
jangan bengong!!!
like komen gift nya ya eprebadehhhhh
"Aaaaaaahhhhh akhirnya selesai juga ujiannya." Kelvin menarik tangannya keatas untuk sekedar meregangkan tubuhnya.
"Selesai apaan,baru juga hari pertama,oh my god kepala gue sakit banget, mana pelajaran pertama sudah disuguhi sama matematika." Kelvin oun mendekat ke pacarnya itu dan mencoba memijit kepala gadis itu.
"Enak nggak?" Tanyanya.
"Yeee bucinnn...nggak seru lo liatin kita kayak gini,gue kan jadi pengen." Cetuk angel.
"Kalau pengen tinggal panggil ayang jommy lah ngapain iri segala." Ketus livy menatap sinis ke angel.
Thaya sendiri kini tengah berbaring di atas rumput dengan membantalkan paha luna dan wajahnya dia tutup pakai buku.
"Pinjam bentar paha nya ya lun." Izinnya.
"Telat." Cetuk luna sambil terkekeh karna sudah beberapa detik baring thaya baru izin.
Mereka pun mulai sibuk sendiri,ada yang menghapal materi ujian kedua dan ada juga yang sibuk pacaran,ya siapa lagi kalau bukan livy dan kelvin.
"Hy sayang...gimana ujiannya." Sapa jimmy yang baru datang dengan yang lainnya dan langsung duduk disamping angel pacarnya,mereka batu jadian berapa minggu,masih anget-angetnya seperti tai ayam yang baru keluar kata livy mengejek mereka yang kalau bertemu sangat membuat mereka enek dengan tingkah laku mereka.
"Lancar...ya tapi adalah yang membuat pusing."
"Ada apaan...banyak gitu jugak." Sewot kelvin tak Terima ucapan angel yang hanya bilang adalah yang berarti yang tak banyak-banyak amat yang susah.
"Ngapa sih ni bocah,berisik lu...tuh liat thaya tidur ntar dia bangun di geplak nya lo."
"Dia tidur?" Arsen bersuara menatap ke adiknya mencoba cari tau dari livy.
"Mungkin...lagian dari tadi seperti itu." Jawabnya,dia sekarang bergantian dengan kelvin mengepalkan bahu pemuda itu.
__ADS_1
Arsen pun mengode luna untuk minggir karna dia yang ingin menggantikan nya,dia pun memandang senyum lembut ke gadis itu,dan semua yang melihat itu oun merasakan sedikit sedih dengan kisah cinta mereka berdua,apalagi thaya yang masih berusaha untuk menjauh dari arsen dan untuk daren telah menikah dan sekarang pria itu pindah ke Inggris.
Thaya menggeliat saat merasakan sapuan di rambutnya."udah jam berapa lun?"tanyanya dibalik buku yang menutupi wajahnya itu.
"Bentar lagi kita masuk,lo gak ada niat mau bangun apa?" Luna menjawab ucapan thaya,tubuh thaya terasa tegang dan mereka semua melihat itu.
"Enak ya thay baring di paha orang ganteng." Sambung angel yang membuat jimmy langsung cemberut.
"Jadi menurut kamu arsen ganteng ya?"
"Eh...ya ganteng,orang buta aja yang bilang dia jelek,kalau macam kak arsen jelek bagaimana dengan andi dong?" Andi yang merasa ternistakan melotot kan matanya tak percaya,Anak-anak pun tertawa melihatnya.
"YAAA!!!kenapa gue yang kena,parah banget apa muka gue." Andi yang tak Terima dan pas melihat ada siswi yang lewat dekat mereka sambil bercermin,dia pun mengambil paksa cermin itu yang membuat siswi itu menjerit kaget.
"Pinjam bentar doang,berlebihan banget...baru juga cermin gue rampas,gimana kalau perawanan loh." Sewotnya dan langsung mengaca tanpa sadar dengan ucapannya yang membuat semua temannya membeku.
Thaya yang tadi masih baring dipaha arsen langsung bangun dan pergi meninggalkan mereka yang melihat nya sendu dan bersalah.
"Eh...kalian kenapa?" Tanyanya kemudian terkejut melihat temannya sekarang menatap tajam Kearahnya.
"Eh eh ehhh jangan nakutin gue,ada apa sih?"arsen yang kesal langsung saja meninggalkan mereka,dia berniat mengejar thaya,karna dia masih merasa bersalah dengan gadis itu.
