
Masih flashback ya,
"Aaaaaa...hidung Squidward!!!" teriak karen lagi melihat roti yang dibilang uno yang menjuntai seperti hidung Squidward yang pernah di tonton.
Uno mengerutkan keningnya tak mengerti apa yang dikatakan dengan karen."siapa Squidward?"tanyanya tapi karen tidak menjawabnya karna masih shock telah melihat Roti baguette milik uno.
"Itu bukan hidung Squidward tapi itu roti baguette yang dimaksud nya...oh tuhan,pantas saja milikku sangat kesakitan." batin karen masih deg-degan setelah dilihat kan roti lain dari uno.
"Apa kau tak ingin memegangnya seperti kau memegang roti di perutku?" tanya uno pula dan melupakan tentang hidung Squidward yang di katakan karen tadi,sekarang dia malah ingin melanjutkan menggoda wanita yang tengah memerah itu.
Uno pun mengambil tangan wanita itu yang sempat terlepas karna terkejut dengan roti baguette miliknya dan menaruhnya di roti baguette miliknya.
"Aaaaaa...kenapa keras sekali!!!" teriak karen lagi dan membuat kesal uno.
"Kenapa kau hobi sekali berteriak,jika kau memang suka berteriak...baiklah,aku akan membuatmu berteriak terus." ucap uno dan langsung membopong tubuh karen untuk ditaruhnya diranjang,dia ingin mengulang kembali kejadian malam tadi dan akan membuat karen berteriak terus.
Karen gelagapan dan merasa takut,dia pun ingin berlari dan memberontak dari uno,tapi sayang,dia sudah salah karna sudah melihat roti lain milik uno.
"Sudah terlambat sayang,bukankah kau belum sarapan,aku akan menyediakan roti baguette untuk mu." ucap uno dan meletakkan rotinya didepan wajahnya karen membuat karen membesarkan matanya dan menelan liurnya karna mulai tergoda dengan bentuk roti milik uno.
Uno langsung menyuapi rotinya kedalam mulut karen dan hanya bisa setengah saja sudah memenuhi mulut karen.
__ADS_1
Ahhhhh...bayangin sendiri saja karna yang tadi udah kena tolak dari kemarin.
setelah menyelesaikan permainan mereka yaang kedua,Uno berbaring disamping karen ingin mengatur nafasnya dulu,dia tak menyangka bisa mengulang kembali.
"Aku akan bertanggung jawab padamu,dan aku ingin kau tidak meminum apa pun untuk mencegah kehamilan." ucap uno setelah mereka selesai melakukan kegiatan mereka tadi.
Karen yang merasa bingung pun bertanya dengan uno."siapa namamu,bukankah tadi kau bilang yang tadi itu istrimu,bagaimana kau ingin bertanggungjawab denganku,aku tak ingin merebut suami orang."
"Kau tenang saja,kami akan bercerai."
"Apa karna ku,jika iya aku tidak mau."
" Eh apa yang kau lakukan?"tanya karen terkejut uno mengangkat tubuhnya dan menapakkan tubuh polosnya.
"Apa kau tak ingin mandi?"
"Aku bisa sendiri." Ucap karen sambil memalingkan wajahnya karna terlalu dekat dengan wajah uno.
"Ternyata dia sangat tampan." batinnya.
"Kau pasti tak nyaman karna punya mu pasti masih terasa sakit."
__ADS_1
"Jelas saja sakit,kau itu sudah seperti penjahat kelamin." ketus karen dan mereka pun sudah sampai dikamar mandi,uno pun meletakkan tubuh karen didalam bak lalu menghidupi airnya.
"Keluarlah dulu." kata karen yang melihat uno masih berada disana.
"Kenapa,aku juga ingin mandi."
"Hei...biarkan aku dulu."
"Kenapa...apa kau malu,kau tak perlu malu karna bagian mana yang belum aku lihat darimu." jawab uno membuat pipi karen memerah lagi,lalu matanya beralih ke roti baguette milik uno yang kembali menjadi hidung Squidward.
"Itu baru hidung Squidward." batinnya lagi dan uno melihat kalau karen melihat ke miliknya.
"Apa kau menginginkannya lagi,aku tak keberatan jika ingin mengulanginya." goda uno dan ingin mendekat ke karen.
"Tidak...sudah sana,aku capek." Karen cepat-cepat menenggelamkan kepalanya kedalam air,uno langsung tertawa melihat reaksi karen yang menurutnya lucu.
"Menggemaskan." ucapnya lalu tersadar kalau dia tadi tertawa.
"Eh...ada apa denganku?"
Kamu sudah kena sengatan perawan abang,Siap-siap aja hatimu
__ADS_1