MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
42


__ADS_3

hay baby,


jangan lupa dukungannya,


dukungan kalian sangat berharga unyuk kelanjutan karya saya.


thank you all


"Kemana salwa,kenapa tidak mengangkat panggilan ku." gumam eva sambil memegang ponselnya dan mencoba menghubungi salwa lagi,salwa tadi keluar dan sudah meminta izin dengan eva tapi wanita itu belum juga kembali,perutnya sudah lapar karna tadi memesan makanan kepada salwa.


Tok tok tok...


Pintu ruangan eva ada yang mengetik dan eva langsung ingin membuka karna dia menyangka kalau itu adalah salwa karna perutnya sudah merasa perih,tapi saat pintu telah terbuka dia sangat terkejut.


"Lu da..." ucapan eva terputus dan masih menganga karna melihat seseorang yang datang ke perusahaan nya dan ingin masuk kedalam ruangannya,sebelum dia ingin berbicara gerry sudah mendorong tubuhnya dan mengunci ruangan itu.


Gerry langsung memakan mulut wanita yang sudah berbohong selama ini dengannya,dia merasa marah tapi juga merasa senang,dan dia pun menutupi wajahnya di leher wanita itu setelah melepaskan bibir mereka.

__ADS_1


"Kau wanita yang jahat...aku sangat membenci mu."ucap gerry tapi sambil memeluk tubuh eva dan mencium harum tubuh yang pernah dia cium dulu.


" Tak ada yang berubah."ucapnya lagi.


"Salwa brengsek." maki eva,dia tahu pasti salwa yang mengatakan kepada gerry,padahal dia sudah mengancam wanita itu jangan sampai mengatakan ke gerry,tapi apa...mulut salwa memang tak bisa di percaya oleh eva.


"Apa kau akan terus menutupinya jika buk salwa tidak mengatakannya pada ku." ucal gerry kesal dan melepaskan pelukannya memandang wanita itu dengan lekat.


"Iya...aku tak ingin kau mengetahuinya."


"Kenapa...jangan kau katakan kalau aku tidak kaya lagi karna aku sudah memiliki segalanya dan aku sudah membuktikan kalau aku sudah pantas disamping mu." teriak gerry,dan membuat orang yang berada di luar terkejut mendengar teriakan di dalam ruangan bos mereka.


"Aku tau dia tampan,tapi baru tau kalau melihat secara langsung lebih tampan." Karyawan disana pada merumpikan kedatangan gerry dan saling bertanya ada hubungan apa atasan nya dengan pria hebat itu.


Karna perusahaan yang dijalankan gerry sedikit jauh di atas perusahaan milik keluarga eva,dan dunia seakan terbalik sekarang.


"Ger...kenapa kau tidak melupakan ku saja,bukankah kau juga sudah betunangan,ini akan mempermudah kita,aku berjalan dijalanku dan kau pergi berjalan dijalanmu." ucap eva mulai tenang dan menatap balik orang yang didepannya itu.

__ADS_1


"Kenapa...kenapa kau tak ingin berjalan bersamaku,aku tak membutuhkan jalan lain,aku hanya ingin berjalan di jalan yang sama denganmu,apakah sesulit itu kau menerima nya." gerry mulai melemah dan memegang wajah eva dengan mesra,dia sangat merindukan wanita itu,sampai-sampai dia ingin gila karna terus merasakan perasaan yang tak terbalas ini.


"Tidak ger...aku hanya merasa bersalah padamu karna telah meninggalkanmu dulu." eva oun akhirnya menangis di hadapan gerry karna tak bisa menahan lagi perasaan nya.


Gerry langsung memeluk tubuh eva dengan erat dan mencium kuat di leher wanita itu.


Ughh...


Eva sedikit berbunyi merasakan hisapan gerry di lehernya,"pasti akan berbekas lagi."batin eva merasakan sapuan lidah gerry di lehernya,dia tak menolaknya karna dia juga menginginkannya.


Tok tok tok...buk."suara salwa mengetik pintu eva dan memanggilnya,eva dan gerry oun langsung melepaskan pelukan mereka dan memberi jarak di antara mereka,kedua wajah mereka tampak memerah dan saling salting.


"Aku akan membuka pintunya." ucap eva kaku lalu ingin melangkah mendekati pintu tapi langkahnya tertahan karna gerry menarik tangannya dan eva pun termundur kebelakang mengenai dada gerry.


"Biarkan terurai jika kau tak ingin orang lain melihatnya." ucap gerry sambil melepaskan ikat rambut eva dan menguraikan rambut wanita itu,pipi eva semakin merah dengan tingkah gerry,lalu dia pun merapikan rambutnya dan membukakan pintu.


"Sialan." maki eva dengan wajah datar ke salwa saat melihat wajah asistennya itu didepan pintu,salwa hanya tertawa karna sepertinya usaha dia berhasil.

__ADS_1


"Jangan lupa teraktir kami." ucap salwa masih tertawa dan masuk kedalam melihat gerry.


"Lu tanggung jawab,pipi aku masih sakit karna nek lampir itu."


__ADS_2