
"Apa kamu sudah merasa baik sekarang?" Tanya gerry ke anaknya, saat ini mereka telah kembali ke mansion mereka.
Arsen awalnya diam lalu menatap ke daddy nya. "Sedikit mending."ucapnya lurus seperti ada yang menjanggal dari ucapan itu.
Gerry mengangkat sebelah alisnya mambalas menatap ke arsen." Daren Nicolas?
Arsen hanya membuang nafas dengan kasar dan panjang merasa kan sesak didadanya karna daddy menjawab dengan tepat.
"Sebaiknya sekarang kamu fokuskan ke sekolah kamu saja dulu,kamu sebentar lagi akan ujian dan akan segera tamat,karna thaya tidak ingin pertanggungjawaban kamu setidaknya kamu bangkit dan berusaha menjadi orang sukses dan berguna bagi thaya,ingat...janur kuning belum melengkung,ada jalan kita sikat." Gerry mencoba mencoba memberikan semangat kepada putranya yang tampak merasa insecure dengan musuh cintanya.
"Setidaknya kalian masih tetap bersama seperti dulu dan thaya tidak marah lagi sama kamu...untuk perasaannya ya dengan bergilir nya waktu mungkin saja dia akan mengingat kebersamaan kalian,dan jika sqat itu memang tiba daddy tidak akan menghalangi kalian lagi." Ucap gerry yakin dan arsen memandang semangat ke daddy nya lalu memeluk pria itu.
"Terima kasih dad,sungguh... Sungguh ini yang arsen butuh kan sekarang dan hanya daddy yang mengerti." Gerry tersenyum mendengar ucapan putranya lalu dia melonggarkan pelukan mereka dan memegang kedua bahu pemuda itu
"Kamu harus semangat tapi jangan melewati batas lagi. " Ingatkan gerry yang tau sekali sifat anaknya itu.
"Yes dad,thank you."
"Yoo... Lihatlah mom,orang yang bermusuhan beberapa hari ini tengah berpelukan,apakah ada kabar gembira yang mereka bawakan sekarang?" Ucap Livy sambil menyilang tangannya didada bersama ana yang turun dari tangga dan melihat ayah dan anak itu saling berpelukan dan seperti orang yang tengah merasa bahagia.
"Kemarilah." Pinta gerry membuat istri dan anaknya itu mendekat dan duduk diruang tamu.
"Thaya dan arsen sudah berbaikan dan juga tadi mereka berdansa bersama." Ucap gerry memberitahukan kepada anak dan istrinya itu,ana dan livy sungguh merasa senang apalagi livy yang sudah tak sabar untuk hari esok bertemu athaya.
Keesokan harinya...
Athaya sudah bangun lebih dulu dan melihat daren yang masih tertidur disamping nya, mdia pun turun dari sana dan pergi untuk mandi dan bersiap untuk sekolah,dan untuk sarapan nya thaya hanya membuat sandwich dan roti bakar sedangkan minumannya thaya membuatkan kopi dan susu putih.
Mendengar suara berisik langkah didapur membuat daren terbangun karna pintu kamar thaya sengaja tak ditutupnya.
Daren pun langsung pergi kekamar mandi dan membutuhkan waktu 15 manit dia telah menyelesaikan kegiatannya,dia pun keluar untuk menanyakan apakah Bima sudah membawa kan pakaian nya.
"Sayang apakah Bima sudah mengantarkan pakaian kakak?" Tanyanya sambil menggosok-gosok rambutnya dengan tangan sebelah,dan saat thaya berbalik melihat ke arah daren...
Glek...
Matanya melebar dan nafasnya tiba-tiba berhenti dan wajahnya sudah memerah sampai ke telinga, melihat reaksi Athaya membuat jiwa jahil daren meronta-ronta,dia pun berjalan mendekati thaya yang matanya terfokus ke perut sixpack milik daren.
__ADS_1
"No... Ini bukan sixpack tapi eighpack." Gumamnya sambil meraba perut daren yang sudah berada didepannya.
Daren menongakkan kepalanya merasakan sentuhan tangan thaya,rencananya ingin menggoda thaya malah dia yang tergoda.
"Jangan menggoda kakak thaya kalau kamu tak ingin menuntaskan nya." Geram daren merasakan jika adik besarnya kini bangun dari tempat nya membuat thaya tak sengaja melirik kebawah.
"Kyaaaaaa.... Kakak mesummm!! "Teriak Athaya dan berlari mundur menjauh dari daren yang sudah mencebik.
