MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
98


__ADS_3

Biasakan untuk like komen dan ulasannya karna sangat penting untuk saya😉


Happy reading


"Maaf,lagian kamu kakak nanya nggak mau jawab."


"Ehmmm...bener nggak papa kok." Ucapnya salting membuang wajahnya kesamping lalu berdiri pergi dari sana menuju balkon,dia merasa gerah karna kelakuan arsen,ternyata arsen pun mengikutinya kesana.


"Ngapain kesini juga,udah ah... Balik lagi ke rumah." Ucap thaya sambil mendorong dikit lengan arsen.


"Ngusir kakak ni ceritanya?"


"Ya enggak...besok kan sekolah,lihat udah jam berapa ini ntar besok telat bangunnya."


"Perhatian sama kakak ya?" Senyum jahil arsen melirik thaya yang sudah makin salting.


"Aaaaa kakak udah ah,jangan gangguin pacar orang terus." Gemes-gemes kesal thaya sampai tidak sadar apa yang diucapkannya membuat arsen langsung terdiam memandang datar dengannya.


"Ya udah...kakak balik." Ucapnya dan langsung berbalik ingin pergi tapi langkah nya terhenti dengan tubuh yang kaku.


"Nginap disini aja,udah terlalu malam,entar ngapa-ngapa dijalan." Ucap thaya pelan sambil memeluk arsen dari belakang,arsen membalikkan badannya lalu memegang kedua bahu thaya.


"Kamu khawatirin kakak karna peduli apa sayang?" Tanya arsen serius namun terdengar lembut,thaya yang ditanya begitu hanya terdiam memikirkan perasaan nya,dia nggak boleh memberikan harapan ke arsen lagi kalau tidak diantara mereka akan ada yang tersakiti.


"Peduli...kakak kan kakaknya thaya." Jawab thaya riang sambil tersenyum memamerkan gingsulnya yang beberapa hari ini sudah jarang terlihat.


Tapi senyuman itu tidak membuat arsen senang karna jawaban thaya bukan harapannya,dia pun melepaskan tangannya dari bahu thaya lalu masuk sebentar untuk mengambil gitar didalam,thaya hanya melihatkan saja ya walaupun arsen ingin pulang dia tidak akan menghalangi lagi,anggap saja tadi dia hanya reflek karna disana biasa mereka duduk bersama sambil berpelukan..


Arsen kembali lagi kebalkon dengan membawa gitar milik thaya lalu duduk disamping gadis itu yang kini menyandarkan tubuhnya dikursi santai.


Jreng jreng...

__ADS_1


_Ada apa kau bertemu dia


Mungkinkah kau ingin bagi cintamu


Jika memang kau bagi cintamu


Masih pantaskah ku jaga hatiku_


_Ingatkah semua kata yang kau ucap dulu


Kau berjanji untuk setia


Kini kutanya kemana janji itu kau buat_


Thaya merasa tertampar dengan lagu yang dinyanyikan oleh arsen,dia tau kalau pemuda itu tengah mengungkapkan perasaan nya,dia hanya diam saja mendengarkan suara merdu nan khas suara hunsky nya,Athaya senang mendengar suara arsen karna menurutnya suara arsen terlalu lakik.)


_Pernah sakit tapi tak pernah sesakit ini


Aku ingin semua cintamu hanya untukku


Memang ku tak rela kau bagi untuk hati yang lain_


_Jika memang kau bagi cintamu


Kemana janji itu kau buat_


"Maaf." Ucap thaya pelan lalu dia menyandarkan kepalanya ke bahu arsen yang sekarang telah bersandar juga di samping duduk thaya,sebenarnya bukan bersandar tapi kayak baring tapi belum sampai bisa dikatakan baring juga,kalau baringkan badan kurus telentang,kalau ini badan nya 135° dari posisi baring sepertiga 180.


Arsen menatap sekilas ke thaya yang bersandar dengannya,jika dulu mereka bermesraan tapi sekarang berbeda karna status mereka sudah berubah,arsen bisa saja seperti dulu tapi dia takut jika thaya kembali takut kalau dekat dengannya karna masalah dulu.


Tapi sumpah,sekarang ini tangannya sudah gatal ingin memeluk thaya,dia tau gadis itu sekarang ada masalah dengan daren,tapi sepertinya thaya tidak ingin bercerita,jadi mereka hanya diam dengan arsen memetik gitar tanpa bernyanyi lagi.

