MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
104


__ADS_3

"Thaya mana,masih di uks ya? " tanya arsen yang baru datang,tadi dia masih sibuk dikantor karna dipanggil pak anwar.


"Kayaknya udh keluar deh,tuh lihat pemain lain udah keluar dari ruang ganti,entar ya...gue kesana dulu." Jawab livy yang menunjuk rombongan pemain basket yang cewek sedangkan yang cowok udah keluar dari tadi bahkan sebagian udah ada dilapangan untuk pemanasan.


"Kak...ada lihat thaya nggak?" Tanya livy saat melihat dian sedangkan yang dicari dari tadi belum keliatan gatang hidungnya.


"Oh...dia masih diruang ganti,sebaiknya kamu panggil untuk gabung,kita juga harus liatin anak cowok main." Katanya.


"Oke...makasi kak." Ujarnya ingin berlalu lalu terhenti karna ucapan grace.


"Nyusahin aja,sok kayak putri yang minta di urusin terus,kan beban nggak ya.." ucapnya ke pemain basket cewek lainnya.


"Dari mana lo tau beban,kalau bukan lo sendiri yang nanti main jadi beban rombongan." Ketus livy dan langsung pergi Meninggalkan grace yang kini tengah mengepalkan tangannya.


"Awas lo ya thaya...gue akan buat malu lo nanti di lapangan." Batinnya,mereka oun pergi untuk masuk ke gedung tempat dimana mereka nanti main,lalu duduk ditribun sana untuk menyuport teman-teman mereka yang bermain.


"Ayy...lo ngapain disini,lo sakit ya?" Tanya livy menyentuh dahi thaya yang sedang berbaring dikursi.


"Enggak kok,udah mau mulai ya mainnya?"


"Hmm...yuk kita gabung dengan yang lain." Ajak livy menarik tangan thaya untuk bangun.


Mereka pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke toilet lebih dulu karna athaya mau cuci muka.


"Lo ada liat nggak ciri-ciri yang gue bilang tadi." Tanya geo ke alvin sambil meregangkan tangannya ke kiri dan kekanan tapi matanya mencari-cari ditribun gadis yang dia lihat tadi.


"Enggak ada,dan juga gue nggak yakin ada bro."


"Ada...lo nggak percayaan amat di bilangin." Sewotnya melirik kesal ke alvin,lalu matanya melebar sempurna melihat orang yang baru masuk didepan pintu gedung itu.


"cantik." Ucaonya pelan dengan mata tak terputus pandangan yang ada di depannya,alvin menaikkan alis matanya sebelah lalu melihat kearah mata geo melihat.

__ADS_1


"Gila...cantik banget." Ucapnya ikutan bengong,ternyata bukan hanya mereka yang melihat ke arah thaya dan livy tapi hampir sebagian orang disana melihat mereka.


"Dasar tukang cari perhatian." Dengus grace merasa tak senang melihat orang yang menatap kagum ke athaya,matanya oun beralih ke orang yang dia lihat dari tadi dan menambah kekesalan nya ke athaya karna geo juga memperhatikannya.


"Dari mana aja hm?" tanya arsen lembut ke athaya,dia mendekat ke athaya yang baru datang bersama livy.


"Dari uks,udah mau mulai ya." Ucapnya biasa-biasa saja,arsen hanya menatap sendu ke thaya yang berubah.


"Hm...kakak main dulu." Arsen pun pergi dari sana setelah sebentar mengelus rambut thaya sedangkan thaya yang diperlakukan itu hanya diam.


"WUUUUU...gue juga pengen di elus... KAK ARSEN ELUSIN GUE JUGA DONGGG!!! " Teriak salah satu siswi disana dan di ikuti teman-temannya.


"Thaya...lo kan baru gabung,harusnya lo tu jangan betingkah kayak dibutuhin banget." Cetuk grace menatap kesal ke thaya yang kini duduk disamping dian sedangkan livy udah gabung dengan angel, luna dan anak lainnya.


Dian yang mendengar ucapan grace melirik sinis ke grace. "Apaan sih grace,gak tenang banget hidup lo kalau gak cari gara-gara."sedangkan thaya hanya diam saja tetap memperhatikan permainan dilapangan.


" Kakak ngapa juga belain dia,makin gede tu kepalanya."


"Thay...lo sakit?" Dian pun mengalihkan pandangan nya gadis disebelah nya.


