MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
74


__ADS_3

Biasakan untuk like komen dan ulasannya karna sangat penting untuk saya😉


Happy reading


****


Setelah sampai di apartemen milik thaya,arsen pun menggenggam tangan gadis itu dan membawanya masuk ke dalam lift.


Mereka masih diam,mengontrol perasaan mereka yang sulit untuk ditahan.


Ting...


"Kakak tau dimana apartemen i?" tanya thaya bingung karna mereka sekarang sudah berada didepan pintu apartemen thaya,tanpa menjawab thaya pun seilah tak peduli dan langsung menekan pasword apartemen nya.


Arsen mengernyit angka yang ditekan thaya tadi,dia tak tau angka apa itu,tapi dia hanya diam dan ikut masuk ke apartemen thaya dengan tangan mereka yang masih bergandengan.


"Kamu masih lama disinikan?" tanya arsen saat ini yang sudah membawa thaya untuk duduk di sofa yang ada diruang tamu thaya.


"Emang kenapa?"


"Enggak... Cuman tanya?"


"Besok i kembali." jawab thaya,dia ingin melihat reaksi seperti apa yang akan diberikan arsen kepadanya.


"Kenapa cepat sekali,kakak masih rindu sama kamu." sungutnya seraya memeluk thaya,dia seakan tidak rela kalau pertemuan mereka ini hanya sampai besok.


Sedangkan thaya yang dari tadi menahan tawanya oun langsung meledak.


"Hahahhaha...i akan sekolah disini kak" Dengan tawa yang masih ada dan meletakkan tangan kanannya memegang wajah arsen dan mengelus rahang yang kokoh itu.


Cup


"Hukuman udah bohong sama kakak." arsen menahan tawa nya melihat tubuh thaua yang kaku setelah menerima kecupan darinya,bukannya berhenti kini arsen mala mendekatkan lagi wajahnya sehingga tak ada jarak lagi disana.


Emmmmmmm


Arsen ******* sedikit bibir manis yang ada didepannya itu,sudah dari tadi dia menahan keinginan itu,dan saat melihat thaya tidak memberikan respon arsen oun makin berani untuk melangkah lebih jauh,tapi saat dia ingin memasukkan lidahnya,Tiba-tiba thaya tersadar dan mendorong pelan tubuh arsen.

__ADS_1


"I mau mandi,gerah." ucapnya kaku sambil berdiri dan langsung berlari kekamarnya.


Brak...


"Astaga...dia mau rusak pintu ya." Arsenengelus dadanya karna kaget mendengar suara pintu yang ditutup dengan kuat,dia hanya tertawa melihat tingkah thaya yang menurut nya tidak berubah dari dulu,dia oun mengambil ponselnya danengetik beberapa kata disana dan mengirim kannya.


Thaya yang tadi langsung kekamar mandi oun langsung membersihkan wajah dan tubuhnya karna dia berfikir harus cepat istirahat karna besok dia memutuskan untuk masuk sekolah.


Setelah selesai dia oun pergi keluar untuk mencari arsen,sedangkan arsen kini terlihat sudah tidur disofa tadi tampak melepaskan sepatunya.


Thaya oun melangkah mendekat dan mencoba melepaskan sepatu arsen."kak... Kakak gak pulang."


Thaya pun masih menoel-noel pipi arsen untuk membangunkan kakak nya itu.


Hup...


Jari thaya pun ditangkap arsen dan langsung dimasukkan kedalam mulut nya.


Ugh...


"Aduh...sakit kak." ucapnya menggerutu.


"Kamu juga ngapain ganggu kakak tidur."


"Ya aku cuma mau ingatin kakak untuk pulang besokkan kita mau sekolah."


"Kakak tidur disini malam ini." ucapnya cuek dak bangkit dari sana dan pergi menuju ke kamar thaya.


"Eh... Itu bukan kamarnya,itu kamar i kak." Thaya mengejar arsen yang kini telah masuk kedalam kamar nya.


