
Biasakan untuk like komen dan ulasannya karna sangat penting untuk saya😉
Happy reading
***
"Kenapa tidak bilang?"tanya arsen menatap lurus kedepan tanpa mengalihkan ke adiknya.
" Emang bakalan ada yang berubah?"tanya livy pula dengan sama-sama diam menatap kedepan juga,arsen terdiam karna pertanyaan livy benar,apakah ada yang berubah jika dia tau Athaya akan makan malam dengan daren.
"Kakak harus kayak mana liv,gimana supaya thaya kembali lagi dengan kakak." Terdengar kesedihan disana,seorang arsen yang dikenal dingin dan cuek sekarang lemah tak berdaya karna gadis yang selalu dicintainya itu,dulu pernah saat dia baru beberapa bulan pindah ke Indonesia dia menjalin hubungan dengan gadis lain dan tak lama mereka putus,dia dulu juga pernah mencintai gadis itu walaupun sebenarnya dia masih mencintai thaya,taoi karna daddy nya tidak menyetujui dia berusaha untuk membuka hatinya dengan gadis lain,tapi dia gagal,hubungannya tidak bertahan lama walau awal-awalnya dia juga menyukai gadis itu.
"Livy tidak tau kak." Jawab livy pelan sangat pelan,arsen pun menghembuskan nafasnya dengan panjang dan kasar.
Klap...
"Udah nih,yuk berangkat." ajak luna,kini mereka sudah selesai belanja dengan membawa dua kantong makanan untuk mereka nanti,Mereka pun langsung berangkat meninggalkan parkiran.
"Ada apa ini lun?" Bisikan angel ke telinga luna.
"Nggak tau,gue juga ngerasain nggak enak.
***
" Kakak pulang dulu ya."pamit daren setelah sampai mengantar thaya taoi gadis itu hanya diam tampak bengong dan langsung masuk ke dalam apartemen nya.
Daren manatap sendu ke gadis itu,ada luka yang dihatinya mengingat makan malam mereka ini,"oh tuhannn,apa yang harus aku lakukan."batinnya frustasi,dia yakin tak lama lagi kakeknya pasti akan tau hubungannya dengan thaya,dia pun pergi berjalan keluar dari gedung apartemen itu tapi saat di perkiraan langkahnya terhenti.
"Ngapain kamu disini?" Tanya nya memandang dingin arsen yang dibelakang nya ada livi dan dua temannya.
"Uwaaaa...ganteng banget livvvvv." Teriak angel tertahan,dia menggoncang-goncang bahu livy yang membuat livy memukul tangan angel yang mengganggunya.
"Apaan sih." Risihnya.
"Gak ada larangan gue kesini." Jawab arsen juga tak kalah datarnya kayak jalan tol yang tak memiliki hambatan lurus saja.
"Ayok kak...gak usah diladenin." Ajak livy menarik tangan arsen yang masih pandang-pandangan tajam dengan daren.
"Jangan pernah lagi lo macam-macam dengan thaya,karna jika gue tau...gue nggak akan segan-segan sama lo." Kata daren tanpa mengalihkan pandangannya kebelakang karna saat ini posisi arsen telah berlalu disamping nya.
__ADS_1
Langkah arsen terhenti mendengar ucapan daren,dia berfikir berarti daren tau tentang masalah nya dengan thaya,tapi jika tau kenapa daren masih mau menerima thaya.
"Sebelum lo ada gue sudah lebih dulu dekat dengan nya,jadi gue nggak akan menyakiti dia." Tegas arsen menatap punggung daren yang kini berbalik menatapnya dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Really???"
"Udah kak,ayokkk..." Livy menarik tangan kakaknya untuk pergi sebelum orang berdua itu bertengkar, arsen pun terpaksa mengikuti langkah livy sambil masih memandang tajam ke darendaren begitu juga sebaliknya,lalu daren langsung memutar tubuhnya kembali ke mobilnya.
Ting tong...
"Sini...aku bisa bukanya kok." Ucap livy menempilkan tubuhnya untuk kedepan dekat arsen yang menekan bel.
"Emang kamu tau sandinya?" Tanya daren mengangkat sebelah alisnya.
"Ya tau lah." Sombong kivy dan mencoba menekan pasword yang biasa dia tekan untuk membuka apartemen athaya.
"Kok gak bisa."
"Itu pasword lama udah diganti nya."kata arsen berdiri disamping livy sambil menyandarkan tubuhnya di pintu thaya.
