MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
35


__ADS_3

Drtttt... Drrttt...


"Hallo." gerry mengangkat telfon yang menghubungi ponselnya dan meletakkannya ditelinga.


"Lu dimana bro." ucap iban,orang yang menghubungi gerry adalah iban,selama ini mereka masih berhubungan karna iban juga bekerja menjadi asisten gerry di perusahaan nya.


"Di rumah,ada apa?" tanya gerry cuek masih menghisap rokoknya.


"Nyusul ke club,disini ada jhon juga dia baru pulang ni."


"Oh oke,aku berangkat sekarang." Gerry oun mematikan panggilan itu dan mematikan rokok nya.


"Aku keluar dulu pa ketemu teman." izin gerry,walaupun dia telah dewasa dia selalu mengabari kemana pun kepada papanya karna tak ingin papanya khawatir dengannya.


"Ya udah,tapi kamu jaga diri disana,jangan jajan sembarangan." tuan leon memperingati anaknya itu bagaimana oun tempat yang di tuju gerry ini tempat yang banyak jajanan yang murah dan menggoda.


"Papa tau sendiri aku bagaimana...ya udah aku mau ganti baju dulu." Gerry pun masuk ke dalam untuk mengganti pakaiannya,tak mungkin kan menggunakan boxer ke club.



Gerry hanya mengganti celananya dan menambahkan jaket coklat untuk menutupi tubuhnya karna malam ini terasa lebih dingin dari pada biasanya,dia pun menaiki mobil mahalnya yang hanya dimiliki beberapa orang saja,dan pastinya sangat mahal.

__ADS_1


***


"Mom...aku pergi keluar sebentar untuk bertemu dengan salwa,karna semenjak pulang ini aku belum bertemu dengannya,mommy tak apa kan aku menitipkan thomas dulu." pinta nya untuk menjaga kan thomas karna dia akan pergi ke club untuk bertemu dengan salwa,dan tak mungkin membawa anaknya untuk ikut.


Setelah eva menikah dengan Uno dulu,salwa memutuskan untuk berhenti bekerja dan ingin fokus untuk menjalani hubungannya dengan alfin,dia pun pergi ke Amerika untuk menemuinya karna bagaimana oun mereka telah lama memiliki hubungan,awalnya ingin memberikan kejutan tapi dia tak tau kalau dialah yang mendapat kejutan dari alfin.


Dia melihat pria itu dengan wanita yang dikenalnya,wanita yang dulu juga menjebak kekasih sahabat nya.


Semenjak hari itu dia pun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dan pergi ke club yang ada di Amerika untuk melepaskan kesedihan nya.


Tapi siapa sangka malam itu dia mabuk dan tak sadarkan diri sampai pagi menemukan dirinya tidak mengenakan apa-apa didalam sebuah kamar dengan seorang pria.


"Kau!!!" teriaknya saat itu.


***


"Sayang...mommy pergi sebentar ya,mommy mau ketemu dengan aunty salwa dulu."


"Yes mom...bikeful." eva tersenyum mendengar anaknya berbicara seperti itu dengannya lalu mengelus kepala thomas dan mencium pipi kiri kanannya.


Eva pun keluar dari rumah dan masuk kedalam mobilnya menuju club yang telah di janjikan salwa,club yang dulu mereka sering kunjungj bersama.

__ADS_1


Eva pun melemparkan pandangannya untuk mencari orang yang menelfon nya tadi.


"Itu dia." eva pun tersenyum melihat salwa yang tengah minum didepan bartender disana.


"Sal..." Panggil eva saat sudah dibelakang wanita itu dan langsung memeluk nya.


"Hai va,lama sekali kita tidak ketemu." ucap salwa dan memutar tubuh eva dan mereka pun saling berpelukan melepaskan rindu mereka.



Eva mengenakan jaket kulit panjang karna malam ini terasa dingin karna sudah bulan 12 dan musim hujan di Indonesia.


"Iya...jadi bagaimana,apa sudah berfikir untuk bertempur lagi denganku di kantor."tanya eva,karna dia menawarkan ke salwa untuk kembali bekerja dengannya,Uno benar-benar melepaskannya dan mengembalikan lagi perusak nya yang sempat jadi ancaman Uno ke eva.


" Baiklah...aku juga sudah bosan hanya menghabiskan uang selama ini,dan saat nya memang harus bekerja lagi."setelah petus dari alfin dan kejadian malam itu,salwa memang memutuskan untuk rehat sejenak dari pekerjaan nya,selain mengatur hatinya dia juga mengatur perasaanya yang membuat dia harus kehilangan keperawanannya malam itu.


Dia ingin marah pada orang itu,tapi dia samar mengingat kalau dialah mengajak pria itu duluan dan membawanya pergi ke hotel,dia pun pagi itu langsung meninggalkan orang itu sendirian yang masih tampak bingung karna salwa tak mengatakan apa-apa bahkan tak minta pertanggungjawaban kepadanya.


Mereka pun meminum air yang disediakan bartender untuk mereka,dan sambil sedikit menggoyangkan tubuh mereka di kursi tempat duduk mereka.


"Bagaimana kalau kita turun." teriak salwa karna disana sangat berisik.

__ADS_1


"Ayok." teriak eva juga,mereka oun bergandengan untuk turun ke lantai dan bejoget disana seperti dulu mereka pernah lakukan.


__ADS_2