
"Terima kasih kakak ku yang tampan,jangan lupa besok ****** kak athaya ya sama mommy." goda ivy setelah turun dari motor kakaknya,arsen sengaja tidak menggunakan mobil karna memang dia menyukai menggunakan motor dati pada mobil,paling kalau dia di pinta daddy nya ke kantor baru dia gunakan mobilnya.
"Jangan nakal kamu di sekolah." ucap kakaknya lalu berpaling melihat ada orang yang memanggil adiknya.
"Ivy!!!! teriak beberapa orang gadis lalu mendekatinya.
" Eh kak arsen,tumben kak ngantarin ivy."ucap salah satu dari mereka,padahal mereka tau kalau arsen mengantarin ivy karna sebelum berangkat tadi ivy menghubungi temannya dan mengatakan akan diantar kakaknya itu.
"Sok polos lu." ucap ivy(anggap saja lagi ngomong b. Inggris yah)
"Ya udah kakak berangkat ke kampus dulu." Pamit arsen tanpa menjawab ucapan teman ivy tadi,dia sudah tau pasti itu ulah adiknya.
"Ya ampun vy,kakak lu ganteng banget...untuk aku aja ya." ujar teman ivy,ivy hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya itu karena menurut nya berlebihan,lalu dia langsung meninggalkan temannya itu dan melangkah untu memasuki kelas karna sebentar lagi mereka akan masuk.
Kampus arsen dan sekolah ivy sebenarnya tidak terlalu jauh,tapi arsen memang yang tak ingin mengantarin adiknya itu sekolah karna bagi nya merepotkan.
__ADS_1
Tak lama dia pergi,dia pun telah masuk ke halaman kampusnya dan memarkirkan motornya di samping motor yang dikenalnya.
"Sayang." panggil seorang wanita yang sudah diduga arsen kalau itu suara grace,dia oun menghentikan langkahnya tapi tidak menoleh ke arah yang milik suara tadi,dia lebih baik menunggu wanita itu mendekatinya saja.
"Kamu kemarin kemana?" tanya grace saat berada disamping arsen,lalu mereka melangkah bersama untuk masuk kedalam kelas mereka.
"Ada di rumah,kenapa?" tanya arsen cuek,sebenarnya dia malas menjalin hubungan apalagi dengan grace,tapi dia tak tega karna grace telah menyukainya sejak SMA,dia mencoba untuk menerima nya mana tau dia bisa melupakan gadis "itu".
" Kenapa gak ngangkat telfon aku,tadi pagi juga aku telfon gak di angkat."ucap grace memasang wajah cemberut nya berharap arsen merasa bersalah,bukannya merasa bersalah...arsen malah membuang nafasnya dengan panjang dan menghentikan langkahnya dan memandang ke grace.
"Tapi ar...aku ini pacarmu,apa ada ruang pribadi yang tak boleh aku ketahui?" tanya grace merasa tak Terima ucapan arsen.
"Kamu tau kalau kamu pacar aku dan bukan istri aku,hanya yang jadi istri aku yang bisa masuk ke masalah pribadi aku." ujar arsen lagi dan meninggalkan grace sendirian disana yang memasang wajah kesalnya lalu mengikuti arsen untuk masuk ke dalam kelas.
"Hai bro." panggil alif anak Indonesia yang kuliah disana juga,mereka kuliah di universitas Oxford.
__ADS_1
"Hai." jawab arsen sedikit malas lalu duduk dibangkunya yang terletak di belakang grace.
"Lu apain tu si grace,wajahnya ditekuk aja." tanya jackson,teman arsen yang lain,mereka bertiga sama-sama berasal dari indonesia dan kedua sahabat arsen itu mengikuti arsen yang kuliah disana.
"Gak tau,tanya aja sama dia."jawab arsen cuek dan mengambil ponselnya yang berada di kantongnya dan membuka ponsel tersebut dan nampaklah dia orang yang selama ini berada dipikirkan nya.
" Huh..."arsen membuang nafasnya dan lalu meletakkan kembali ponselnya,entah apa yang dipikirkan nya membuat temannya curiga dengan arsen.
"Lu kenapa?" tanya alif yang melihat arsen membuang nafasnya seperti melepaskan beban.
"Gak papa lagi bad mood aja." jawab arsen,lalu alif mengajak mereka setelah pulang nanti untuk nongkrong di kafe andalan mereka dan arsen dan Jack menyetujuinya,mereka pun diam saat dosen masuk kedalam ruangan itu dan memulai materi mereka.
Sepanjang pelajaran arsen kesulitan konsentrasi karna selalu teringat kalau besok dia akan bertemu dengan athaya,gadis yang diam-diam dia sukai dan tidak diketahui siapa pun terkecuali satu orang.
"Ivy!!!!"
__ADS_1