
"Katakan siapa!?"
"Ehmmmm...buk eva nona,mestinya nona kenal dengannya karna buk eva sahabat buk salwa."ucap gerry pelan dan meremas tangannya merasa takut kalau wanita itu marah dan mengadukannya ke buk eva.
Pftttttt...hahahhahaha
Eva tak bisa menahan tawanya mendengar pengakuan gerry,dia tak nyangka kalau dirinya yang dikenal gerry,adalah wanita yang dibayangkan sedang bermain dengannya saat ini.
"bagaiman kalau dia tau kalau ini adalah aku." batin eva dan masih tertawa sedangkan Billy menatap heran kepada wanita yang didepannya itu,walaupun tidak bisa melihat orang nya.
"Kenapa nona tertawa,bukankah seharusnya memarahi saya?" tanya gerry.
Dan eva pun sedikit-sedikit menghentikan tawanya walau masih ada sedikit rasa yang menggelitik diperutnya.
"Kenapa kau bisa membayangkan buk eva,apa kau pernah menyentuh nya?" eva malah balik bertanya ke gerry,dia ingin tau kenapa gerry bisa membayangkan diriny,padahal di kehidupan nyatanya mereka tidak saling dekat.
"Tidak,tapi jujur saja saya tertarik dengan buk eva dan saya merasa tubuh nona hampir sama dengan tubuh buk eva,tapi itu hanya penglihatan saya saja,saya tak pernah menyentuhnya." terang gerry dan menjelaskan kalau dia tidak pernah menyentuh CEO di perusahaan tempat dia kerja itu.
"Apakah kau sering memperhatikan nya?" tanya eva lagi,dia sangat senang mendengar pengakuan gerry ini.
__ADS_1
"Kalau saya tak sengaja bertemu dengannya saja." jujur gerry karna memang itu adanya.
"apakah nona tidak marah dan mengatakan nya ke buk eva,saya mohon jangan nona adukan ke buk eva,kalau tidak saya akan diberhentikan dari pekerjaan saya."mohon gerry merasa ketakutan kalau wanita ini mengadukan dengan atasannya itu.
Pftt pftt huahahah...srkali lagi eva tertawa sekencang-kencang nya dan tambah membuat gerry kebingungan.
"Kamu tenang saja,aku tidak akan memberitahukannya,dan juga aku tidak keberatan kalau kau menganggapku dengan buk eva mu itu." ucap eva disela ketawanya.
"Gerry...gerry...kamu buat aku gemas saja." batin eva dengan tersenyum-senyum.
"Terima kasih nona,apakah saya bisa pulang sekarang,saya takut mama saya menunggu saya." kata gerry tiba-tiba teringat mamanya.
"Baik nona,saya pasti ingat." jawab gerry,dia pun memungut pakaiannya dan wanita itu sambil meraba-raba,sampai dia terpegang suatu kain yang kecil berbentuk segitiga saat di memegang dengan kedua tangannya,dia pun langsung teringat dengan permainan mereka tadi,lalu dia cepat-cepat memberikan kain dan pakaian milik wanita tadi.
Setelah mereka sama-sama sudah memakai pakaiannya,eva pun kembali berbicara.
"Setelah kau pulang nanti,aku aka mengirimkan uang nya ke rekening mu,jadi kau kirimkan saja nomornya."
"Baik nona,nanti saya akan mengirimkannya."
__ADS_1
"Ya sudah kamu keluarlah dulu,aku masih harus menunggu disini."
"Baik nona,saya pergi dulu." ucap gery lalu meraba-raba lagi mencari pintu keluar,tapi langkahnya dihentikan dengan ucapan eva lagi.
"Aku mau kamu tidak terlalu kaku berbicara denganku,seperti biasa saja,seperti seorang kekasih." ucap eva sambil menjilat telinga gerry,tiba-tiba wanita itu sudah ada didekatnya.
Tubuh gerry merinding dan dia merasa intinya mulai ingin mengeras lagi,tapi dia buru-buru mengiyakan ucapan wanita itu lalu langsung keluar dari kamar itu,sedangkan eva senyum-senyum melihat reaksi gerry.
"Ah...sepertinya aku seorang laki-laki yang sedang mengganggu wanita polos di sebuah novel,rasanya kehidupan kami tertukar." ketawa eva mengingat hubungan nya dengan gerry.
Setelah gerry keluar dari kamar itu eva pun menghidupkan lampu kamar itu.
Klap...
Dia melihat kearah ranjang dimana dia tadi sudah bertempur dengan gerry,terlihat disana bercak merah menghiasi warna alas kasur yang putih itu,lalu dia tersenyum dan mengingat kembali kejadian yang tadi mereka alami.
"Ahhh...sepertinya aku bakalan ketagihan." gumam eva dan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.
Oh my god sudah lima kali aku ganti kata-katanya,jadi kalau kalian lihat kata-kata yang aneh,percayalah kalau aku sudah sakit kepala mikirkan ulang karna dah dari kemarin ditolak terus eps 18
__ADS_1