MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
107


__ADS_3

Sudah dua hari setelah persahabatan kemarin thaya masih saja banyak diam bahkan dia benar-benar menjauhi arsen dan tak pernah bertemu lagi dengan daren,dia hanya bersama livy dan teman-teman sekelasnya,arsen pun sekarang mulai mempersiapkan untuk ujian nanti walau kadang jika bertemu thaya dia ingin mendekati dan menyapanya tapi thaya memang berusaha membangun tembok yang tinggi untuknya,seperti saat ini di kantin sekolah,arsen lagi-lagi datang bersama temannya dan ingin duduk disamping thaya,tapi gadis itu langsung ingin berajak dari sana taoi tangannya di tahan arsen.


"Walaupun tak ingin bersama aoa salah jika hanya berteman,kamu juga tak perlu terus menjauh dari kakak thay,apa kamu sebegitu bencinya sama kakak." Ucap arsen membuat semua mata tertuju padanya,thaya yang sadar ditatapi penghuni kantin bukannya menjawab dia pun melepas dengan kasar tangan arsen dan langsung pergi dari sana.


"Thay." Panggil livy mengejar thaya dan diikuti kelvin dan juga luna,angel.


"Thay lo kenapa sih...semenjak persahabatan kemarin gue liatin lo udah berubah,lo kenapa,cerita sama kita thay...gue juga kasian liat kak arsen begitu." Mereka kini tengah berada di taman dan thaya hanya diam sambil membuka buku yang dibawa dari tadi sampai ke kantin pun dia bawa,dia tak merespon ucapan livy.


"Thay...lo nganggap kita teman lo nggak sih?"pertanyaan dari angel sanggup membuat empat kepala itu menoleh kearahnya.


" Kenapa...gue hanya bertanya karna gue benar-benar merasa tidak ada apa-apanya dengan hubungan ini,kalau oun dibilang berteman, itu lo dengan livy doang sedangkan kita yang teman dari lama sama livy cuman ngikutin dia,kami sebenarnya juga mau berteman dengan lo seperti kami berteman dengan livy,tapi lo sepertinya memasang batas diantara kita,jangan kan sama kita,sama livy aja lo nyimpan rahasiaan,kita nggak gitu thay,livy tau semua masalah kami dan juga livy selalu cerita tentang masalah nya,sampai masalah lo dia juga cerita karna kita teman,tapi lo...bilang sama gue siapa yang tau cerita lo...dengan siapa lo curhat dan dapat dukungan...nggak ada,lo hanya sendiri karna itu memang keinginan lo..."nafas angel memburu mengatakan semua unek-unek nya selama ini,luna dan yang lain terdiam,mereka tidak menyangka angel memiliki pemikiran seperti itu,apa yang dikatakan angel semuanya benar.


Thaya meneguk liurnya getir setelah mendengar semua ucapan angel yang sama sekali tak pernah dia terpikir jika dia seperti itu,dan dia baru sadar kalau selama ini dia memang hanya sendiri,dia tidak percaya siapa oun dia hanya menyimpan sendiri dia....


Thaya sudah tak kuat,dia langsung menangis disana dan tubuhnya langsung ditarik oleh kelvin yang dari tadi hanya diam,dia juga membenarkan ucapan angel.


"Gu Gu gue jahat kel,G ggue nyakitin teman gue." Ucapnya terbata-bata,sungguh sakit hatinya saat ini,livy dan yang lainnya pun sudah menangis dari angel berbicara tadi seakan mewakili perasaan mereka.


Kelvin mengelus punggung gadis yang bergetar itu,dia tidak tau mau bilang apa lagi.Thaya oun lalu menegapkan duduknya dan melihat ke tiga gadis yang sekarang masih menangis lalu dia memeluk livy.


"Livvv...sorry,very very sorry,gue nggak maksud menyembunyikan semua,gue bukan nggak percaya sama kalian,plis maafin gue kalau kalian berfikir seperti itu."