Kringgggg...
Bel tanda masuk berbunyi menandakan jam ujian kedua siap di mulai,arsen pun tak jadi mengejar thaya yang sudah masuk ke dalam kelasnya.
"Resek banget sih loh." Dorong kelvin kesal ke Andi,begitu juga yang lainnya sampai ynag terakhir teo
"Kenapa sih?" Tanyanya masih bingung.
"Lo tu ya ndi...huffttt,lo tadi ngomong apaan?" Tanya teo
"Yang mana?"
__ADS_1
"Waktu lo pinjam cermin."
Puas berkutat dengan pikiran nya, dan membuat tubuh Andy membeku seketika sadar apa yang sebenarnya terjadi,matanya bergetar melirik ke teo.
"Yokk...g gggue,gue ngomong apaan yok,thaya gimana yok?" Tanya nya,matanya langsung berembun sendiri katna sudah mengingat apa yang dia ucapkan tadi,dia pun langsung ingin berlari untuk menemui thaya dan minta maaf.
"Eh eh eh mau kemana lo,kita udah masuk?" Tanya teo yang menarik baju Andi dari belakang.
"Gue mau nemui thaya yok,gue mau minta maaf."
"Heh...lo mau semua orang tahu ya bego,kalau mau minta maaf itu tunggu orang nggak ada aja,kalau lo ngomong sekarang lo bisa habis ditangan arsen." Teo mencoba mengingat kan temannya itu sebelum hal yang tak ingin terjadi bakalan terjadi padanya.
Setelah kejadian di taman belakang sekolah,dan saat Andy menunggu thaya untuk minta maaf tapi dia tidak menemukan gandis itu dan ternyata livy mengatakan kalau thaya duluan pulang karna telah menyelesaikan ujian dengan cepat,dan untuk Andi oun dapat tonjokan dari arsen,arsen sungguh marah pada andy,Andy secara tak sadar membuka luka lama thaya dan juga tambah bersalah dengan gadis itu.
Hari ini adalah hari dimana rombongan arsen untuk melihat hasil ujian kelulusan mereka setelah beberapa hari menjalankan ujian negara.
Semua orang menunggu tak sabar melihat hasil mereka begitu juga dengan empat orang cowok disana dan ditemani oleh pacar, adik dan juga pacar adik,sedangkan yang dua orang ada yang kembali ke Inggris untuk liburan dan ada juga yang ke kampung tempat neneknya dan itu adalah luna,dan thaya sendiri kembali ke Inggris untuk libur bersama daddynya.
"Dad...apa tidak ada rencana untuk menikah kembali?" Tanya thaya yang sedang duduk bersama daddynya ditaman kota london sambil merangkul lengan pria itu,kakinya berayun-ayun diatas kursi dengan kepala menyenderkan ke bahu daddynya.
Hari ini uno libur karna hari minggu,jika bukan minggu dia akan susah untuk diajak keluar karna pekerjaannya.
"Belum menemukan yang pas,lagian daddy sudah dua kali nikah,sudah cukup...daddy hanya mau temani kamu aja."jawab uno dengan melirik sebentar anaknya.
" Tapi jika aku nanti telah menikah daddy nggak ada yang urus,aku kan ikut suamiku nanti."
"Memangnya kamu mau tinggal dimana,kenapa tidak serumah dengan daddy saja dan buat anak banyak-banyak biar dirumah ramai." Jawab uno enteng,thaya langsung menjauhkan tubuh nya untuk melihat ke daddynya dengan tatapan shoch dan sinis.
"Kalau mau rame nikah aja sendiri, dan buat banyak-banyak...enteng banget ngomong nya."uno hanya tertawa meliat reaksi thaya,dia hanya bercanda tapi jika punya oun dia semakin suka.
" Gimana...masih betah disana?"tanya uno ke anaknya lagi
"Hm...betah,setidaknya mudah untuk melihat mommy,thaya sering pergi ke makam mommy nya dan terkadang saat dia kesana dia heran sudah ada bunga segar diatas malam mommy nya karna thaya datang saat hari meninggal nya mommy nya mungkin saja keluarga mommynua atau temannya,thaya tak tau dan tak mau tau karna yang dia tau mereka hanya pernah hidup bertiga dan juga keluarga livy.
__ADS_1