MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
80


__ADS_3

Biasakan untuk like komen dan ulasannya karna sangat penting untuk saya😉


Happy reading


Baru satu jam athaya tertidur dalam pelukan arsen,kini wanita itu terbangun karna merasakan sakit dipangkal pahanya,dia kembali mengingat kejadian tadi,dia berusaha melepaskan pelukan arsen dan pergi ke kamar mandi.


"Hiks hiks...ayya benci dengan kakak,sangat benci." Tangis thaya tertahan di dalam kamar mandi saat dia melihat tubuhnya yang sudah seperti macan tutul.


Dia pun bergerak pelan mengambil pakaian untuknua,dia berencana pergi dari sana tanpa diketahui arsen yang masih tertidur,tampak dari raut wajah pemuda itu tengah kelelahan.


Setelah selesai memakai pakaiannya,thaya pun pergi dari sana dengan hanya membawa dompet miliknya.


Dia berjalan tertatih menuju mobilnya,dia harus cepat pergi dari sana sebelum arsen sadar kepergiannya.


Dia pun menancapkan gasnya dan pergi dari apartemen nya,dia pun tak tau harus pergi kemana,apalagi dia baru berapa hari tiba disana,dan dia juga memikirkan bagaimana dengan sekolah nya,tapi dia juga tidak mau bertemu dengan arsen lagi,dia sangat membenci pemuda itu,dia merasa rasa yang dulu untuk arsen seakan berubah menjadi benci yang teramat.


Disepanjang jalan athaya terus termenung mengingat perlakuan arsen tadi,air matanya terus keluar merasakan sakit hati yang teramat di dadanya,disaat tengah termenung tanpa tau mau kemana,athaya sedikit oleng saat ada mobil yang melaju di depannya,athay yang tak sengaja masuk batas jalan milik kendaraan lain itu pun langsung membanting setirnya ke kiri dan dia pun menabrak tebing tinggi di pinggiran jalan.


***


"Ayya...." Panggil arsen yang baru bangun tidur dan tak melihat ada thaya disamping nya,dia pun bangun dari sana ingin mencari thaya dikamar mandi tapi tidak menemukannya,arsen oun berfikir kalau athaya sudah pergi kesekolah.


Saat melewati ranjang yang dia tiduri tadi ada senyuman yang menghiasi bibir nya."kakak janji akan selalu bersamamu sayang,kakak tak akan biarkan kamu pergi dari hidup kakak."gumam arsen yang melihat noda darah di kasur athaya.


Arsen oun bergegas mandi dan menghubungi adiknya untuk membawakan pakaian,tapi sebelum itu dia membuka alas kasur milik thaya dan membawanya ke tempat pencucian,lalu dia memutar mesin itu.


"Kak..." panggil livy yang langsung masuk ke apartemen thaya karna hanya mereka bertiga saja yang tau sandi apartemen itu.


"Nih...kebiasaan,kalau mau nginap disini makanya nyiapin pakaian yang lain,jangan terus nyusahin livy." Sebal livy karna kakaknya pagi-pagi sudah menyuruhnya untuk membawakan pakaian.


Bukannya menjawab ucapan livy,arsen malah bertanya apakah orang tuanya menanyainya tadi malam.

__ADS_1


"Iya...daddy yang nanya."


"Apa yang kamu jawab?" Tanya arsen lagi masih sibuk memasang dasi sekolah nya.


"Ya apalagi,ya aku bilang kalau kakak di basecamp lah,dimana thaya?" Tanya livy tiba-tiba saat menyadari kalau gadis itu tidak ada disana,dia tidak tau saja kalau temannya itu sekarang tidak gadis lagi akibat perbuatan kakaknya itu.


"Mungkin sudah berangkat sekolah,pas kakak bangun dia sudah gak ada." Jawab arsen,ia telah selesai dan mengajak livy untuk berangkat ke sekolah.


"Livy..." Panggil kelvin yang melihat livy baru masuk kedalam kelas padahal sebentar lagi akan masuk.


"Ada apa?" Tanya livy,tumben ni bocah manggil dia.


"Lo ada lihat athaya gak, bukannya kalian dekat?" Tanya kelvin membuat livy dahi livy berkerut.


"Maksud lo athaya belum datang dari tadi." Balas tanya livy.


"Gak ada...dari tadi gua juga telfon nomornya masuk tapi gak diangkat,kakak lo gak ngapa-ngapain diakan?" Tanya kelvin memandang menyelidik ke livy.


"Ada apa vy?" Tanya angel dan luna melihat livy seperti orang kebingungan dan cemas,dia merasakan tidak enak,dia kepikiran ucapan kelvin tadi,kakaknya memang menyayangi thaya dan mencintai thaya,tapi karna itu juga membuat dada livy berdetak dengan cepat,dia pun langsung berdiri dan pergi dari kelasnya,dia langsung menuju kelas kakaknya yang berada tak jauh dari sana.


