
guys kopi guys,saya belum minum dari es de...
hehehe
happy reading...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"jadi bagaimana ger,apa kamu sudah memutuskan untuk menerima pekerjaan ini?" tanya salwa ke gerry,kini mereka hanya tinggal berdua setelah wanita yang mengantar gerry tadi balik ke tempatnya.
"Iya buk,saya mau tapi... " ucap gerry gantung karna merasa malu ingin mengatakan niatnya,dia berniat ingin minta bayaran dimuka karna tadi pagi mamanya batuk berdarah lagi,dan dia ingin langsung membawa mamanya kerumah sakit.
"ada apa?" tanya salwa
"hm...maaf buk,apakah saya bisa mengambil upah nya di muka,karna saya lagi benar-benar butuh uang." jawab gerry dengan menundukkan kepalanya.
Salwa pun ingi memulai dramanya,"tapi ger,kamu kan baru mau kerja,bagaimana bisa kamu mau mengambil uang dimuka,saya ngerti kamu lagi membutuhkan tapi saya tak enak sama dengan senior kamu nantinya."ucap salwa seperti meyakinkan kalau dia memang tidak sanggup,padahal ini salah satu jalan rencana mereka.
"" maaf buk,saya hanya lagi butuh uang,tapi kalau ibuk tidak bisa juga tidak apa-apa,maafkan kelancangan saya buk."gerry masih menundukkan kepalanya karna berusaha menahan malu,diawal ingin bekerja dia sudah mau meminjam uang dengan atasannya,jelas saja salwa akan keberatan pikirnya,sedangkan salwa tersenyum penuh maksud dibibirnya.
"apakah kau sangat membutuhkan uang?" tanya salwa untuk melancarkan aksinya.
__ADS_1
"benar buk." jawab gerry.
"berapa?"
"hmmm... 20 juta buk." Jawab gerry pelan,dia merasa tak sanggup akan melihat reaksi salwa nantinya.
"20 juta,kamu untuk apa ger,uang itu sangat banyak?" salwa masih pura-pura terkejut sedangkan eva tertawa dari tadi melihat temannya itu bersandiwara dengan gerry,dia dapat melihat mereka di CCTV yang ada diruangan salwa yang sudah memang ada disana sejak dulu.
"hahah....Oh my god wa,kau sudah membuat anak orang ketakutan."ucapnya di dalam ruangannya yang terus memperhatikan salwa dan gerey,sedangkan HP nya masih terhubung panggilan dengan HP salwa,dia ingin mendengar apa saja yang di bicarakan mereka.
" iya saya tau buk,makanya saya ingin meminjam dulu dengan ibuk,dan ibuk bisa potong gaji saya nanti."
"Saya gak bisa ger,itu uang sangat banyak."ucap salwa memelas sedangkan gerry semakin melemah dengar jawaban salwa.
"siapa buk?"
"seseorang yang ku kenal,tapi aku tak yakin kalau kau bisa menerima keinginannya." pancing salwa,dia ingin melihat sebatas mana anak ini rela berkorban untuk ibunya.
"apa yang harus ku lakukan buk."
"dia tengah mencari sugar baby,apa kamu mau?" salwa langsung mengatakannya dengan gerry dan itu membuat gerry menegang.
__ADS_1
Glek..
"su su ssugar baby??gumamnya sambil menegak air liurnya dengan susah dan didengar oleh salwa,salwa pun mengangguk.
" apakah tak ada pekerjaan lain buk,s sssaya gak bisa menerima pekerjaan itu."ucap gerry terbata karna masih shock mendengar tawaran salwa,dia langsung teringat ucapan iban malam tad tapi bukan salwa yang ingin melainkan kenalannya.
"tidak ada ger..aku hanya teringat dia yang ingin cari sugar baby untuknya dan akan memberikan apa pun untuk orang itu."
"Oh maaf buk saya menolak nya,ya udah buk saya harus kemana untuk pemotretan nya." ucap gerry dan mengalihkan pembicaraan mereka yang membuat dirinya menelan susah air liurnya sendiri.
"Sebaiknya kamu pikirkan dulu sebelum membuat keputusan,bukannya kamu lagi membutuhkan banyak uang." pancing salwa lagi.
"tidak buk,Terima kasih tawarannya." gerry berusaha menolak dan tidak termakan pancingan itu.
"ya udah,jika berubah pikiran kamu masih bisa menghubungi saya,dan saya hanya memberikan waktu sampai malam nanti. " ucap salwa lalu dia menelfon bawahannya untuk mengantarkan gerry ke ruangan pemotretan,dan gerry pun mengikuti wanita yang didepannya ini.
"Udah dengar lu,dia gak mau jadi sugar baby babyan,lu anak baik-baik mau dirusakin." Ucap salwa mengambil HP nya dan berbicara dengan eva yang masih terhubung dengan panggilannya.
"ya elah aku kan bukan merusak,malahan ingin membantunya,lagiankan dia dapat enaknya juga."
"terserah ahh,aku malas ngomong sama lu,kita keluar yuk cari makan."
__ADS_1
"Oke." mereka pun mematikan panggilan yang tak berbobot itu,karna apa di bilang tak berbobot?
karna ruangan mereka hanya sebelahan saja,dari pada telponan kan mending nyebelah saja.