
"Ya gue pengen tau aja bagaimana pergaulan lo disana,karna kalau disini gak sebebas disana." Jawab grace agak gugup dipandang seperti itu.
"Bebas seperti apa?seperti ini?atau seperti ini?" Ucap thaya bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arsen dan duduk disampingnya lalu mencium pipi arsen membuat tubuh arsen kaku.
"Ayyya... Kenapa dia sih,gua aja." Ucap kelvin cemberut sedangkan grace wajahnya menjadi mengeras dan thaya tampak tangan grace mengepal.
"Kenapa...kaget liat gue berani cium kak arsen sedangkan lo gak bisa,jangan kan cium duduk disamping nya aja harus pura-pura baikin sahabatnya." Thaya mengucapkannya dengan wajah yang dibuat-buatnya sehingga yang melihatnya menjadi kesal.
"Ya udah gue duluan ya ke kantor,bebehhh..." Thaya memberikan kiss bay ditangannya lalu ditempelkan nya ke pipi arsen yang membuat arsen dan yang lainnya lagi-lagi tercengang dengan keberanian athaya.
Sebenarnya thaya bukan niat ingin mensalting kakaknya itu,tapi karna kebetulan grace menyukai arsen makanya thaya mencoba memanas-manasi grace.
Grep...
"Barengan." Kata arsen menarik tangan thaya yang tadi berjalan dulu,mereka pun pergi dari sana setelah memberikan uang ke luna untuk membayar makanan mereka tadi.
"Kakak ngapain kesini juga?" Tanya thaya saat mereka telah sampai didepan pintu kantor lalu mengetuk nya dahulu.
"Kan udah bilang mau nikahin kamu." Ucap arsen lembut sambil memandang thaya.
Deg...
Tatapan itu...tatapan yang dulu sering dilihat thaya,kini dia merasakan kembali.
"Apa-apaan sih,labil banget punya perasaan,mudah banget saltingnya."batinnya lalu cepat-cepat mengkondisikan hatinya, mereka pun langsung masuk saat suar pak anwar menyuruh merek masuk,thaya tak bertanya lagi karna dia tak mau jika jawaban arsen akan membuat nya goyah lagi.
"Thaya...bapak menyuruh kamu kesini karna menawarkan kamu untuk ikut gabung ke tim basket kita dan akan ikut untuk persahabatan lusa,apa kamu mau?" Tanya pak anwar tho the poin saat thaha dan arsen sudah duduk di kursi depan meja pak anwar.
"Ehm...oke aja sih pak." Terima thaya lalu pak anwar berganti menatap ke arsen.
"Dan kamu arsen bapak tugaskan untuk menemani latihan sore ini karna acaranya hanya dua hati saja lagi,dan lagian juga kalian tak lama lagi akan ujian kelulusan jadi ini permainan terakhir kalian disini.
Athaya merasa sedikit kaget karna dia tersadar kalau kakaknya itu akan lulus dan akan pergi dari sekolah itu untuk melanjutkan kuliahnya yang mungkin di luar negri.
" Baik Pak."jawab arsen,lalu tak banyak yang ditanya pak anwar mereka pun pamit untuk balik ke kelas mereka.
"Ada rencana kuliah dimana kak?" Tanya thaya saat mereka baru keluar dari sana dan berjalan bersama untuk kembali ke kelas karna jam pelajaran kedua sudah masuk.
"Belum tau...rencananya kakak akan ke Inggris ngambil Harvard kalau diterima." Kalem arsen,semenjak kejadian kemarin dia terus mencoba untuk lebih lembut kepada thaya supaya thaya tidak takut saat dengannya akibat trauma.
__ADS_1
"Pasti diterima dong,kakak kan pintar,tapi kita jadi jauh lagi deh." Sendu thaya menundukkan kepalanya,ada rasa tak rela saat tau arsen akan kuliah jauh darinya,padahal dia sudah yakin tak memiliki lagi perasaan terhadap arsen karna rasa kecewanya,tapi perasaan apa ini.
"Kenapa...kami sedih,bukannya kami senang kakak jauh dari kamu jadi gak ada yang nyakitin kamu lagi" Tanya arsen berhenti melihat thaya yang masih menunduk,diangkatnya dagu gadis itu untuk menatap kearahnya.
"Jangan sedih...kakak hanya ingin menyelesaikan kuliah disana dan mungkin nanti akan kembali kesini,lagian disana kan kamu juga punya rumah dan liburan bisa kesana atau kakak kesini mengunjungi kamu."ucap arsen pelan dengan menyelipkan anak rambut thaya ketelinga.
"Siapa yang sedih,kan ada..." Ucapan thaya terhenti saat jari arsen menyentuh bibirnya.
"Jangan dilanjutkan,ingat thaya...kakak bukan sudah merelakan kamu,tapi kakak hanya beri kamu ruang untuk lebih tenang dan berfikir kembali untuk kembali ke kakak." Ucap arsen datar karna dia tau kelanjutan kalimat yang akan thaya katakan,thaua terdiam mendengar ucapan arsen,jantung nya berdegup kencang.
