MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
91


__ADS_3

Kebetulan hari ini anak kelas 3 memiliki jam kosong,karna gurunya tak ada pak anwar menyuruh mereka bergabung untuk pelajaran olah raga sekalian latihan untuk dua hari nanti persahabatan dengan sekolah lain.


"Sssstttt... Ini yang bikin gue semangat kalau jam pelajaran penjas." Celetuk andi menatap berbinar pemandangan didepan dimana siswi disana mengenakan baju olah raga yang sepertinya sengaja memilih yang kecil dan untuk celana memang pendek tapi tidak sependek yang sebagian siswi yang dilihat andi ini,termasuk rombongan livy and the geng.


"Eh dimana thaya?" tanya andi setelah sadar tak ada thaya diantara siswi yang baru datang itu,arsen dan yang lainnya juga melihat tidak ada disana,Padahal yang dicari kini masih di toilet kebelet pipis,jadinya dia menyuruh livy duluan.


"Gila si livy,body nya bikin gue pengen hilaf." Andi geleng-geleng kepala saat kembali melihat ke livy,dia memang sudah lama naksir dengan adik sahabat nya itu tapi sepertinya arsen tidak menerima niat baiknya.


Plak...


"Jauhin mata lo." Kata arsen datar setelah menggeplak kepala andi membuat andi mengelus sakit di kepala nya.


"Ck...kan sayang di angguri,lagian mereka sendiri kok yang menyuguhkan pemandangan yang sangat indah ini." Katanya dengan bersungut membela diri sendiri.


"Alah...livy menang tinggi doang aja dibanggain,tuh lihat..." tunjuk teo dengan dagunya kearah grace yang juga baru datang bersama ina.


"Pendek-pendek tapi beisi." Ucapnya dan langsung tertawa merasa geli sendiri mengucapkannya.


"Yaelah...modelan kentang doang." Cibir jimmy yang dari tadi hanya menjadi pendengar."lo kenapa bos?"tanya jimmy kemudian melihat mata arsen kini melebar seperti ingin keluar dari tempatnya,lalu dia pun mengikuti pandangan mata arsen.


"Perfect!!!" Ucap mereka bertiga sambil menggelengkan kepala melihat ciptaan Tuhan satu ini,walaupun sempat beradu mulut dengan thaya tak membuat teo memungkiri kecantikan gadis itu,diantara tubuh yang mereka sebut tadi,tubuh thaya sangat sempurna menurut mereka,dimana memiliki kulit yang putih bermata biru abu-abu,tinggi,dan jangan lupa atas bawah yang semok.


Glek...


"Apakah saat itu memang sudah sebesar itu."batin arsen masih menatap thaya dengan intens,dia jadi teringat permainan merek dulu.


"****....damn damn. "tutuk nya pelan tapi terdengar oleh andi.


" Kenapa bos?"


"Gak papa."


Mereka pun langsung berdiri mengikuti arsen dan yang lainnya kelapangan karna guru mereka telah tiba disana.

__ADS_1


"Hay." Sapa arsen saat melewati belakang thaya berbisik ditelinga gadis itu membuat thaya melirik tajam kearahnya.


"Apa?!!" Sentaknya,karna dia jadi sensi kalau arsen tiba-tiba dekat dengan nya seperti itu.


"Ketus amat,tapi masih cantik." Senyum arsen lalu pergi dari sana untuk masuk kebarisan mereka disebelah thaya.


"Apa itu bos kita???" Mereka bertiga yang melihat tingkah arsen tadi melongo karna belum pernah melihat bos nya menggoda cewek,apa tadi itu?senyuman maut bagi yang tak sanggup menerima nya,untung saja hanya thaya yang melihat.


"Antartika sedang mencair." Cetuk jimmy.


"HEI KALIAN...JANGAN GODAIN SISWI DISANA, CEPAT PERGI BERBARIS.!!!!" teriak pak anwar garang membuat andi,jimmy,dan teo tersadar kalau bos nya sudah duluan pergi dari sana meninggalkan mereka.


"Dasar bos gak punya akhlak lo ya,main tinggalin kita aja." Kesal andi dan ingin mengetok kepala orang yang ada didepannya ini,tapi tak jadi saat arsen menoleh kebelakang.


"Ada apa?"


