MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
52


__ADS_3

"Tanggal 10 nanti." jawab gerry langsung saat mendengar tanggal untuk acaranya,semua orang disana langsung melongo mendengar ucapan gerry.


"bukankah terlalu cepat,sekarang saja sudah tanggal 3 setidaknya dua minggulah untuk mempersiapkan acara kalian,kalian itu bukan orang sembarangan." jawab papa leon tak setuju pendapat gerry.


"Kamu apa-apaan sih ger,aku tak mau ya buru-buru gitu,aku mau acara kita itu berkesan nantinya."


"Jadi kapan sayang,jika dua minggu lagi berarti aku harus puasa dong." jawab gerry membuat semua orang disana mengerut kan dahi mereka.


"A aa aapa maksudmu?" tanya eva jaga-jaga.


"Itukan tanggal kamu biasanya datang tamu,aku gak mau ya harus berpuasa." Duarrr...semua orang disana melebarkan mata mereka mendengar ungkapan gerry yang sangat sangat minta di tampul.


"Ehm..." tuan leon berdehem karna tenggorokan nya merasa gatal.


"sebaiknya kita tetapkan dua minggu lagi,dan tak ada bantahan,kamu kira papa gak tau apa pekerjaan kalian,main bilang puasa lagi,apa kamu gak lihat leher anak orang kamu buat bagaimana." ucap tuan leon ke anaknya membuat semua orang berpaling melihat ke eva,eva yang merasa dilihat oun hanya menundukkan kepalanya.


Mommy nya hanya menggelengkan kepalanya karna merasa malu melihat tanda dileher eva,"sebaiknya memang cepat di nikahkan."ucapnya

__ADS_1


Gerry tak bisa lagi protes karna papanya sudah memutuskannya atau dia sama sekali tak jadi menikahi eva.


Sebelum pulang,eva mengajak gerry ke kamar anaknya,gerry tampak sangat terkejut karna Thomas mirip dengan wajahnya,wajar saja eva menutupi wajah Thomas selama ini,jika orang mengetahui wajah Thomas pasti akan berdampak langsung dengan hubungan guno,gerry dan eva.


Gerry mendekati anaknya yang tengah tertidur,bahkan cara tidur mereka pun sama karna Thomas tidur dengan posisi kepala dikaki seperti gerry,tapi eva tidak mengetahui nya karna selama mereka berhubungan mereka tidak pernah tidur menginap bersama,karna gerry akan pulang setelah melayani eva.


"Dia sangat mirip denganku."ujar gerry mengelus kepala putranya,dia tak menyangka kalau dia telah memiliki anak yang sudah besar,sudah banyak waktu yang dia buang tanpa mengetahui keberadaan anaknya.


"Siapa saja yang mengetahui tentang anak kita ini?" tanya gerry ke eva yang berdiri di belakangnya sambil memegang bahu gerry.


"Uno,orang tuaku,salwa dan iban,jawaban eva membuat gerry mengerut kan dahinya.


"Hm...iban,itu tidak kesengajaan karna waktu itu aku membawa Thomas ke apartemen salwa,dan ternyata iban mengetahui sandi milik salwa dan langsung masuk kesana saat aku dan Thomas ada,dan disitu lah dia melihat Thomas yang lagi main."


"Pantasan..." ucap gerry


"Pantasan apanya?"

__ADS_1


"Pantasan dia senyum gak jelas melihat aku saat kami membahas kehamilan buk salwa." gerry langsung teringat kejadian kemarin yang membuat iban tersenyum tak jelas padanya.


"Awalnya aku ingin kasi kejutan,tapi kayak nya gak bisa karna kau telah sadar duluan." ujar eva sambil sedikit tertawa.


"Apa aku boleh tidur disini malam ini?" tanya gerry dsn langsung dijawab seseorang yang baru datang.


"Enggak...sampai kalian menikah kamu tidak boleh lagi menyentuh calon istri kamu ini,bahkan kalau bisa kalian jangan bertemu dulu." ujar papa leon yang baru datang dan masuk kesana karna ingin melihat cucunya juga.


"Tapi pa..."


"Wahhh...dia mengikuti gen kita ger." ucap tuan leon merasa kaget melihat wajah Thomas dan cara tidur nya.


"Pantasan saja eva langsung mengenali wajah ku ternyata seperti ini yang dilihat dia saat melihat ku dulu,wajah kita bertiga sama-sama hampir mirip,seakan anakmu versi anak kecilnya."


"Dan papa versi tuanya." Sambung gerry,mereka bertiga pun tertawa kecil bersama.


"Aku pulang dulu ya,besok kita pesan pakaian dan membeli cincinnya." ucap gerry ke eva saat dia dan papanya ingin pulang karna hari sudah tengah malam,ini adalah acara lamaran yang fenomenal yang dilakukan hanya gerry.

__ADS_1


Berikan tepuk tangannya kepada gerry karna telah mendapatkan penghargaan pria yang fenomenal awal tahun ini.


__ADS_2