"Apa ini,bukankah gue menyukai kak daren."batinnya
Hari ini mereka membatalkan acara mereka untuk jalan-jalan ke mall karna Athaya mendadak dipinta pak anwar untuk bergabung bermain basket dan sore ini mereka akan latihan dengan tim cowok.
" Hallo kak."
"..."
"Gak jadi,tadi guru penjas thaya minta thaya untuk gabung tim basket dan sore ini diminta latihan karna lusa kita ada persahabatan dengan sekolah lain."
"..."
"Jadi kok,entar thaya kasi tau kalau sudah pulang sekolah."
"Enggak...kan thaya kuat." kekeh thaya yang sedang telfonan dengan daren,pria itu menanyakan apa jadi pergi ke mall,kalau jadi dia ingin nyusul saja sambil ngajakin makan siang,tapi karna thaya latihan rencana mereka jadi batal,kini thaya masih disekolah dan juga ada kelvin dan grace disana yang anak kelas satu sedangkan sisanya ada anak kelas dua 4 orang dan sisanya anak kelas tiga.
"Thay cari makan dulu yuk didepan,lapar gua...gimana mau main kalau lapar." Keluh kelvin sambil memegang perutnya dengan wajah memelas,mereka kini tengah duduk dibawah pohon dekat lapangan basket menunggu pak anwar,grace juga ada disana tapi dia lagi duduk sama teo,Jimmy dan andi,dan untuk arsen tadi katanya ke toilet bentar.
"Ya udah yuk,gue jiga lapar." Terima thaya, mereka pun pergi dari sana menuju keluar sekolah dan pergi ke kafe depan sekolahan mereka.arsen yang baru keluar dari toilet melihat thaya dan kelvin berjalan berdua,dia pun mengejarnya ingin menanyakan kemana.
"Kak arsen." Panggil grace kuat sampai thaya dan kelvin pun dengar lalu menoleh kebelakang yang sudah ada arsen dan grace disana.
"Kakak mau kemana?" Tanya nya
"Pergi." Jawab arsen datar terus mau melanjutkan langkahnya tapi tangannya ditahan grace.
"Grace ikut ya."
"Kemana?"
__ADS_1
"Ya kemana kakak pergi." Kekeh grace,thaya dan kelvin hanya memutar mata mereka melihat itu,mereka pun melanjutkan langkah mereka tanpa memperdulikan dua orang itu.
Arsen yang kesal dengan tingkah grace langsung menyentak pegangan grace."jangan sentuh gue."lalu pergi meninggalkan grace sendirian yang menatap kesal ke arsen.
"Awas lo ya thay,gue pasti buat perhitungan sama lo." Gumamnya lalu ikut bergabung lagi ke teo,sebenarnya mereka semua melihat yang dilakukan grace dan teo juga tau kalau grace sengaja mendekatinya karna butuh baru loncatan untuk ke arsen,tapi teo sengaja agar grace tidak terlalu gencar mendekati arsen,jangan kalian kira dia tidak jijik dengan makhluk ini.
"Makan apa?" Tanya arsen dan langsung duduk disamping kursi thaya dan disebelahnya lagi ada kelvin yang menatap jengkel ke arsen karna mengganggu waktu berduanya.
"Nasi goreng nih,lapar banget jadi cari yang bikin kenyang."
"Ntar gak sanggup main kalau kekenyangan."
"Itu kalau kekenyangan,ini hanya kenyang kak, bukan ke ke nya ngan." Eka thaya,kelvin tertawa mendengar thaya menjelaskan ke arsen.
"Ngapa lo,sakit?" Arsen menatap heran ke kelvin yang tertawa karna menurut nya tak ada yang bisa ditertawakan.
"Iya perut gua sakit." Dengan ketawa yang masih terdengar taoi tidak terlalu kuat.
Ting
Kak daren :hebat ya selingkuh dengan dua cowok.*
Pesan yang daren kirim dan dibaca Athaya lalu dia mengedarkan pandangan nya dari mana pria itu tau.
Thaya : nggak selingkuh,kita cuman makan aja disini*balasnya tapi belum menemukan dimana pria itu tau.
Kak daren : kenapa ada arsen?"*
Athaya : karna dia tim basket yang cowoknya,cemburu ya :)
Daren : biasa aja tuh :p
Athaya : ya udah ntar pulang sama kak arsen aja
Daren : awas kalau berani.
"Hahahaha..." Tawa thaya pecah membuat dua pemuda itu menatap.
HAP...
__ADS_1
mulut thaya disempal roti burger oleh arsen membuatnya mendelik ke kakaknya itu,kelvin yang ingin bertanya tadi langsung tertawa pecah melihat wajah kesal thaya yang mulutnya penuh dengan roti burger.
"Kalau makan jangan ketawa." Ucap arsen tenang padahal dia sebenarnya sedang kesal karna dia tau pasti thaya tertawa karna chatan sama daren makanya dia menyempatkan rotinya ke mulut thaha agar berhenti tertawa.