"Gak ada apa-apa bos." Andi hanya cengengesan membuat jimmy dan teo tertawa dibelakang.


Karna muridnya bertambah jadi pak anwar membagi dua kelompok dengan menjadi murid campuran antara murid kelas satu dan kelas tiga.


Rombongan pertama terdiri dari arsen,andi,thaya,livy dan yang beberapa murid lainnya,dan sebagian yang tidak disebutkan menunggu di pinggir lapangan.


"Hay grace." Sapa teo dengan senyuman menghiasi bibirnya sedangkan jimmy memutar malas matanya,entah kenapa teman satunya ini bisa naksir dengan ulat bulu satu ini,hanya teo saja yang suka dengan grace,dia dan Andy dan bos nya sangat jijik dengan perempuan sok polos itu.


"Hay kak teo dan kak jimmy." Balasnya dengan tersenyum juga, lalu mereka duduk berdekatan dipinggir lapangan menunggu giliran.


"Entar ke kantin barengan ya?" Ajak teo mengajak grace berbicara hanya untuk basa basi.


"Hm oke...tapi kak arsen juga ada disana kan?"


"Bwahahaha...yang nanya siapa ditanya siapa,enak gak tuhhhh." Jimmy menahan perutnya yang terasa sakit akibat tertawa membuat orang disana meliriknya sinis karena berisik.


"Kak diam donk,kita lagi liatin kak arsen main ni." Ujar adik kelas jimmy yang merasa terganggu ketawa jimmy yang kuat sehingga mereka tidak fokus melihat idola sekolah bermain.

__ADS_1


"Iya ni jim...berisik tau nggak,padahal lagi enak-enak liatin Athaya main juga." kesal ian yang satu kelas dengan mereka.


"Ckk...nonton ya nonton aja ngapa sibuk ngurusin orang juga." Bukannya diam dan minta maaf jimmy malah balik kesal ke orang yang memarahinya tadi,mereka pun melihat kelapangan lagi dari pada ngeladeni jimmy yang memang memiliki mulut lemes.


Kini pak anwar bergantian memberikan bola ke siswa-siswi nya dan mereka mencoba meloncat untuk memasukkan bola,karna sebagian anak kelas satu ini tidak banyak yang tau bermain basket karna mereka lebih ke pelajaran yang berat-berat makanya mereka anak unggulan disana,tapi giliran thaya semua mata memandang takjub kearahnya,gadis itu sangat lihai memainkan bola dan dengan mulus memasukkannya ke ring basket.


Prok


Prok


Prok


Banyak suara tepuk tangan diterima thaya saat dia berhasil memasuki bolanya,dia hanya bisa tersenyum malu lalu tak sengaja memandang ke arsen yang kini melihat nya juga.


"Kamu sangat cantik sayang."arsen hanya bisa membatin memuji thaya,memandangnya dengan penuh damba taoi sekarang sulit untuk menggapainya.


" Yo thayaaa...gilak keren keren... Wooooo."teriak kelvin di pinggir lapangan karna dia giliran kedua untuk main.


"Athaya...nanti setelah istirahat kamu kekantor ya,tapi kamu pergi makan dulu baru kesana." ucap pak anwar dan diangguki thaya.


"Ada apa thay?tanya livy mendekat ke thaya.


" Pak anwar nyuruh gue ke kantor setelah makan istirahat."


"Ooo... Mungkin mau ngajak lo main untuk persahabatan tadi,gue lihat lo hebat banget main tadi."


"Maybe." Mereka pun melanjutkan permainan mereka sampai pertukaran pemain dengan giliran rombongan kelvin dan yang lainnya.


"Grace...kayaknya pak anwar tertarik deh sama athaya." Ucap ina pelan takut ada yang mendengar mereka mengomongin thaya,karna bagaimana pun thaya banyak memiliki fans disekolah itu walau oun dia baru disekolah itu.


"Maksud lo?"


"Ya maksud gue pak anwar tertarik dengan Athaya untuk main basket bersama untuk persahabatan nanti,lo kan juga main...lo gak takut apa posisi lo direbut dia?" Tanya ini membuat grace juga berfikiran seperti itu,dia tidak mau kalau thaya mencuri semua perhatian disana.

__ADS_1


__ADS_2