MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
40


__ADS_3

Sudah seminggu setelah pertemuan mereka makan siang bersama,gerry dan eva tidak pernah bertemu lagi karena masing-masing sibuk dengan pekerjaan mereka,dan sampai sekarang gerry tidak mengetahui alasan eva meninggalkan nya dulu,dan sepertinya salwa sudah disuruh tutup mulut oleh eva karna setelah kemarin salwa pulang duluan,gerry meminta nomor salwa ke iban untuk menceritakan masa lalu nya dengan eva tapi salwa tidak mau memberitahu nya.


Seperti hari ini,gerry mencoba untuk menghubungi kembali nomor salwa.


Tut...tut...tut...


"Hallo ger?"


"Akhirnya..." gerry menghela nafas karna salwa akhirnya mengangkat panggilannya.


"Aku tunggu lu di kafe insomnia nanti siang." salwa mengatakan dan langsung mematikan panggilan mereka,gerry mengerutkan dahinya karna belum sempat berbicara dengan salwa.


"Kafe insomnia?" gumamnya lalu melihat jam yang ada di dinding ruangannya itu.


Drttt drrrttt...


"Ada apa?" jawab gerry saat mengangkat panggilan enzy.

__ADS_1


"Ehm mau makan siang bersama?" semenjak gerry mengetahui ada cerita di balik kepergian eva dulu,gerry kembali menjadi gerry yang sebelumnya yang dingin terhadap enzy dan sering menyuekkannya,dia ingin tahu dulu apa di balik kisah mereka dulu baru memantapkan hatinya untuk memilih siapa.


"Aku tidak bisa." jawab nya cuek


"Kamu kenapa seperti dulu lagi,apa aku sudah melakukan kesalahan,jika benar katakan padaku biar aku merubah nya." enzy mulai ingin menangis karna gerry kembali mengabaikannya.


"Kamu tidak salah en,aku yang salah disini karna tidak bisa membalas perasaanmu,aku ingin mencobanya tapi aku tak bisa." kalimat terpanjang yang didengar enzy tapi bukan hal yang menyenangkan untuk didengar.


"Kenapa...apa karna wanita tua itu?!" enzy mulai merasa marah karna harus pura-pura tidak mengetahui kisah gerry dengan wanita tua yang dia dengar tapi tidak tau siapa orang nya.


"Apa maksudmu?" gerry bertanya dengan suara yang sangat dingin didengar enzy,sampai wanita itu menelan salivanya dengan susah,tapi dia mencoba beranikan diri untuk berbicara dengan gerry.


" Dasar jalanggggg!!!"teriak enzy di dalam kamarnya karna gerry mematikan panggilan mereka.


"Aku tak akan biarkan kau merebut gerry dari ku,siapa pun kau." ucap enzy berapi-api lalu keluar dari kamarnya dengan membanting pintu dengan kuat,dia memutuskan untuk pergi menemui gerry ke kantor nya.


Sedangkan gerry setelah mendengar apa yang dikatakan enzy tadi masih terdiam dengan mengepal kuat genggaman tangannya lalu meninju meja yang ada didepannya hingga pecah dan gerry mengeluarkan darah dari tangannya.

__ADS_1


Brak...


"Ger...lu kenapa?" iban tiba-tiba masuk keruangan gerry saat mendengar suara didalam ruangan sahabatnya itu.


Tadinya iban memang berencana ingin masuk kesana tapi sedikit mendekat ke pintu dia mendengar suara dan langsung berlari untuk melihat apa yang terjadi di dalam.


"Enggak papa,suruh orang untuk membersihkan ini lalu menggantikan nya,aku ingin keluar dulu." ucap gerry datar dan ingin pergi meninggalkan iban.


Moodnya benar-benar buruk akibat ucapan enzy tadi mengatakan hal jelek tentang eva,apa yang dia tahu sampai berani mengatai eva di depannya.


"Kau mau kemana?" tanya iban saat gerry sudah dipintu ruangannya.


"Aku akan bertemu dengan pacarmu dulu,tenang saja aku tak akan mengambilnya." gerry pun langsung meninggalkan iban yang tampak kesal dengan ucapan gerry.


"Siapa juga yang curiga dengan kalian."


Saat gerry keluar dari kantor dan memasuki mobilnya,enzy melihat hal itu dan berfikir kemana gerry akan pergi,dia pun lantas mengikuti mobil gerry.

__ADS_1


"Aku ingin melihat kemana kamu akan pergi ger,jika aku melihat kamu dengan wanita lain,kamu siap-siap aja." geram enzy sambil terus memperhatikan mobil yang agak jauh dari mobilnya karna takut ketahuan.


"Kau sudah datang?"


__ADS_2