" Dari mana tau?"
"Ngapain kak arsen ke apartemen Athaya dan tau pasword nya,sepertinya hubungan mereka agak mencurigakan."batin angel sambil angguk-angguk berpandangan dengan luna,seakan mereka berbicara dari hati ke hati.
Wushhhhh...
" Jangan pikir sembarangan."kata livy mengipas-ngipas tangannya kedepan kepala dua cewek itu membuyarkan pikiran mereka.
"Udah telfon aja." Akhirnya hanya luna yang punya otak,dari tadi juga digedor nggak ada sahutan mending hubungi orang nya.
Tut....tut....
"...."
"Gue dengan yang lain udah di depan nih,bukain ngapa..."
(E lah ni bocah betawi kali)
"... "
__ADS_1
"Hm kita tungguin." livy pun mematikan panggilannya lalu memandang ke arsen.
"Ya udah kakak pulang aja,makasi antarin kita." Usir livy sebelum kakaknya punya pikiran mau nginap disana juga,bukannya pergi arsen malah sok tak peduli malahan dia menegakkan berdiri nya menghadap ke pintu menunggu thaya membukanya.
Klak...suara pintu terbuka
"Lama banget yya,lo kemana sih, mana pasword nya diganti segala kan susah gue mau masuk." Cerocos livy langsung masuk tanpa melihat ke thaya lagi.
"Hallo thayyyyy...eh lo kenapa?!!" Serobot luna saat melihat mata Athaya yang membengkak,tentu saja ucapan luna membuat livy dan arsen kaget,livy yang tadi langsung masuk langsung berlari kembali unyuk melihat thaya.
"Ayya kamu kenapa?!!" Tanya arsen terasa khawatir.
"Bawa masuk aja kak." Ajak angel karna mereka masih didepan pintu.
"Ya ampun ya...mata lo kenapa,gue ambilin es batu dulu." Livy langsung berlari lagi masuk ke dalam dapur untuk mengambil es batu lalu dimasukkannya ke dalam bag untuk kompre yang memang khusus untuk ngompres,arsen yang tadi diam kini mendekat ke telinga thaya dan membisikkan sesuatu yang membuat angel dan luna saling pandang lagi.
"Nih letakin di mata lo." Suruh livy menyerah kan bagian itu ke thaya,thaya hanya menerima tanpa bicara apa-apa sedangkan arsen masih duduk disebelah nya mengambil alih bagian itu ditangan thaya lalu mengompreskan matanya.
"Lo gak papa kan thay...apa yang sakit?" Cerocos livy,doa masih sedikit trauma kalau mendengar thaya sakit dia takut masih ada efek dari kecelakaan dulu.
"Enggak papa kok,ya udah kalian istirahat aja dulu pasti capekkan." Suruh nya."tunjukkan kamarnya liv,kita gabungan aja tidurnya."
"Ya udah kalian bersihin diri aja dulu terus istirahat,thaya biar kakak yang ngurus." Kata arsen memandang ke arah adiknya dan temannya,mereka hanya mengangguk lalu luna berbicara ke thaya."ya udah thaya...kita masuk dulu ya,gak papa kan?"
"Nggak papa,kan tadi gue yang nyuruh...dah kesana duluan."livy pun mengajak angel dan luna untuk masuk ke kamar thaya yang livy jelas tau mana letaknya,kini tinggal arsen sama thaya disana karna tadi arsen sempat bisik sama thaya suruh livy masuk kamar dulu karna dia mau ngomong.
"Ada apa?" Tanya nya sambil menekan pelan mata thaya dan memindahkan ke mata sebelahnya.
"Nggak papa." Jawab seadanya saja karna lagi nggak mau ngomong.
"Tadi kakak ketemu dia diparkiran." Kata arsen lantas thaya langsung mendudukkan posisinya.
"Dia ada ngomong apa?"
"Nggak ada,cuman diam." Bohongnya."jadi ni mata kenapa dari tadi juga ditanyain."ucapnya lagi lalu menarik tangan thaya supaya menyandar kembali ke bahu sofa.
"Kan dari tadi juga ayya bilang nggak papa." Balasnya membuat arsen menjentik dahinya.
Ctak...
__ADS_1
"Aduh...sakit kakkkk." ringis Athaya sambil mengusap dahinya lalu dia mematung saat arsen mengecup singkat jari yang ada di dahi thaya yang sedang ngelus dahinya.