MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
39


__ADS_3

Gerry mengepalkan tangannya melihat eva mencium jhon,sedangkan jhon hanya tersenyum mendapat ciuman itu.


"Jangan memulainya kak,kau tak akan tau kalau kucing itu mengerikan jika sedang cemburu dan dia bisa berubah menjadi singa jantan." ucap jhon gamblang sambil melirik ke gerry yang tampak tegang menahan amarah.


"Aku akan memberikannya ikan asin jika dia mau marah." eva membalas ucapan jhon,lalu mereka duduk bersama disana dan kebetulan eva dapat tempat duduk disamping gerry sebelah kanan dan sebelah kiri gerry ada enzi dan jhon.


"Lu bangsat." bisik eva ke telinga salwa,salwa hanya cekikikan...dia sengaja mengerjai temannya itu karna dia sangat kesal padanya.


"Bukankah masih saling suka,ngapain sok sok berjauhan,tunggu aja...aku akan membuat kalian berterima kasih padaku nanti." pikir nya.


"Ehm...ada yang bisa menjelaskan padaku siapa mereka?" enzy yang dari tadi diam akhirnya mengeluarkan yang ingin dia tanyakan pada orang disana.


"Oh mereka adalah kakak kita." jawab jhon.


"Kakak lu bukan kita."tepis gerry dan memakan makanannya tanpa melihat reaksi orang disana.


" Kamu kenal juga sayang?"tanya enzy ke gerry dan membuat gerry dan eva terbatuk bersamaan.


"Sayang???"batin eva


"Eh kamu gak papakan?" tanya enzy dan memberikan air minum ke gerry tapi ditolaknya.


"Ina va." salwa memberikan air minum ke eva dan langsung diterimanya,Lalu eva dan gerry saling berpandangan sebentar lalu membuang wajah masing-masing.


"Aku ke toilet dulu." ucap eva langsung berdiri tanpa mendengar jawaban orang disana.


Drrrttt...

__ADS_1


"tunggu bentar ya,papi nelpon...aku permisi sebentar." ucap enzy izin ke gerry dan yang lainnya.


"Siapa dia ger?" tanya salwa


"tunanganku." gerry langsung menjawabnya tanpa tau kalau ada eva dibelakangnya dan mendengar ucapan gerry barusan.


"Sal...aku pulang ke kantor dulu karna baru ingat ada yang aku lupakan,bungkus kan saja aku makanannya nanti,dan kamu ban tolong antari dia nanti ya karna aku mau bawa mobil." ucap eva lalu mengambil tas nya disana dan ingin pergi tanpa melihat ke orang yang saat ini tengah memperhatikannya.


"Oh... Oke." jawab iban


Eva pun lalu pergi dari sana dan pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya.


"Sok-sokan nanyain masa lalu tapi udah miliki masa depan,untung aja aku tak terpedaya dengan nya kemarin." eva berbicara sendiri didalam mobil dan memutuskan untuk kembali ke kantor karna nafsu makannya hilang mendengar kalau gerry telah bertunangan.


"Ngapa lu gak kejar ger?" tanya jhon


"untuk apa,dia tak menginginkannya." cuek gerry.


"Kenapa dia harus cemburu sedangkan dia mempunyai suami,apa suami nya sangat payah sampai istrinya harus menyemburukan orang lain?"


"Suami apa kau maksud,eva sudah lama berpisah dengan uno."


"Berpisah???"


"Kenapa harus berpisah setelah menyakiti perasaan orang dan meninggalkan tanpa menjelaskan apa-apa?"


"Oh Tuhan...jangan bilang sampai sekarang kau tak tau apa-apa mengenai eva."

__ADS_1


"Apa maksud mu?" tanya gerry tak mengerti tapi percakapan mereka terputus karna kedatangan enzy.


"Ada apa yang?" tanya enzy saat melihat wajah gerry seperti dipenuhi banyak pikiran.


"Gak papa,apa kau ingin kembali?" tanya gerry karna dia masih ingin mengetahui tentang eva dari salwa dan dia harus bisa membuat enzy pergi dari sana.


"Iya,papi menghubungi ku untuk kembali dulu karna ada yang ingin di tanyakan padaku,apa kau ingin mengantar?" enzy tersenyum berharap gerry ingin mengantar nya.


"Aku tak bisa karna masih ada masalah pekerjaan yang aku ingin bicarakan dengan buk salwa,tapi apa kau tak keberatan jika jhon yang mengantarkan mu." pinta gerry dan dapat seringai dari jhon.


"Dasar labu,untung aja aku suka." batin jhon tersenyum.


"Seharusnya aku yang bertanya apa kamu tidak keberatan jika temanmu mengantar ku pulang."


"Tidak sama sekali,aku percaya pada kalian." gerry langsung menjawab agar enzy cepat lergi dari sana.


"Ya udah aku pulang dulu ya...aku permisi." pamit enzy dan pergi dengan jhon keluar dari kafe itu.


"Cerita kan padaku."to the poin gerry menatap salwa.


Drt drrrt...


" Sepertinya belum saat nya kau mengetahui."ucap salwa saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya dan menunjukkan gerry.


Gerry memejamkan matanya melihat nama yang menghubungi salwa.


"Baiklah kapan-kapan aku akan menceritakan nya,aku harus kembali ke kantor dan jangan sampai singa betina mengamuk... Rrrrrrraaawwwwrrrr" ejek salwa dan iban tertawa melihat itu.

__ADS_1


"Ayo aku antar,singa betina sudah menitipkan mu denganku." Ajak iban dan mereka berdua tertawa meninggalkan gerry sendirian disana.


"Apa yang kau sembunyikan?"


__ADS_2