MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
25


__ADS_3

"Apa Jangan-jangan orang yang dikatakan eva tadi adalah gerry,tapi bagaimana mungkin...mereka kan sudah meninggal." gumam tuan leon saat berada di rumah besar nya,dia di sini tinggal hanya berdua dengan istrinya,dan untuk anak dia tidak memilikinya.


"ada apa pa,kok dari pulang kerja tadi aku lihat kamu serius sekali,apa ada masalah dengan kantor?"tanya anita istrinya.


" Ma...jika mereka masih hidup,aku harus apa?"tanya tuan leon ke istrinya masih menatao kurus kedepan sedangkan istrinya berada duduk disampingnya,kini mereka duduk di taman belakang rumah mereka.


"Maksud kamu siapa pa?"


"Aisyah dan gerry." ucapnya memandang ke istrinya itu.


Deg


"A aa apa maksudnya?" tanya istrinya tergagap.


"Tadi aku bertemu dengan salah satu rekan bisnisku dan dia mengatakan wajahku mirip dengan seseorang yang dia kenal."


"Kan bisa saja hanya mirip pa." Ucap anita karna tidak mungkin kalau aisyah dan gerry selamat dari longsor 20 tahun lalu,karna saat itu suaminya telah memastikan kalau anak dan mantan istrinya itu telah meninggal dan dia sudah melihat sendiri.


"Ya...mungkin saja." kata leon mengusir pikiran nya.


Tut... Tut... Tut...


"Hallo..." panggil eva mengangkat panggilan gerry.


"Apakah malam ini saya bisa menemani nona?" tanya gerry ke eva,karna dia sangat penasaran dengan wanita yang mengusiknya beberapa hari ini,dan dia tambah penasaran karna ucapan iban tadi.


"Kau ingin bertemu,bukankah mama mu sakit?" tanya eva merasa terkejut kalau gerry lah yang mengajak bertemu dulu.

__ADS_1


"dari mana nona tau?" tanya gerry mulai curiga.


"Eh...oh itu salwa memberitahukannya padaku."elak eva," Untung saja."batinnya.


"Oh...iya...makanya aku ingin bertemu nona karna aku masih membutuhkan uang,apakah nona keberatan." ucap gerry memberi alasan kalau dia membutuhkan uang padahal dia ingin membuktikan pikiran nya ini.


"Ehm baiklah,sekarang aku tunggu kamu di hotel kemarin,kamu datanglah setelah aku hubungi." ucap eva tanpa curiga apa pun,dia hanya berfikir mungkin gerry memang membutuhkan uang untuk mamanya,dan dia rasa dia bisa menolong nya dari cara ini.


Eva pun bersiap-siap ingin ke hotel kemarin mereka bertemu."ahhh aku pasti sudah gila,padahal tadi siang uno sudah menjelaskannya padaku tapi malam ini aku masih ingin bertemu dengan gerry."


Eva pun berangkat setelah dirinya telah siap berdandan dan turun dari apartemen untuk mengendarai mobilnya sendiri.


Brak...


Suara pintu mobil ditutup karna butuh waktu hanya 20 menit dia telah sampai di hotel kemarin,lalu dia pun masuk ke hotel itu dan mengatakan ke resepsionis seperti kemarin."rahasiakan namaku dan jangan sampai membocorkan nya pada daddy."ucapnya dan mereka pun mengangguk kepada pemilik hotel ini,dan meninggalkan mereka menuju kamar kemarin dia tempati dengan gerry.


Sedangkan gerry batu saja mendapatkan pesan dari eva dan mengatakan kalau dia sudah tiba di hotel,lalu gerry pun meminta seorang perawat untuk menjaga mamanya dan bertukaran nomor biar bisa saling menghubungi jika terjadi apa-apa dengan mamanya.


Rumah sakit dan hotel yang mereka tempati kemarin sangat dekat,dan hanya berjalan kaki dia akan sampai,karna letaknya hanya beda dua gedung dari rumah sakit itu.


Klak...


"Nona?" tanya gerry saat telah masuk di kamar itu dan melihat ruangan sudah gelap.


"Ger..."ucap eva yang telah mendekat ke gerry dan menghujani nya dengan ciuman panas di bibirnya karna dia sangat senang bertemu dengan gerry.


" Apakah nona sudah tidak sabar?"ucap gerry setelah eva melepaskan ciumannya.

__ADS_1


"Hm...aku merasa senang kau mengajak ku bertemu dulu." kata ev lagi dan mengalunglan tangannya di leher gerry,padahal mereka masih berada di balik pintu luar.


"Nona..." panggil gerry


"Ya ger."


"Kenapa nona ingin bertemu dengan keadaan gelap seperti ini,bukankah lebih nikmat jika kita saling melihat pasangan kita." ucap gerry ingin memulai mengintrogasi eva,eva langsung melepaskan tangan nya.


"Bukankah lebih enak bermain seperti ini?" tanyanya.


"Entahlah karna aku belum pernah merasakan jika melihat langsung orang nya.


" Kau kenapa?"tanya eva bingung melihat tingkah gerry malam ini tidak seperti sebelumnya yang selalu menurut.


"Aku hanya ingin bermain saat lampu hidup biar aku bisa melihat wajah nona saat lagi dibawahku,apakah nona tidak menginginkannya juga." rayu gerry ke eva,dan terus memajukan langkahnya sementara eva dari tadi terus mudur.


Buk...eva pun terduduk disebuah kursi dengan gerry di depan nya tengah membukukan badannya kedepan mendekati wajah eva.


"Aku janji akan lebih memuaskan nona jika nona mau lampunya dihidupkan."


"Tidak ger,lebih baik begini." elak eva dan membuat gerry semakin penasaran lalu dia meninggalkan eva ke arah jalan keluar.


Klek...



Deg...

__ADS_1


"Gerry!!!" teriak eva


__ADS_2