__ADS_1


Sedangkan ditempat lain tepatnya di kediaman daren,kini mereka bertiga tengah duduk diruang tamu dengan wajah yang serius.


"Aku nggak mau lepasin Athaya ma,daren cinta sama thaya,dia yang dulu sudah nyelamatin daren dari orang yang ingin membunuh daren." Ungkap daren dengan serius,dia sungguh tak mau jika kakeknya tau harus memintanya untuk lepaskan thaya sebagaimana tantenya dulu mommy nya thaya,belum sempat mama daren berbicara ponselnya berbunyi dan melihat ada nama ayahnya disana yang menghubunginya.


"Hallo pah."


"Putuskan hubungan yang bersangkutan dengan jackson,apa pun bentuknya,aku tidak mau keturunan ku ada lagi berhubungan dengan orang itu walau sekalipun dia ada darah keluarga kita." Tekan papah Tia langsung tanpa basa basi,seperti nya orang tua itu sudah tahu tentang malam ini yang berkemungkinan dia memang sudah meletakkan kata-kata pada athaya.


Mama Tia memang sengaja meloudspekerkan ucapan papanya biar suami dan anaknya juga mendengar,terasa pupus harapan daren mendengar ungkapan kakenya yang seperti tidak mau diganggu gugat.


"Tapi kek..." Ucap daren terpotong oleh ucapan kakeknya yang melanjutkan pembicaraan nya tadi.


"Jika kamu berani membantah ucapan kakek kamu tidak akan bisa lagi bertemu dengan keluarga mu,kamu juga akan kakek buang seperti tante kamu,kamu boleh saja tidak perduli dengan kami,tapi bagaimana dengan mama mu." Tangan daren terkepal kuat mendengar ucapan kakeknya itu,dia tau kakeknya keras,tapi tidak tau bakalan sekeras ini bahkan sama keturunannya sendiri.


"Pa kasihan dengan Elsa pa,dia tidak pasti sedih jika putri nya papa lakukan seperti itu." Air mata Tia telah mengalir tak sanggup membayangkan jika Elsa melihat nasib anaknya.


"Sudah...itu memang akibat jika melawan ucapan papa,itu sudah pilihan nya,dan kamu jangan coba-coba untuk membantu anak mu tia." Panggilan telah diputuskan kakek daren tanpa mendengarkan pendapat orang lain,karna keputusannya telah mutlak.


"Dan juga kakek sudah menjodohkan kamu dengan anak dari rekan bisnis papa kamu."


Daren sudah tak sanggup menahan air matanya,dia sudah menangis...pertahanannya telah runtuh karna ucapan kakeknya sendiri.


Apa yang harus dia buat,kenapa dia harus mengikuti ucapan kakeknya,kenapa harus ada pilihan sulit seperti itu untuknya,dia ingin pergi bersama thaya tapi apa thaya juga sudah menerima dia sepenuh hatinya,dia takut untuk bertaruh sedangkan dia belum yakin jika gadis yang dia cintainya itu sudah merelakan cinta lamanya.


Sungguh...sungguh daren sadar kalau ucapan thaya dulu mengatakan jika dia tidak mencintai arsen itu adalah kebohongan,thaya saat itu masih marah dengan arsen makanya dia menutup dengan rapat perasaan sebenarnya dengan rasa bencinya kepada pemuda itu,tapi... tapi dia kini sangat mencintai gadis itu,gadis yang dulu telah menyelamatkannya dan gadis yang bisa membuat nya merasakan kehangatan dalam hidupnya.


"Sudah nak,kamu istirahat dulu...besok mama akan bicarakan ini dengan kakek mu." Ucap Tia dengan masih terisak-isak menahan air matanya,sakit hatinya melihat anak yang di besarkan penuh cinta tapi kini tengah menangis karna paksaan yang memutuskan hubungan dengan gadis yang dia cintai.


"No mam...jangan" geleng daren,dia tak mau jika mamanya mencoba membujuk kakeknya malah akan berakibat ke mamanya,dia harus bisa mengambil keputusan jika tak mau membuat orang tuanya terluka maka dia harus benar merelakan hubungannya itu.


"Aku akan mutuskan hubungan ini dan akan menerima perjodohan yang diberikan kakek." Ucapnya serius membuat orang tuanya kaget lalu mamanya kembali menangis,dia tau jika anaknya hanya mencoba melindungi orang yang dia sayang,sedangkan papa daren hanya terdiam,dia tahu apa yang akan terjadi jika ada orang yang membantah ucapan mertuanya itu.

__ADS_1


__ADS_2