MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
64


__ADS_3

"No...no...karen no!!!" teriaknya dan berlari mendekati mobil karen,jantung nya seakan terhenti saat melihat kondisi karen saat itu,dia langsung menghubungi pihak rumah sakit dan membawa istrinya keluar dari sana.


"Sayang...bangun sayang,maafkan aku...sungguh maafkan aku." isak uno,selama ini hanya dua orang yang mampu membuat nya harus mengeluarkan air matanya,. Dan ini yang tersakit baginya karna harus kehilangan orang yang dicintai nya lagi.


"Oh my god sayang,ini aku...aku sudah datang,aku mohon kamu bangun." uno memeluk karen dan menangis disana sambil menunggu ambulans.


Tak lama ambulan pun datang dan langsung membawa karen kerumah sakit untuk diperiksa sebab masih ada denyut nadi saat diperiksa tadi.


Uno pun menghubungi asisten nya untuk menjemput thaya disekolah dan menyuruhnya untuk mengantarkan thaya pulang kerumah.


"Maafkan kami tuan,nyonya karen telah tiada." ucap dokter yang merawat karen dan menyatakan kalau karen telah meninggal.

__ADS_1


Uno merasa disekelilingnya berputar-putar,tubuhnya jadi limbung dan untung saja ada dokter disana yang langsung menangkap tubuh uno.


Uno pun mencoba menguatkan dirinya dan masuk kedalam ruangan karen."apakah aku masih menyakiti mu,jika iya maafkan aku,tapi aku mohon jangan tinggalkan aku dengan athaya sayang,kasian dia...dia masih membutuhkanmu."uno kembali terisak dekat samping istrinya yang tadi sempat ditutupi kain oleh dokter lalu di bukanya sedikit dan memperlihatkan wajah yang telah menemaninya selama ini,dan juga orang yang telah membawanya keluar dari masa lalu.


"Daddy!" panggil seorang anak perempuan yang baru tiba disana dan dibawa oleh asistennya,asisten uno sebenarnya sudah membawa thaya untuk pulang tapi sepertinya thaya memiliki ikatan dengan mommy nya dan memaksa asisten uno mengatakan dimana mommy nya,karna merasa tak tega asisten uno oun membawa nonanya itu pergi kerumah sakit.


Athaya menangis sejadi-jadinya melihat daddy nya yang sedang menangis dan melihat mommy nya yang terbaring di atas brangkar rumah sakit itu,dia bukan anak kecil yang belum tahu situasi itu,dia sudah kelas 3 SMP dan sudah pasti mengerti situasi apa sekarang.


Dia pun mendekati uno dan mereka saling berpelukan untuk menguatkan masing-masing,uno merasa sangat bersalah karna membiarkan istrinya itu menjemput anaknya,seharusnya biarkan saja sopir nya yang jemput.,tapi sebenarnya sudah dilakukan nya tapi karen memang yang tadi kekeh ingin menjemput thaya.


"Sayang." panggil eva ke thaya dan memeluk gadis itu sambil menangis,dia merasa kasihan melihat nya karna umur nya masih muda telah ditinggal oleh mommy nya.

__ADS_1


Arsen yang saat itu juga ikut kesana memperhatikan athaya yang berada dipelukan mommy nya,ada rasa ingin menenangkan thaya karna bagaimanapun hubungan mereka dulu dekat seperti adik kakak,tapi semenjak dia pindah ke Inggris dan thaya ke Indonesia,hubungan mereka agak renggang apalagi bertambahnya usia membuatnya sedikit malu dengan gadis itu.


*Flashback off*


"Kenapa gak kuliah disini saja sayang,kamu tega tinggalin daddy sendirian disini." ucap uno.


"Kenapa itu lagi sih dad yang jadi pertanyaan nya,thaya kan udah bilang kalau thaya mau nya kuliah disana,lagian disana thaya juga tidak sendirian,kan ada mommy eva dan daddy gerry,apa lagi ada kak arsen yang bisa jagain athaya." Lagi-lagi kalimat itu yang dikeluarkan thaya karna daddy nya juga pertanyaan itu terus yang ditanya nya sama anaknya.


"Tapi kan... " Ucapan uno terpotong karna thaya sudah malas membahas masalah ini terus.


"Udah ya dad,thaya baik-baik saja kok disana." Uno hanya bisa menghelakan nafasnya,bagaimana pun dia tidak bisa menahan kehendak anaknya itu.

__ADS_1


"Ya udah,tapi biar daddy yang ngantarin kamu kesana ya."


"Stop dad...thaya mau pergi sendiri,thaya mau merasakan pergi sendiri tanpa dikawal dengan daddy,plis." pinta thaya,uno akhirnya menyerah karna bagaimana pun dia tidak akan bisa membantah ucapan athaya.


__ADS_2