Tangis livy semakin tertahan dan menyebabkan tubuhnya bergerak-gerak karna seperti sulit bernafas,dia oun membalas pelukan thaya,dia cukup mengerti mungkin thaya hanya menutupi kesedihannya belakangan ini,apalagi masalah thaya yang dia tau memang sangat berat untuk ukuran seperti mereka.

__ADS_1


Lalu thaya oun beralih memeluk dua gadis yang juga masih menangis itu,angel langsung membalas pelukan thaya dengan kuat,ada rasa bersalah telah berbicara seperti itu dengan thaya tanpa tau kenapa gadis itu menyembunyikan semuanya dari mereka.


"Sorry." Ucapnya lirih masih menangis.


"Aaahhh udah dong,gue nggak kuat nih liatin kalian nangis gitu...ya ampun banyak banget bawangnya." Ucap kelvin sambil menongakkan kepalanya dan mengipas-ngipasi matanya supaya air matanya tidak keluar,mereka yang mendengar nya oun akhirnya tertawa kembali,lalu saling merangkul berpelukan berempat.


Kelvin cemberut melihat cewek-cewek itu berpelukan bersama sedangkan dia hanya jadi penonton saja"Kok gue nggak diajak yya?"


"Sini upil thaya." Ajak livy tapi sempat-sempatnya mengejek kelvin,akhirnya mereka pun berpelukan dengan kelvin diantara thaya dan livy.


"Lo pergi nanti tunangan kak daren yya?" Tiba-tiba kelvin bertanya ke thaya yang dimana mereka masih berpelukan.


Plak...


"Apaan sih." Sengitnya


"Nggak ah...males."


"Males apa maless..." Ejek angel sambil melirik menggoda ke thaya,thaya pun tersenyum.


"Ya males,ngapain liat mantan tunangan mendingan kita jalan-jalan aja entar sore gimana?" Semangat nya dan langsung disorak setuju dengan anak-anak.


Ditempat acara yakni di hotel milik keluarga daren sendiri,kini pria itu tengah duduk diatas kasur sambil memainkan ponselnya entah apa yang dia lihat disana, mereka didalam kamar hotel yang sudah di siapkan untuk nya menunggu,dan ditemani oleh bima,daren dari tadi hanya diam,wajahnya sangat dingin sampai-sampai Bima yang dari tadi berbicara tidak diperdulikan nya.

__ADS_1


"Lo dengar nggak sih ren,...ya elahhhh liatin apaan sih." Bima langsung melihat ke ponsel daren, dia penasaran aoa yang dilihat bis sekaligus sahabat nya itu.


"Ck ck ck...belum bisa move on ternyata." Decaknya geleng-geleng.


"Bim...apa gue memang harus melanjutkan ini?" Ucapnya kemudian yang dari tadi hanya diam saja.


"Apaan?" Ketus Bima


"Gue batalin aja nggak sih acaranya dan pergi bawa thaya jauh dari sini dan kita buka usaha sendiri."


"Dasar gila."


"Gue serius."


"Percuma lo serius ren,thaya nya nggak mau,lo nggak ingat apa yang dia bilang kemarin,udah lah jangan mikir yang aneh-aneh."


Tok tok...


"Gue masuk." Kata orang diluar dan terdengar pintu yang terbuka mengalihkan perhatian orang yang berada didalam kamar itu.


"Ada apa?" Tanya Bima sewot saat melihat seorang pemuda masuk.


"Kenapa...hotel punya kakek gua ngapa lo yang sewot." Ketusnya,Bima hanya bisa memutar matanya,bocah ini mulai lagi banggain kekayaan kakeknya.

__ADS_1


"Disuruh keluar tuh,acaranya mau dimulai." Ucap geo mengatakan pada kakaknya daren,mereka pun lalu keluar untuk memulai acaranya,mau ngelak pun juga nggak bisa,memang tidak punya pilihan lain,mau tak mau harus jalanin saja.


__ADS_2