Brak...


Pintu kelas kakaknya terbuka kuat akibat dorongan livy,mata gadis itu entah kenapa terus mengeluarkan air mata,dia berusaha menepis pikiran buruknya.


Arsen yang melihat kedatangan livy yang menangis langsung berdiri dan mendekat juga ke gadis itu."ada apa?"tanya nya khawatir, bukannya menjawab livy malah menarik tangan arsen untuk keluar dari kelas,dia tak peduli kalau bel masuk berbunyi,dia harus mastikan sesuatu.


"Hey... Ada apa?" Tanya arsen lagi melepaskan tangan livy karna mereka sudah jauh sedangkan livy yang melohay ada angel dan luna disana yang mengikutinya tadi menyuruh mereka pergi dari sana.


"Katakan padaku kak,dimana thaya?" Tanya livy dengan wajah serius menatap ke arsen dan sesekali mengelap air matanya yang entah kenapa terus keluar.


"Apa maksudmu,apa dia tidak ada dikelas?" Arsen mulai sedikit khawatir tapi ditutupinya dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Dia tidak datang,jujur sama aku kak...apa yang kakak lakukan dengan livy tadi malam?" tanya livy semakin menggebu,ada rasa ketakutan yang amat besar dipikirannya.


Ditanyai begitu membuat arsen terdiam,dia tak tau mau berbicara apa,dia jadi teringat perbuatannya dengan thaya malam tadi."apakah dia pergi kabur dari ku?"batin arsen,sedangkan livy masih terus bertanya ke kakaknya itu,tapi arsen terus terdiam,dia benar-benar tidak bisa berbicara apa-apa ke livy.


Diam arsen membuat tubuh livy merosot kelantai,tubuhnya tiba-tiba menjadi lemas,dia tak bisa menapik pikiran jeleknya,tapi dengan diam kakaknya itu membenarkan apa yang dipikirkan nua sekarang.


Tiba-tiba livy langsung bangun kembali dan langsung menampar pipi kakaknya dengan kuat sehingga kepala kakaknya sedikit bergerak kesamping,awalnya arsen memandang tajam ke adiknya itu taoi saat melihat livy yang kini sangat menyedihkan dengan air mata yang terus keluar,arsen seakan tak tega melihat itu.


"Maaf... Maafkan kakak liv, maafin kakak,kakak emang brengsek,kakak hanya tudak mau daddy terus misahkan kami" Ucap arsen pelan dengan suara bergetar mengingat perlakuannya dengan athaya,bukan maksud menyesal karna baginya hanya itu yang bisa membuat thaya tidak pergi meninggalkannya.


"Aaaaaaaaaaaaa...." Teriak livy kuat ditaman belakang sekolah mereka,lovy tadi memang bawa kakaknya kesana agar tidak ada yang mendengar obrolan mereka,kecuali satu orang yang diam-diam mengikuti mereka,tangannya sudah terkepal kuat mendengar pembicaraan dua beradik itu,dia sangat mengerti apa yang tidak di ucapkan dlkedua orang itu.


"Lo gila kak...gue benci banget sama lo,lo... " Livy sudah tak sanggup lagi mengatakan apa-apa,dia pun langsung pergi dari sana dan berencana untuk bolos hari ini mencari athaya,arsen yang melihat kepergian livy tersebut mengikuti adiknya juga dan berencana mencari athaya.


Sedangkan di sebuah rumah sakit kini terlihat seorang gadis berbaring di brangkar nya,dia masih pingsan akibat kecelakaan tadi,sedangkan disamping nya tampak seorang pria yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ughhh...


" Kamu sudah bangun?"tanya pria itu saat melihat athaya sedikit membuka matanya.


"Ai dimana?" ucap thaya pelan sambil menatap sekeliling nya yang berwarna putih.


"Kamu sekarang berada dirumah sakit." jawab pria itu lagi dengan terus menatap ke athaya yang masih belum melihatnya,dan saat mata mereka saling bertemu mereka terdiam beberapa saat dan terputus saat dokter yang menangani athaya tadi masuk.


"Bagaimana perasaan anda sekarang nona?" Tanya dokter


"Hanya kepala saya sedikit sakit dok." Thaya menjawab lemah pertanyaan dokter itu karna dia memang merasa lemas saat ini.


"Itu wajar karna nona belum makan dan juga kalian terlalu bersemangat sampai tidak memikirkan akibatnya." Ucap dokter wanita itu sambil menatap ke athaya dan pria tadi.


"Apa maksudnya dok?" Tanya thaya tak paham.

__ADS_1


__ADS_2