
Dua tahun kemudian
"Ger..." Panggil seorang wanita yang baru masuk kedalam ruangan kerja gerry,setahun setengah ini gerry memutuskan untuk membantu papa nya untuk mengurus perusahaan,sedangkan papanya sekarang mulai jarang pergi ke perusahaan semenjak istrinya anita meninggal.
Setengah tahun semenjak eva pergi meninggalkan nya malam itu dia sempat terpuruk dan menjadi pria yang sangat dingin dan tampak serius,dia memutuskan untuk menjalankan kuliah nya dengan benar-benar agar bisa membantu papanya dan akan membuktikan kepada wanita yang meninggalkannya itu kalau dia baik-baik saja di tinggalkan.
Padahal sampai sekarang dia tidak tau mengapa eva meninggalkannya dan menikah dengan pria yang lebih kaya darinya waktu itu,tapi tidak dengan sekarang...perusahaan yang diteruskan gerry kini bertambah besar dan dia juga memiliki cabang di mana-mana,ya walaupun sebelumnya perusahaan papanya memang besar dan di mana-mana bahkan termasuk orang terkaya didunia,tapi semenjak gerry menjalankan kini bertambah besar.
Dia juga sudah tau pria yang sudah menjadi suami wanita yang pernah singgah di hatinya itu,tapi walau bagaimana pun dia masih tidak Terima kalau eva meninggalkannya begitu saja apalagi sebelum eva pergi mereka menghabiskan waktu bersama bahkan gerry telah mengatakan cinta pada wanita itu.
"Ada apa?" tanya gerry dingin tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar yang ada didepannya,dia sudah tau siapa yang datang ke ruangannya itu tanpa harus melihatnya.
"Aku sengaja datang kesini ingin mengajak kamu makan siang,kamu mau kan?" tanya wanita itu seraya berdiri disamping gerry dan ingin memegang bahunya.
__ADS_1
"Jangan melewati batas." ucap gerry cuek dan membuat wanita itu cemberut.
"Melewati apanya,yang ada dekat dengan garis aja aku masih jauh ger,kamu terlalu menjaga jarak denganku." sungut enzi,padahal mereka telah lama bertunangan tetapi gerry masih saja bersikap dingin dengannya.
Enzi adalah anak teman rekan bisnis papa gerry yang dulu tinggal di Inggris dan dulu liburan ke Indonesia tempat tinggal orang tuanya,dan waktu itu dia mengikuti orang tuanya pergi makan malam antara beberapa pembisnis di restoran yang di adakan oleh perusahaan papa gerry,dan saat itulah dia bertemu dengan gerry yang sangat tampan baginya dan juga memiliki magnet yang tak bisa enzi tepis,gerry yang saat itu enzi kenal memang sangat cuek dan tampak tak bersahabat dengan siapa pun,dia hanya akan berbicara jika menyangkut masalah bisnis,tapi itu lah yang jadi daya tarik bagi enzi,dia merasa tertantang dengan gerry.
Saat pulang dari makan malam itu enzi oun mengatakan kepada orang tuanya untuk menyelesaikan kuliahnya di Indonesia saja hanya untuk dekat dengan gerry dan ingin menaklukkan nya.
"Kau yang memilihnya en." masih mode cueknya dan membuat enzi benar-benar kesal karna selalu merasa dia yang sangat menginginkan gerry yang kenyataan nya memang benar,dia benar-benar telah jatuh ke pesona gerry dan merasa harus memiliki pria ini.
"Ger...bukankah kita sudah bertunangan dan tak lama lagi kita akan menikah,apakah kamu masih belum bisa menerima aku,apa kurang aku ger...aku mencintaimu apa kau tak merasakannya?" enzi sangat sedih karna merasa hanya dia yang berjuang tapi juga tidak bisa menyalahkan gerry karna dia memang yang awalnya menyukai pria itu bahkan terus yakin kalau bisa mengubah hati gerry.
Gerry pun menghentikan jarinya lalu menatap ke enzi."maafkan a..."
__ADS_1
"Stop." enzi langsung menghentikan ucapan gerry yang dia sudah tau perkataan nya.
"Jangan katakan itu lagi ger...aku mohon buka hati kamu untuk aku,katakan padaku...aku harus bagaimana biar kamu bisa menerima aku." enzi mulai menangis dan ini bukan yang pertama kalinya karna gerry sering kali menolaknya tapi enzi pun merasa heran mengapa dia tidak bisa melepaskan pria ini.
Gerry masih menatap ke enzi dan pandangannya mulai melembut,dia merasa bersalah terus menolak wanita yang ada di dekatnya ini padahal wanita ini memang tampak sangat menyukai nya.
"Baiklah...aku akan mencobanya." batin gerry,dia tidak bisa terus begini dan menyakiti orang yang telah menyukainya dan mempertahankan hati yang pernah menyakiti nya.
"Ya udah kita makan siang bersama." kata gerry cuek tapi mampu membuat enzi berhenti menangis dan melebar kan senyumnya.
"Ini." gerry memberikan tisu yang ada didekatnya ke enzi untuk menyuruhnya mengelap air matanya itu.
"Terima kasih." Enzi merasa bahagia walaupun hanya diberi tisu oleh gerry,mereka pun keluar bersama untuk pergi makan siang,enzi sangat senang karna gerry juga tidak menolak dia merangkul tangannya.
__ADS_1