
Selamat membaca,jangan lupa like,komen and ulasannya ya bestie.
Diantara yang ada di kelas tdi juga ada grace yang melihat hal itu,dia merasa bertambah marah karna menurutnya thaya terlalu jadi perhatian yang seharusnya dia yang mendapatkan perhatian itu.
"Lihat aja,gue bakalan ambil alih perhatian itu." Batinnya.
"Grace...ayo kita ke kantin." Ajak ina sahabat grace,grace mengangguk dan tersenyum kearah ini,kini mereka pun pergi meninggalkan kelas yang sudah ada lagi yang disana karna sudah oergi ke kantin duluan.
"Grace...duduk disini." Panggil teo yang melihat grace dan ina yg baru masuk ke kantin dan mengajak nya bergabung dikursi mereka.
"Kakak ngapain ngajak dia." Kesal livy yang memang tidak suka dengan grace karna menurut nya grace itu cewek munafik.
Ada kejadian yang membuat grace berfikir begitu,padahal dulu mereka sempat akrab,tapi saat malam dimana dia sedang keluar dengan luna dan angel,mereka melihat grace baru keluar dari club bersama seorang pria yang yang sangat dewasa,bahkan cocok seperti seorang ayah,dan saat itu mereka pura-pura mengikuti mobil yang membawa graca dengan pria itu sampai dimana mereka melihat didalam mobil grace tengah saling berciuman dan mereka juga stop didepan hotel,walaupun mereka tidak mengikuti sampai masuk kedalam tapi mereka yakin kalau grace perempuan yang tidak benar sebab melihat bagaimana grace dan pria tadi didalam mobil,padahal kalau disekolah sosok grace anak yang tampak anti dengan dunia seperti itudak menjadi anak yang polos,itulah yang membuat livy jijik dengan grace.
Grace pun tersenyum kearah mereka dan Kini grace pun sedang berdiri dibelakang arsen dan ingin duduk disamping kanan arsen yang memang kosong,sedangkan disebelah kirinya ada thaya yang dari tadi menatap dengan datar ke grace,orang tak tau apa maksud dari pandangan itu.
"Hy kak arsen." Sapa grace tersenyum sedangkan yang disapa cuek cuek bebek saja dan masih melanjutkan makannya.
"Kenapa gak dimakan." Ucap arsen tanpa mengalihkan pandangannya ke makanannya.
"Kan belum datang kak." Jawab grace sambil tersenyum padahal yang disenyumin merasa tidak ngomong samanya.
__ADS_1
Arsen pun memandang ke thaya."makan lagi."ucapnya lembut sambil memegang pipi thaya yang masih diam tanpa menyentuh makanan nya.
Thaya sempat kaget karna arsen dengan tidak malunya memegang pipinya didepan orang banyak,sedangkan grace wajahnya sudah merah padam karna menahan malu,apalagi grace dan dua sahabat nya sudah pecah tawanya.
"Ehm...ayya ke toilet dulu bentar." Ucapnya menutupi kegugupan nya.
Tapi bukan nya langsung kembali ke kantin thaya malah duduk dibawah pohon dekat taman sekolah,dia seakan memikirkan sesuatu yang membuat sejak datang kemarin terus memikirkan nya.
Flashback
"Thaya...daddy bisa ngomong sama kamu sebentar." Ucap gerry saat melihat thaya yang barusan habi telfonan dengan daddy uno.
"Kamu taukan kalau daddy menyayangi kamu seperti putri daddy sendiri?" tanya gerry saat mereka sudah diruangannya.
"Ya...ayya tau dad." Jawab thaya pelan,dia jadi semakin yakin kalau gerry mendengar pembicaraan nya dengan daddy uno yang membicarakan mommy ana.
"Daddy mohon sama kamu juga menganggap kak arsen seperti kakak kamu sendiri,kamu juga tau kan bagaimana sejarah keluarga kita,daddy tidak mau kalau hubungan kita jadi renggang kalau kalian tetap berkeras untuk bersama,daddy tau kalau kedepannya belum jelas,tapi daddy hanya ingin mengantisipasi kan hal yang tak ingin daddy lalui akan terjadi.daddy sayang sama kamu ayy...tapi daddy jujur saja kamu kalau daddy tidak menyukai daddy mu,apalagi tadi daddy mendengar ucapan kalian,bukan bermaksud menguping tapi daddy tidak sengaja mendengarnya."ucap gerry panjang lebar dan menatap thaya dengan serius.
Thaya tersentak kaget,dia tau kalau daddy gerry mendengar obrolan dia tadi,tapi dia kaget atas pernyataan gerry,apakah dia bisa harus menganggap arsen sebagai kakaknya sendiri,sedangkan perasaan mereka sama-sama saling mencintai,tapi tak mungkin juga dia melawan ke gerry yang sudah dia anggap daddy keduanya.
"Baik dad...tapi berikan ayya waktu,tidak mungkin ayya langsung berubah ke kak arsen,pasti dia akan curiga nantinya." Thaya berucap pelan dengan menundukkan kepalanya,menahan air mata yang dari tadi sudah ingin keluar,tinggal hanya sekali kedipan pasti air matanya akan banyak keluar karna kesedihan yang dia rasakan sekarang.
__ADS_1
Gerry hanya mengangguk walau dia tau thaya tidak melihatnya,tangan nya meraih tubuh thaya yang tampak bergetar,dia tau kalau saat itu pasti thaya sedang menangis sambil tertunduk.Gerry mengelus pelan punggung gadis yang tengah dipeluk nya itu,ada rasa sakit dihatinya melihat gadis yang sudah dianggap nya sebagai anak itu menangis,tapi apa boleh buat,dia hanya tidak mempercayai uno yang ternyata masih memiliki rasa kepada istrinya.
"Maafkan daddy nak,maaf daddy sudah egois." Gerry buru-buru mengelap matanya yang sudah sedikit berembun itu.
Flashback off
"Ngapain lo disini?" Tanya kelvin yang melihat thaya yang masih duduk di taman dengan menutup matanya,kelvin pun duduk disamping thaya yang masih menutup matanya.
"Lo nangis?" tanya kelvin pula karna belum mendapat jawaban dari thaya.
"Enggak...ngapain you disini juga?" Tanya thaya mencoba untuk akrab karna dia lagi malas untuk beradu skill dengan kelvin.
"Gak ada sih,tadinya cuman mau cari angin habis makan...tadi kenapa makanannya gak dihabisin?" Ujar kelvin mengalihkan pandangannya ke thaya yang berada disampingnya,tampak dari raut gadis itu kini tengah memiliki masalah.
"Ck...ai lagi gak selera." Thaya berdecak pelan,jangankan makan,untuk menjawab pertanyaan kelvin aja dia merasa benar-benar malas.
"Ya elah sok-sokan gak slera,bilang aja lo cemburu kan?" Tuduh kelvin sambil menoel-noel lengan thaya yang membuat thaya melirik nya sebal.
"Cemburu apaan maksud you?" sarkas thaya yang menurut nya ucapan kelvin gak ada sangkut pautnya dengan perasaan dia sekarang.
"Bilang aja lo cemburu saat grace tadi duduk disamping cowok lo itu." Thaya dibuatnya melotot mendengar ucapan kelvin.
__ADS_1