
"Wahh...gue nggak pernah merasa seringan ini,gila...setelah di ulti angel beban gue ringan baget." Ucap thaya dengan gaya seperti selebrasi C.RONALDO.
"anjay...berlebihan sekali anda berbicara nona,apakah butuh saya bantu dengan kata-kata saya agar semua bebanya langsung hilang bersih." Kelvin menimpali,sesuai kesepakatan tadi mereka berlima pun pergi ke mall.
"Wah...gue kok merasa keren ya,yak yak...kenapa kaki gue meletoy." Mendengar ucapan athaya membuat angel salting sendiri sampai tubuhnya merespon berlebihan karna selama hidupnya baru kali ini ucapannya kayak mario teguh,yang didengarkan orang.
"Hahahha...jadi merasa beneran hidup nggak sih ngel?" Tanya luna.
"POKOKNYA HARI INI KITA SENANG-SENANG...YEEEEE." mereka oun berlarian masuk ke mall dan langsung menuju tempat permainan,kelvin tidak masalah jika hanya dia satu-satunya cowok,bukankah jadi lebih terasa paling ganteng dari yang lain?!! 🤔
***
"Nak..." Panggil ana mengetok pintu anaknya,beberapa hari ini dia memperhatikan anaknya terus mengurung dikamar,jika pun keluar dia langsung pergi untuk keluar entah kemana mungkin ke basecamp nya sama teman-temannya.
Klak...
"Kamu nggak ikut?" Tanya mom ana melihat anaknya yang belum bersiap-siap,sore ini mereka akan menghadiri pertunangan seorang pengusaha muda kota itu,tapi melihat anaknya belum bersiap ana mengerutkan dahinya padahal tadi udah bilang kalau mereka akan pergi dan arsen juga setuju saja.
"Hm...tunggu bentar." Katanya datar lalu meninggalkan mom nya tanpa menutup pintunya,dia pun melangkah ke walk in closet,Dan langsung mengganti pakaiannya karna pulang sekolah tadi udah mandi jadi malas mau mandi lagi.
Mom ana hanya melihat sebentar anaknya lalu segera turun untuk menemui suaminya."udah siap?"tanya gerry.
"Bentar lagi,baru ganti baju." Jawab ana sambil menuruni tangga lalu duduk disamping suaminya.
"Dari tadi ngapain?"
__ADS_1
"Kayaknya masih galauin anak gadis uno tuh."gerry yang tadi lagi pegang ponselnya terus meletakkan benda persegi panjang itu diatas meja.
" Masih belum baikan,bukannya kemarin katanya udah,ada masalah apalagi hm?'tanyanya pada ana dengan lembut dan memeluk wanita itu,hanya pada ana dia bisa tau tentang anaknya karna dia sibuk bekerja juga memang tidak tau cara berkomunikasi dengan anaknya apalagi dengan arsen.
"Entahlah dad...dari kemarin dia udah jarang ngomong,tanya ke livy juga sama..."mereka pun diam bersama.
Ditempat acara,
" Selamat ya nak...jaga siskanya,sekarang ingat udah ada dia,jangan coba-coba mencari thaya lagi,kalau kakek mu tau bukan hanya kamu yang akan susah,thaya nya juga."ucap Tia kepada anaknya,acara pemasangan cincin telah selesai dan kini daren hanya berdua mamanya karna pria itu tadi pergi permisi untuk ke kamar tapi bertemu Tia yang baru keluar dari kamarnya.
"Mam...apa nggak ada yang lain bisa daren lakukan,ini terasa sulit mam." Keluhnua memeluk wanita yang sudah melahirkan nya itu.
"Hey...jangan seperti ini,jika ada yang lihat nggak enak dilihat kalau calon pria nya sedih di hari tunangannya."daren pun melepaskan pelukan mamanya melipat bibirnya kedalam mencoba menenangkan perasaan nya sekarang.
