
Menjelang subuh kegiatan mereka berhenti karna eva sudah tidak sanggup lagi melawan dan juga tubuh nya terasa remuk dibuat gerry,pemuda itu seperti tidak memiliki kata lelah kalau sudah di ajak olahraga raga satu ini.
Eva memejamkan matanya karna sudah sangat mengantuk dan juga merasa lelah,karna setelah acara nya yang ramai kedatangan undangan sampai selesai dia harus menyelesaikan permainan yang ditantangnya sendiri dengan gerry.
Gerry hanya tersenyum melihat istrinya itu sudah tertidur saat dia baru saja ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan membawakan handuk basah untuk mengelapi tubuh istrinya itu.
Gerry mengelap nya dengan pelan-pelan agar istirahat istrinya tidak terganggu,lalu menutup tubuh istrinya dengan selimut,lalu dia oun ikut berbaring disamping eva dan memeluk tubuh wanita itu.
Dia merasa sangat bahagia kini eva telah menjadi istri nya dan tidak ada lagi penghalang hubungan mereka,dia pun menyusul istrinya yang telah terlelap dari tadi.
****
22 tahun kemudian
__ADS_1
"IVY!!!!!" teriak seorang pria yang sedang mengejar adeknya yang tadi mengambil ponselnya dikamar.
"Mom...dad...tolong aku!!!" teriak ivi karna kakaknya berhasil menangkapnya dan membawanya kekamar dia kembali,sedangkan orang tuanya yang mendengar teriakan itu hanya menggeleng kepala karna hampir setiap pagi anaknya itu teriak,kalau tak di ganggu kakaknya berarti dia yang memulainya,mereka hanya diam mendengar teriakan putri itu.
"Jangan ngomong macam-macam dengan mom and dad kalau enggak kakak akan adukan kalau malam kemarin kamu bukan pergi kerja kelompok tapi ketemu sama si joy ya."arsen mengancam adiknya jika memberitahukan kepada orang tua mereka apa yang dilihat adiknya itu di ponselnya.
Tadi ivi berencana ingin minta antar kakaknya ke sekolah dan dia langsung masuk dan tidak melihat kakaknya disana,disaat dia ingin keluar dia melihat ponsel kakaknya berbunyi dan melihat nama grace sedang menghubungi kakaknya.
Grace adalah pacar arsen,tapi sebenarnya pria itu tidak mencintainya hanya untuk pengalihan saja,ivy hanya menunggu panggilan itu berhenti dan ingin memeriksa ponsel kakaknya itu,jiwa nakalnya ingin melihat apa yang ada di ponsel arsen yang bisa jadi bahan ancaman untuk kakaknya itu,lalu ivy ingin membuka ponsel kakaknya tapi tidak bisa dibuka karna memakai sandi,tapi dia melebarkan matanya karna baru menyadari gambar yang tertera di layar terkunci kakaknya itu.
Klak
Pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan seorang pria yang seperti nya habis mandi,dia hampir saja berteriak saat melihat ada adiknya di dalam kamar nya.
__ADS_1
"Ivy!!! " geramnya,padahal dia sudah sering mengatakan pada adiknya jangan masuk sembarangan ke kamarnya,tapi belum sempat ivy jawab mata arsen melihat sesuatu di tangan adiknya lalu melihat ke arah wajah ivi yang telah memasang wajah yang menjengkelkan untuk dilihat arsen.
"Kembaliin ponsel kakak." pintanya baik-baik,dan menahan rasa ingin marahnya karna ivy berani memegang ponselnya.
"Tidak mau,kakak harus jelaskan sesuatu dulu padaku." ucap ivy santai,arsen memejamkan matanya karna saat ini dia sangat merasa kesal dengan adiknya itu.
"Ivy...kakak bilang kembaliin ponsel kakak,kalau tidak...
" Kalau tidak kenapa?"potong ivy langsung dan menantang kakaknya.
"Kakak akan..." gantung arsen dan mempersiapkan ancang-ancang untuk menangkap adiknya itu,tapi sepertinya diketahui oleh ivy,ivy langsung berlari keluar karna arsen mengejarnya,dia pun berteriak untuk meminta tolong kepada orang tuanya yang berada dilantai bawah yang sedang menunggu mereka sarapan.
Baru bisa update,seharian mati lampu,Wi-Fi mati sinyal tak ade,batre pun habis...
__ADS_1
Othor kasi bonus ya