
"Hallo tuan leon."
"Akhirnya anda mengangkat nya,nona eva bisakah kau menemukan ku dengan orang yang nona katakan mirip denganku?" tanya tuan leon.
"Eh...kalau boleh tau untuk apa tuan?"
"aku hanya ingin memastikan sesuatu."
"Ehm begini tuan,mungkin dia tidak bisa keluar karna bentar lagi kami akan ke Singapura."ucao eba,karna saat dia tadi bersama gerry di hotel tiba-tiba ada nomor dari pihak rumah sakit menelfon nya untuk mengabari kalau mamanya bangun dan mengeluarkan darah lagi dari hidungnya dan bahkan kata dokter secepatnya harus di bawa untuk pemeriksaan lanjut di luar negri(jika terdapat kesalahan mohon dimaafkan, anggap saja ya seperti itu penyakitnya).
Eva yang mendengar ucapan orang tadi karna di loudspeaker gerry langsung memakai bajunya dan mengajak gerry untuk membawa mamanya ke Singapura,gerry yang awalnya tertegun karna mendengar ucapan dokter tadi pun langsung tersadar saat eva menarik tangannya untuk pergi kerumah sakit.
"Jadi kalian sekarang dimana."
"kami sedang menunggu helikopter untuk menjemput kami tuan,sampai sini dulu ya tuan kami akan berangkat."eva langsung mematikan panggilan tersebut dengan sepihak karna helikopter nya telah tiba dan ingin membawa mereka ke Singapura.
Eva ikut serta membawa mama gerry karna dia sudah memutuskan untuk membantu pria itu,karna bagaimana oun dia sudah memiliki sepakat untuk membiayai pengobatan mamanya gerry.
" Ger...lu yang sabar ya,mama lu pasti sehat dan kita akan pulang sama-sama."ucap eva menenangkan gerry yang tampak frustasi melihat keadaan mamanya.
"Kenapa aku meninggalkannya tadi nona,seharusnya aku menjaganya tadi."
"tidak akan ada yang berubah ger walau pun kau menjaganya tadi,mama mu pasti tetap akan di bawa juga."
__ADS_1
"Tapi nona..."
"sudah...kita serahin saja kepada dokter yang menangani nanti,kamu tenang aja aku akan terus mambantu kamu."
"Terima kasih nona,aku akan menyerahkan seluruh hidup ku dengan nona." ucap gerry meyakinkan ke eva kalau hidupnya hanya milik eva saja,karna wanita ini sudah banyak membantunya.
"Jangan dipikirkan dulu, sekarang kita fokus pengobatan mama mu." ucap eva lalu memeluk gerry untuk memberikan kekuatan untuknya.
***
"mereka akan ke Singapura,untuk apa pa?"tanya anita ke suaminya.
" entahlah ma,aku akan mencari tahunya dulu,kamu tinggal dirumah dan aku akan meminta bantuan kepada orang mencari tahu mengapa eva dan orang itu pergi ke Singapura."
"siapa orang yang dibawanya,mengapa dia sangat peduli,padahal itu bukan keluarga nya?" gumam leon di ruang kerjanya yang saat ini penasaran siapa orang yang dibawa eva dan orang yang dikatakan eva mirip dirinya.
Leon pun langsung berdiri karna dia tak mau terus menebak-nebak siapa orang itu,dia pun lalu mengajak istrinya unyuk menyusul mereka ke Singapura.
"Cari tau pasien yang di bawa ke Singapura ke rumah sakit mana,katakan kalau kamu keluarga nya." ucap leon ketika menelfon asisten nya untuk pergi kerumah sakit yang menangani mama gerry tadi dan bertanya akan dibawa ke rumah sakit mana pasien tersebut.
Kini gerry dan eva telah sampai ke Singapura dan langsung membawanya ke lantai bawah rumah sakit MOUNT ELIZABETH,karna helikopter mereka mendarat di atas rumah sakit itu yang menyediakan lapangan khusus untuk pasien darurat seperti ini.
Rumah sakit Mount Elizabeth Hospital adalah rumah sakit di Singapura yang memiliki 8 pusat keunggulan, yang didukung dengan lebih dari 450 dokter spesialis senior dan 345 bed rawat inap.
__ADS_1
Pusat keunggulan Mount Elizabeth Hospital antara lain: jantung, bedah jantung, vascular surgery, gastro, IVF, transplant ginjal, ortopedi, dan kanker.
Karna mama gerry terkena leukimia yang juga dikatakan dengan kanker darah,makanya eva memutuskan untuk membawa ke rumah sakit yang terkenal itu berharap mama gerry bisa terselamatkan dan sembuh.
"Hallo sal?"
"Lu dimana bege,dari tadi aku hubungi gak di angkat?" kesal salwa karna dari tadi dia menghubungi eva tadi yang dihubungi tidak mengangkat panggilannya.
"Sorry sal,aku baru lihat hp,aku lagi di Singapura bawa mama gerry kesini." ucao eva sambil memijit kepalanya yang sedikit pusing dan juga merasa kecapean,entah kecapean tiga ronde atau capek lainnya.
"What...jangan bilang lu udah ketahuan?"
"That's right...dia tiba-tiba menghidupkan lampu kamar hotel nya."
"Oh my god,jadi apa reaksinya?"
"Bukankah sudah dapat ditebak,oh ya...lu ngapa hubungi aku?"
"Oh aku hampir saja lupa,aku mau nanyain rapat besok...tapi kalau lu disana gimana rapat besok va,itu rapat penting loh,lagian daddy lu juga hadir dengan makhluk astral."
"Oh my god,aku harus gimana ni?"
"Nona."
__ADS_1