Hap...


"Kakak masih rindu." Ucap arsen memeluk tubuh thaya dari belakang,tadi setelah dia masuk arsen langsung bersembunyi dibalik pintu dan setelah thaya masuk dia pun langsung memeluk gadis itu dari belakang.


"Just tonight." imbuh nya dan dapat anggukan dari thaya,thaya tidak tau saja kalau arsen sudah menyeringai dibelakangnya.


Arsen masih memeluk thaya dan semakin mendekatkan wajahnya kebelakang kepala thaya,sampai thaya merasakan henbusan nafas arsen.

__ADS_1


"Kak..." Panggi thaya


"Hm."


"Sudah?"


Bukannya menjawab,arsen malah menjilat leher belakang thaya yang terpampang jelas karna gadis itu setelah mandi tadi mengganti pakaian nya dan mencempol rambutnya keatas jadi arsen tampak jelas leher yang jenjang itu dan sangat putih bersih,dia oun tak menganggurkannya lagi.


Ugh.. Thaya berusaha menahan gejolak yang dirasakannya,dia tak menampik kan perasaan itu,dia juga menginginkannya setelah rindu yang selama ini dia rasakan.


Arsen pun memutar tubuh thaya menghadap kearah nya,sudah nampak jelas mata mereka berdua yang sudah sayu,arsen pun tidak membuang waktu lagi,disambarnya bibir gadis itu dan dilumat nya dan sedikit kasar,thaya bukannya menolak dia malahan membalas ******* itu dan sengaja membuka mulutnya memberikan aksen untuk arsen menjelajahi mulutnya.


Ahh...suara laknat pun keluar saat arsen yang kini telah berpindah ke leher thaya,dia pun sibuk memberikan tanda cinta disana,dia mencoba mengontrol dirinya agar tidak menyerang thaya malam ini.


Mereka pun hanya melakukannya batas leher karna menurut arsen dia tidak akan merusak gadis yang dicintai nya ini.


"Ayo kita tidur." Ajak arsen dan membawa tubuh thaya kedalam pelukannya,mereka berencana untuk tidur bersama dalam arti bukan bermain kuda kudaan.


Mereka pun akhirnya tertidur walau awalnya thaya merasakan kesusahan,tapi karna hari ini dia sangat capek jadi dia oun tak sadar telah tertidur.


06.00


Ting...


Cklek...


Pintu apartemen terbuka dan menampakkan seorang perempuan masuk ke dalam sana dan langsung masuk kedalam kamar thaya yang dia yakini dia masih tidur,dan ternyata...


"Aaaaaaaaaaa...." Livy berteriak karna melihat kakaknya kini tengah tidur berpelukan dengan thaya,mereka oun berjengkut kagetendengar teriakan livy,thaya sangat kaget...dia pun beralih memandang ke arse,tapi yang dipandang sudah memasang wajah datarnya melihat orang yang sudah membangunkannya.


Plak...


"Apa yang kakak lakukan sama thaya...pasti ini kerjaan kakak kan,seharusnya malam tadi aku juga tidur disini biar kakak gak macam-macam dengan thaya." Sungut livy,wajahnya sudah kesal dari rumah tadi sampai datang ke tempat thaya dan melihat orang dua itu yang sedang asik masih tidur berpelukan.


"Ni ambil...cepatan mandi,kita mau pergi sekolah,barengan aja pakai mobil aku." Katanya sambil melemparkan bag yang berisi pakaian sekolah arsen yang dipesannya malam tadi untuk livy bawakan ke apartemen thaya.


Setelah sudah menunggu setengah jam mereka berdua bersiap,livy kini juga selesai menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga,karna walaupun livy sosok anak yang manja tapi dia lumayan pandai memasak karna sering membantu mommy nya untuk menyiapkan sarapan,bukan berarti mereka tak memiliki pelayan,tetapi memang mereka hanya senang melakukan hal seperti itu untuk keluarga mereka.

__ADS_1


__ADS_2