Huft...dia pun permisi kepada mamanya untuk melanjutkan ke kamar hanya untuk menenangkan diri sebentar disana,dia sungguh lelah sepanjang acara harus memberikan senyum palsunya agar kakeknya tak curiga padanya.
"Masuk." Jawabnya,dia telah berada dikamar tepat nya dibalkon hotel itu untuk sekedar merokok,padahal benda itu sudah lama tidak di hisap nya hanya akhirnya ini dia memerlukan benda itu.
"Kamu merokok mas?" Terdengar suara lembut bertanya padanya dan tiba-tiba sebuah tangan melingkar dipelukannya tapi dia masih tak bergeming dan terus menatap lurus kedepan dengan sesekali menghembuskan asap rokok.
"Kamu kenapa,dari tadi aku perhatikan kamu tak semangat dengan acara ini,apa kamu tak menginginkannya?" Dengan kepala menyandar dibahu belakang daren,Siska mengungkapkan kegelisahan nya,dia merasa kalau daren terpaksa menerima perjodohan ini.
"Kamu mau dengar jawaban apa?" Daren malah bertanya balik tanpa mengalihkan pandangannya.
"Ya udah nggak usah dijawab." Seakan tau apa yang akan dikatakan daren,Siska memutuskan tidak mendengar alasan daren yang mungkin tak sanggup dia terima,dengan sudah pertunangan ini dia hanya harap pria itu lambat laun akan menerimanya.
__ADS_1
"Kamu jangan terlalu berharap dengan pertunangan ini,karna mungkin saja suatu saat aku akan pergi." Sambil melepaskan pelukan siska,daren pergi dari sana meninggalkan Siska yang langsung menangis mendengar ucapan pria itu.
"Aku takkan biarkan kamu kembali bersamanya mas,apa pun akan ku lakukan buat kamu jauh dari dia." Sebenarnya Siska tau apa yang sebenarnya terjadi.
Suatu hari saat itu mereka pergi ke butik untuk memesan pakaian acara pertunangan mereka,dan saat Siska memilih baju daren permisi mau ke toilet,dia pun pergi meninggalkan Siska yang melanjutkan memilih pakaian nanti,tapi sepuluh menit daren belum kembali membuat dia menyusul pria itu.
"Jadi dimana thaya sekarang?"
"Dia pergi dari lapangan bos."
"Kemana...ya udah kamu tunggu disitu gue akan langsung kesana." Belum sempat anak buahnya jawab daren langsung mematikan panggilan dan langsung pergi keluar untuk mengajak Siska untuk pulang sekarang,ponselnya yang dari tadi bergetar tidak di pedulikan nya sama sekali,dia hanya ingin cepat mengantar Siska dan bertemu dengan thaya menjelaskan semuanya.
***
"Puas banget gue hari ini,..makasih ya udah mau denger dan temanin gue,gue baru sadar telah mengabaikan kalian selama ini,gue kira dengan gue nyimpan sendiri rahasia ini akan baik-baik saja,gue sakit sendiri,gue kesepian...dan lo ngel,lo paling berjasa buat gue." Ungkap thaya membuat angel terharu,mereka saat ini masih di mall tepatnya di restoran seafood untuk mengusir saya mereka yang habis pulang sekolah langsung kesana untuk bermain dan juga kadang belanja jika tak sengaja lihat barang yang diinginkan.
"Aaaaaa thaya...gue kan jadi perahuu."
"Terbaru ngel terbaru...
Tak...
" Apa anjir...seneng banget ketok pala gue,kalau gue bodoh lo mau kawin ama gue?"kesal kelvin yang kepalanya dijitak livy.
"Receh banget ...terharu woyyy,sok-sokan benerin ucapan orang tapi dia juga salah."
__ADS_1
"Namanya juga bercanda,jangan dibawa flat trus,gak bosan lo sama yang flat,udah lah kakak yang flat,hidup pun mau flat. " Dengan dua mata melirik keatas dan mulut yang merasa jenuh dengan kehidupan livy.