Thaya menggeleng kecil."enggak kok."


"Ooo...kalau merasa nggak enak bilang aja ya." Thaya oun pun mengangguk memberi tanggapan ke dian,mereka oun mulai fokus lagi bermain.


Permainan kali ini sangat ketat,karna lawan mereka cukup kuat,buktinya saja point angka mereka dari tadi bekejaran,arsen yang merasa sudah cukup bermain-main kini mengode ke teo,mereka pun bergerak cepat seperti dapat penambahan kekuatan yang membuat tim geo cengok,geo tak ingin jika tim nya kalah dua pun terus melawan dan mencoba merebut bola dari tangan arsen.


Hap...


"Nggak bisa?" Ejek arsen lalu langsung melemparkan bola kedalam ring.


Klop...

__ADS_1


Satu point didapat arsen dan mendapatkan teoukan tangan dari penonton,point mereka oun hanya selisih satu yang dimiliki tim arsen.


Tak lama peluit oun berbunyi menandakan istirahat,arsen dan yang lainnya pun pergi ke tepi lapangan untuk istirahat sekedar minum dan mengelap keringat.


"Gila...baru kali ini gue dapat lawan yang kuat." Cetuk jimmy setelah meneguk setengah air dari botol yang sudah disiapkan.


"Yoi...kita juga begek, kita kan main bersama terus,kayak main sendirian aja loh." Andi melempar kain untuk ngelap keringat nya ke jimmy.


"Iss jorok banget."


"Kita harus cepat,kita bisa kalahin mereka kalau kita bisa ngecoh orang yang disana." Kini teo memberi pendapat dari pandangannya dan tak tau nya arsen juga pemikiran yang sama dia mengangguk membenarkan ucapan teo,geo adalah kunci disana,pemuda itu sangat lihai memainkan bola.


"Habis ini lo yang main." Ucap arsen memukul pelan bahu kelvin dan cowok itu pun mengangguk,lalu arsen pergi mendekati wasit untuk pertukaran pemain tim mereka.


Kelvin pun masuk untuk menggantikan temannya tadi,kelvin sengaja diletakkan ke cadangan karna permainan Kelvin sangat bagus jadi ingin memberikan kejutan ke lawan jika mereka masih punya kartu as.


Saat cowok itu masuk livy dan teman-temannya oun berdiri sambil mengangkat papan nama yang mereka buat malam tadi.


"WOOOO VINNN...SEMANGAT...KALAU MENANG GUE BELIIN CENDOLLLL.!!! teriak livy,kelvin yang mendengar itu melirik sinis ke livy,apaan cendol kayak nggak ada yang lain aja pikir nya,mereka oun mulai bermain dengan serius.


Masuk nya kelvin memang menjadi kesempatan emas buat mereka karna point mereka terus bertambah dan membuat point lawan tinggal kejauhan.


"Siapa dia?" Tanya alvin ke geo,geo hanya mengedik bahu dan terus mengejar bola,sebenarnya bukan karna kelvin yang mencetak point tapi karna cowok itu yang jadi suport sistem yang bagus untuk arsen,dan arsen lah yang banyak mencetak point nya dan terkadang juga teman lainny,makanya arsen sangat klop jika dipasangkan bermain dengan kelvin.


"Bagus...tahanin." Kata arsen menepuk kembali bahu kelvin sambil mengangguk.


"Wois gila sih kelvin,walau pun belum ada masukin tapi berpengaruh babget penambahan point." Celetuk luna memuji kelvin yang sangat keren menurutnya.


"Eleh keren apaan kalau nggak pernah masukin,kalau memang dia bisa masukin baru gue bilang dia keren atau gue kasi cium tu bocah." Ucapan remeh livy sontak membuat dua temannya langsung memandang kearahnya,dan tiba-tiba angel berdiri lalu berteriak keras.


"KELVINNN...KATA LIVY KALAU LO BISA NYETAK ANGKA DIA AKAN CIUM LOOOOO.!!!

__ADS_1


" watsaaahhhh....apa-apaan loh."panik livy menabok bahu angel lau menundukkan kepala karna malu,kelvin yang mendengarnya oun berdecih sambil tersenyum lalu melipat bibirnya kedalam agar senyum nya jangan sampai ketahuan orang kalau dia lagi salting.


__ADS_2