ini." belainya leher thaya yang merah itu,dia pun mendekat lagi disana dan melanjutkan kegiatan menggambarnya.
(tolong maafkan saye...cerita nya ditolak karna mengandung nganu, sebaiknya menggunakan imajinasi Masing-masing,kalau tidak sampai tanyakan mbah google)
Entah berapa kali thaya keluar,mereka tak menghitungnya yang jelas tubuh wanita itu sudah lemas dibuat arsen,padahal mereka belum melakukan yang intinya.
__ADS_1
"Kakak akan memulainya sayang,mungkin agak sakit karna itu sudah lama" Ujar arsen dan mulai membuka celananya,gerakan arsen yang tengah berdiri diatasnya membuka celana terasa sangat seksi,apalagi penampakan roti sobek itu yang membuat thaya sangat ingin memakannya.
Gleg...
"Hy...kita bertemu lagi" sapa pink mamba arsen ke milik thaya.
"Apakah akan muat kak...itu pasti sakit."
Cup
"Kamu tenang aja ya,kakak akan pelan-pelan." Ucap arsen setelah mencium dahi thaya untuk memberinya ketenangan sebelum dia akan menghajar nya.
(kejadian nganu)
Brugh...
Sruk...arsen terbaring disamping thaya lalu menarik tubuh thaya masuk kedalam pelukan nya.
"Enak?" Thaya hanya mengangguk,dia malu untuk bersuara mengingat desahannya tadi.
Cup
__ADS_1
Arsen mencium bahu thaya yang terbuka itu,dia oun menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
"Istirahat dulu,ntar lanjut." Mata thaya membesar."lanjut???"
Sekitar 15 menit mereka saling diam merasakan kenikmatan yang mereka rasakan tadi,kini Arsen kembali mencium bahu thaya dan memulai menjilatinya serta memberi gigitan kecil disana,maka terjadilah permainan kedua dan selanjutnya...tapi kali ini lebih ganas dari yang pertama karna masih dalam tahap perkenalkan kedua mereka yang masih agak canggung.
06.00
Baru 2 jam dia tidur kini terbangun akibat getaran ponsel nya yang memaksanya untuk bangun.
"Hallo." suara seraknya mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelpon.
"Ya ampun thayy...lo dimana,gue nggak bisa tidur nyenyak mikirin lo,lo nggak di apa-apain kakak kan,lo dimana,gue jemput sekarang,gue udah kasi tau mom and dad,dia harus mempertanggung jawabkan udah bawa kamu pergi tak kembali."cerocos livy pagi-pagi yang membuat thaya menggeliat di pelukan arsen.
" Berisik!!! Ini masih pagi,entar aja kesininya."bukan thaya yang jawab tapi arsen dengan suara khas baru bangun tidur dengan dipadukan suaranya yang memang very very husky.
"KAK ARSENNNNN!!!"
"Apa sih liv,berisik banget...kalau mau kesini ya kesini aja,kita mau tidur dulu." Langsung mematikan panggilan livy dan memeluk kembali thaya yang sudah tertidur lagi sambil memeluknya.
__ADS_1
Abang akak adek singgah juga ya dinovel ku satunya,jangan lupa terus dukungannya.