" Bantuin kakak,kamu dari malam tadi nyiksain kakak terus. "Melas daren mencoba untuk mendekati thaya tapi thaya langsung menjauh dengan wajah memerah malu sudah sembarangan melihat.
"Iiihhhhh kakak mesum,Athaya udah mau berangkat sekolah." Ucap thaya.
"Berarti kalau idah pulang mau ya." mata daren berbinar berharap lebih.
"Ya enggak lah,udah ah...thaya berangkat dulu,tapi kalau udah gak kuat sabun thaya masih banyak kok di kamar mandi." Goda thaya dan langsung berlari keluar dari apartemen nya sambil tertawa kuat,sedangkan daren sudah mencak-mencak rambutnya karna merasa frustasi dengan kelakuan athaya,tapi dia juga tak ingin memaksa thaya.
Saat ini Athaya sudah sampai ke parkiran sekolah dia pun bercermin sebentar untuk melihat riasannya atau memastikan apakah ada tanda cintanya terlihat.
Sedangkan daren tadi sudah mendapatkan pesan dari thaya kalau pakaian daren ada disofa ruang tamu,kini dia sudah berada di kantor nya dan sudah disibukkan dengan setumpuk kertas yang sudah siap tempur.
Drrttt...
"... "
"Nginap diapartemen." Daren sengaja menutupinya dari mamanya karna dia tak mau kalau thaya dianggap gadis nakal menerima pria tidur ditempat nya.
"..."
"Oh ya malam ini bagaimana kalau kita makan malam bersama,daren ingin mengenalkan seseorang."
"... "
"Baiklah...mama atur saja." Setelah itu dia pun mematikan panggilan itu dan melanjutkan pekerjaannya.
Ting...
*Kak...thaya udah berada di kelas,selamat bekerja :*
__ADS_1
"Oh Tuhan... Dia sangat menggemaskan." Gumam daren melihat pesan yang dikirim thaya.
***
"Athaya." Panggil livy,dia mencoba untuk menyapa thaya dulu walaupun dari cerita kakak dan daddy nya malam tadi thaya sudah tidak marah lagi.
"Hy." Jawab thaya dengan senyuman yang menghias dibibirnya,livy yang melihat itu pun melebarkan senyumnya,dia langsung memeluk erat thaya.
"Jangan marah lagi,gue rindu sama lo." Kata livy dibalik pelukan mereka sedangkan dua temannya tersenyum melihat mereka berdua sudah akur kembali.
"Ya udah kita masuk yuk." Ajak angel menghentikan kangen-kangenan orang berdua itu,lalu mereka berempat pun masuk kedalam kelas dan thaya melihat kalau kelvin ternyata sudah datang lebih dulu darinya.
"Cepat amat berangkat nya." Ucap thaya sambil meletakkan tasnya di atas mejanya.
"Bukan gua cepat,lo yang lambat datangnya." Ketus kelvin masih sambil main ponselnya.
"Main apaan sih?" Kepo thaya menjenguk ponsel kelvin membuat tubuh mereka dekat.
"Ya jangan dekat-dekat juga kali,lo sengaja ya buat gua salting."
"Perasaan sekali anda jadi manusia." Thaya melirik sinis ke kelvin lalu dia pun duduk kembali ke kursinya.
Tak lama pelajaran pertama pun mulai dan mereka diminta untuk mengganti pakaian olahraga raga karna mapel pertama penjas.
Athaya,livi dan dua temannya pun keluar bersama ke ruang ganti sekolah itu,sedangkan grace dan ini berada dibelakang nya.
"Entar pulang sekolah jalan yuk,sebelum kita ujian." Ajak luna saat ini mereka sudah diruang ganti dan mengganti pakaian mereka.
"Boleh juga,kita juga udah lama gak jalan liv,apalagi sekarang juga ada thaya,kita keluar sama-sama aja yuk entar sore."jawab angel.
" Ehm boleh juga,gimana...mau nggak thay?tanya livy ke thaya, kini mereka sudah berjalan pergi ke lapangan untuk mengisi pelajaran penjas,dan hari ini mereka bermain basket.
"Ehm...gimana ya,lama nggak?"
"Emang lo ada urusan ya?" Tanya livy lagi
"Ya kalau habis pulang sekolah nggak ada,tapi entar malam ada."
__ADS_1
"Ya udah ntar pulang sekolah aja kita ke mall dan sore sudah bisa pulang,gimana?" Usul luna,dia nggak mau jika tidak jadi karna hari ini dia kosong dan sangat membosankan jika berada di rumah.
"Oke deh."