
Thay bingung mau dibawa kemana dia karna saat ini mereka sedang melewati banyak pepohonan yang lebat dan gelap,tapi dia hanya diam saja dan percaya dengan arsen.
Tak lama mereka sampai di depan sebuah villa yang terletak agak jauh dari kota dan di sekeliling nya seperti hutan...mungin,thaya agak ragu.
"Ayo turun." Ajak arsen setelah membukakan pintu untuk thaya,thaya merasa takjub saat semua lampu disana dihidupkan dan memperlihatkan bangunan dan taman yang indah.
"Tempat apa ini kak?" Tanya nya masih takjub.
"Rumah kita." Jawabnya enteng,thaya mencebik sinis.
"Siapa mau serumah dengan kakak?"
"Banyak."
"Ayo turun." Ajak arsen setelah membukakan pintu untuk thaya,thaya merasa takjub saat semua lampu disana dihidupkan dan memperlihatkan bangunan dan taman yang indah.
"Tempat apa ini kak?" Tanya nya masih takjub.
"Rumah kita." Jawabnya enteng,thaya mencebik sinis.
"
Thaya cemberut kesal mendengar nya."kalau banyak ya udah pergi aja sama ember itu."ketusnya membuat arsen tertawa padahal dia tak menyebut nama amber tadi...apa tadi,ember...oh wanita satu ini,batin arsen gemes.
"Maunya cuman kamu." Jawabnya sambil tersenyum lalu memegang tangan thaya diajak nya untuk masuk.
"Ini sangat cantik." Puji thaya sambil melihat-lihat disana lalu naik ke lantai atas untuk melihat dari sana pemandangan luar dari balkon ruangan atas.
Arsen hanya mengikuti dari belakang dan melihat thaya yang kini merentangkan tangannya di tepi pagar pembatas balkon itu.
Thaya sedikit kaget saat merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya."kamu suka?"tanya arsen dibalik leher thaya yang membuat perempuan itu merasa geli sedikit menggeliat.
"Hm...ini sangat cantik." Jawabnya dan menutup matanya untuk menikmati masa ini bersama orang yang dicintai nya.
__ADS_1
"Cintai? "batinnya,membuat nya membuka matanya dan mengernyit,dia langsung teringat dengan seseorang yang berfikir mengapa dia seperti ini dengan arsen, bukankah arsen memiliki wanita lain yaitu mantannya,thaya pun melepaskan pelukan arsen membuat pria itu memandang nya dengan kebingungan.
" kenapa?"tanyanya heran,bukankah tadi baik-bai saja.
"Kenapa kakak peluk ayya?" Arsen menaiki alis matanya sebelah."Ada apa dengan wanita ini?"
"Memang nya kenapa,apa kamu tak suka."
"Enggak." Jawab thaya jutek.
"Ya udah balikin aja pelukan kakak tadi." Jawabnya santai membuat thaya melebarkan matanya.
Arsen kembali mendekati thaya,mengikis jarak mereka,thaya hanya diam,dia ingin melihat apa yang akan dilakukan arsen.
"Dengerin kakak ngomong ya,jangan dipotong"katanya ke thaya dengan membelai pipi wanita itu,thaya pun mengangguk dengan merasakan sentuhan arsen yang menenanginya.
"Jangan marah lagi,jangan menolak kakak lagi, jangan curiga sama kakak,kakak hanya cintanya sama kamu,ngga ada yang lain." Ucapnya lembut dengan menatap dalam ke thaya,thaya terharu...apa dia boleh menerima cinta pria ini,apa dia juga sudah benar mencintai pria ini,bukan seperti dulu ke daren yang akhirnya dia sadari karna membutuhkan pria itu,tapi apakah dengan arsen benar-benar cinta?
" Kenapa,kamu cemburu?"goda arsen dengan menoel dagu thaya.
"Hm...dia masa lalu kakak,dan sekarang dia ada disekitar kakak,apa salah kalau thaya cemburu."
Arsen tak menyangka jika thaya mengakui perasaan nya,dia pikir wanita ini akan sok tak peduli dan tak mengakuinya,tapi dengan entengnya dia mengatakan dia cemburu,oh my god...jantung arsen langsung berpacu dengan cepat,buru-buru dia meraih tubuh thaya dan dipeluk nya dengan erat.
"No...kakak suka kamu cemburu,lebih seringlah cemburu biar kakak tambah yakin kalau kamu juga cinta kakak."
"I love you."
Deg.
Deg deg
Arsen langsung mematung,pelukan nya terasa kaku,dia menoleh perlahan ke thaya yang kini menatap serius padanya.
__ADS_1
"I love you thomas arsenio." Ulangnya dengan tersenyum sangat manis,sampai lesung pipi dan gingsulnya keluar.
Tak banyak berkata,arsen langsung mencium bibir thaya dengan lembut,thaya pun membalas ciuman itu yang awalnya lembut kini bertambah ganas.
Sungguh hari ini arsen sangat senang dengan pengakuan thaya padanya tadi,dia janji setelah ini akan mengatakan pada daddy nya untuk segera melamar thaya,dia tak ingin menunda lagi.
Arsen menggigit bibir thaya agar wanita ini membuka mulutnya supaya dia leluasa mengeksplor mulut thaya hingga seluruhnya.
Mereka masih saling membalas ciuman dilantai atas dan lebih tepatnya di balkon tadi dimana ayya merentangkan kedua tangannya untuk menikmati angin dari atas sana.
villa yang di buat arsen tanpa sepengetahuan siapa pun,termasuk daddy nya,gerry memberikan kebebasan ke arsen karna dia percaya padanya dan dia juga tau jika anaknya itu tidak bakalan suka jika gerry menaruh kata-kata padanya.
Arsen mengangkat tubuh thaya dengan mereka masih saling *******,menggendong nya seperti koala dan membawanya ke kamar yang terletak dilantai atas itu,kamar yang dia siapkan memang untuk thaya jika wanita itu kesana.
Sruk...
Arsen meletakkan thaya ke atas ranjang dengan pelan dan melepaskan sebentar ciuman mereka.
Posisi arsen saat ini masih berada diatas tubuh thaya yang telah terbaring dan arsen masih setengah menunduk dengan berdiri di samping ranjang.
Arsen diam dengan masih menatap thaya yang sangat mempesona dengan keadaan sekarang,dimana matanya telah kayu akibat ciuman mereka tadi dan juga pakaiannya yang membuat arsen... Arrrgghhh keringat dingin.
Sama dengan arsen,thaya juga sama-sama diam mengatur nafasnya yang memburu.Dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya dan dia sama sekali tak keberatan,bukankah dulu mereka pernah melakukannya,bahkan bukan hanya sekali,dia sangat ingat karna arsen membantainya sampai jam 4 subuh,tapi itu dulu masih dalam keadaan terpaksa,tidak dengan sekarang...dia sangat menginginkannya juga.
"Apakah boleh ayy,kamu bisa menghentikan nya sekarang sebelum kakak benar-benar tidak bisa menahannya,kakak masih berusaha menahan sekarang ini?" Tanya arsen dengan suara yang benar-benar seperti orang yang tengah menahan sesuatu,sangat seksi pikir thaya.
Thaya pun mendorong tubuh arsen yang masih di atasnya,arsen sudah pasrah dan rela karna pikir nya thaya menolaknya bahkan mungkin wanita itu akan marah padanya.
Gleg
jangan lupa singgah juga ya guys dinovel ku yang satunya dan terus berikan dukungan kalian.
__ADS_1