
Drtt drtt...
Ponsel arsen bergetar karna ada yang menghubungi nya,eva yang mau menjawab pertanyaan thaya pun terhenti mendengar arsen mengangkat panggilan.
"Hallo?" ucap arsen
"Kamu dimana yang?" ternyata yang menghubungi arsen adalah grace dan menanyakan dimana dirinya.
"Ini aku baru pulang dari bandara,ada apa?" jawab nya sekilas melihat tempat duduk belakang dan melihat thaya yang diam sambil memperhatikannya.
Arsen tak tau apa maksud dari pandangan itu, tapi dia berlagak cuek dan memfokuskan menghadap kedepan.
"Baiklah...nanti aku akan kesana." Jawab arsen setelah tadi grace mengatakan untuk mengajak nya jalan keluar.
"Apa itu grace?"tanya eva dan di angguki arsen.
" Apa grace pacar nya kak arsen mom?"tanya thaya ikut nimbrung pembicaraan ibu dan anak itu.
"Setau mommy sih iya."
"Apa aku boleh ikut kak arsen nanti,aku ingin keluar dan ada barang yang ingin ku beli." Ucap thaya.
__ADS_1
"Gak bisa." Jawab arsen.
"Arrr...."
"Kalau aku bawa thaya nanti yang ada grace cemburu mom,aku gak mau...mending suruh ivy saja yang temanin." tolak arsen,padahal bukan takut grace cemburu, lagian sejak kapan pria itu perduli dengan perasaan grace.
"Ya udah mom,benar juga yang di bilang kak arsen,aku nanti minta bantu ivy aja."
"Oh baiklah." jawab eva.
Tak lama mereka oun sampai didepan sebuah apartemen mewah dan turun setelah memarkirkan mobil mereka ke parkiran.
"Kamu yakin sayang gak mau tinggal dengan mommy saja,mommy khawatir kalau kamu tinggal sendirian disini." ucap eva sambil memegang tangan thaya karna thaya memutuskan untuk tinggal di apartemen dari pada dirumah nya.
"Ya udah kita masuk dulu yuk biar kak arsen yang angakatin koper kamu." Arsen hanya berdecak lagi-lagi dia jadi pelayan dua wanita itu.
"Kakak kenapa sih,kalau gak mau biar aku aja." Ketus thaya langsung mengambil kopernya dari arsen dan menarik tangan eva untuk masuk,dia kesal sekali karna dari tadi pria itu membuat nya jengkel.
"Arsen kamu ini...lihat,thaya jadi merajuk kan." marah eva sambil masih dipegang tangan nya oleh thaya sedangkan arsen hanya mengikuti dibelakang tanpa mau membantu wanita itu.
"Biarin aja,itukan punya dia...katanya ingin mandiri." jawab arsen sok cuek.
__ADS_1
"Dasar gila...pergi saja sana ketemu pacar kakak." Kesal thaya,sebenarnya beginilah hubungan mereka dulu,arsen selalu saja membuat wanita itu kesal,jika tak ada thaya pasti adiknya yang akan di gangguannya.
Eva oun hanya tertawa karena sudah lama tak melihat anaknya itu bertengkar dengan thaya,thaya kecil dulu sering ikut dengan nya saat liburan sekolah,dan terkadang juga suaminya bisa cemburu jika eva menyayangi anak mantan suami nya itu,tapi lama kelamaan gerry tidak keberatan lagi karena eva tidak pernah berhubungan apa-apa dengan uno dan murni dekat dengan karen dan thaya.
Arsen yang dikatain gila melototkan matanya."kamu bilang aku gila,kamu yang gila."balas arsen.
"Aku benci sama kamu." balas thaya tambah kesal dengan masih menarik kopernya.
"Aku lebih benci sama kamu." Sepanjang perjalanan menuju apartemen thaya mereka selalu beradu mulut,eva bukan nya melerai,dia malah terus tertawa menyaksikan pertengkaran anaknya itu.
Saat telah sampai di ruangan thaya,thaya oun mengajak eva untuk masuk dan arsen yang masih dibelakang langsung ditutupin pintu oleh thaya.
Brak...
Arsen dan eva sangat terkejut mendengar thaya membanting pintu dengan kuat,apalagi arsen yang masih berada diluar,dia mengelus dadanya karna sangat terkejut,untung saja daun pintu itu tidak terkena dengan hidung mancung nya.
"Wah...kenapa aku bisa suka sama cewek kasar ini?" gumam arsen,dia oun memutuskan menunggu mommy nya di kuar apartemen thaya.
"Maafin thaya ya mom,habis nya thaya kesal dengan kak arsen." thaya merasa bersalah karna sudah mengejutkan wanita yang sudah dianggap nya mommynya.
"Jangan dibiasakan ya sayang,nanti pintunya rusak." jawab eva sambil tersenyum,thaya oun ikut tersenyum dan membawa eva untuk melihat-lihat apartemen miliknya.
__ADS_1
"Ya udah...mommy pulang dulu ya,besok aja kamu pergi sama ivy nya,kamu harus istirahat dulu,entar malam mommy akan mengajak kamu keluar untuk makan malam."