
"Jangan ngomong macam-macam dengan mom and dad kalau enggak kakak akan adukan kalau malam kemarin kamu bukan pergi kerja kelompok tapi ketemu sama si joy ya."arsen mengancam adiknya jika memberitahukan kepada orang tua mereka apa yang dilihat adiknya itu di ponselnya.
"Baik...tapi ada syaratnya." ivy memulai negosiasi dengan kakaknya,dan ini memang dia harapkan dari awal.
"Apa?" tanya arsen kesal.
"Kakak harus ngantarin aku setiap pagi ke sekolah."jawab ivi membuat arsen melongo.
" Hei...kamu kan punya supir pribadi sendiri,ngapain minta kakak antarin,gak ah...bisa-bisa kakak telat ke kampus nanti."tolak arsen
"Kalau gak mau siap-siap aja kalau aku akan beritahu sama mom and dad apa yang aku lihat tadi." enteng ivy,dia yakin kalau kakaknya ini bakal setuju dengan syarat nya,bukan apa dia meminta kakaknya mengantarkan dia sekolah,karna kemarin dia kalah taruhan sama temannya dan meminta kepadanya untuk diantar kakaknya kesekolah,arsen sangat populer dikalangan teman ivy,ya ivy juga merasa tidak keberatan karna dia juga ingin di antarin kakaknya dari pada menggunakan sopir.
"Huh...ya udah,sana kamu keluar,kakak mau pakai baju dulu...awas ya kalau kasi tau mom dan daddy." Arsenal memperingati adiknya itu untuk menjaga mulutnya dan merahasiakan apa yang dilihatnya tadi.
__ADS_1
"Sip...nih kuncinya kakak pegang." ujar ivy setelah tadi mempraktekkan orang yang sedang menarik mulutnya dan menguncinya lalu di berikannya pada arsen.
Ivy pun keluar dari kamar kakaknya dan pergi turun untuk sarapan bersama orang tuanya yang sudah menunggu dari tadi,sedangkan arsen bersiap-siap mengenakan pakaiannya karna dia akan ke kampusnya.
"Pagi mom...dad" sapa arsen mencium kening wanita yang disayanginya itu dan duduk disampingnya,ivy yang melihat arsen telah duduk dan melihat kearah nya hanya tersenyum penuh arti.
"Kamu mau ke kampus ar?" tanya mommynya dan gerry hanya mendengarkan saja istri dan anaknya itu berbicara.
"Yes mom...why?"
Deg
Jantung arsen langsung berdetak mendengar nama yang disebutkan mommy nya,wajahnya menegang lalu menatap kearah adiknya,ivy hanya tersenyum menjengkelkan bagi arsen,lalu dia mengubah raut wajahnya supaya terlihat tenang.
__ADS_1
"Kenapa tidak dengan daddy saja mom,arsen gak bisa." jawab arsen lalu memulai makan agar cepat selesai dan dia cepat pergi dari sana.
"Daddy besok akan pulang ke Indonesia,ada kerja disana dan sekalian menjemput oma mu." jawab gerry,dia telah menyelesaikan makanannya dan sudah bersiap ingin berangkat kerja.
Mereka telah pindah ke Inggris karna gerry harus menangani perusahan nya yang disana,sedangkan kebalikan dari uno,dia malah pindah ke Indonesia karna pekerjaannya juga.
"Ya udah besok arsen temani mommy." akhirnya arsen pun mengalah karna dia sebenarnya juga ingin bertemu dengan gadis itu,mereka telah lama tidak bertemu dan terakhir sejak mommy karen meninggal akibat kecelakaan dan eva sekeluarga pergi ke Indonesia untuk melihatnya dan ikut waktu pemakaman.
"Ya udah mom,dad...kita pergi dulu,ayok..." ucap arsen dan mengajak adiknya,kedua orang tuanya merasa heran karna arsen biasanya tidak mau mengantar adiknya itu tapi entah kenapa dengan hari ini.
"Mommy... Daddy...ivy pergi dulu ya sama kak arsen." ucap gadis itu lalu mencium kedua orang tuanya,sedangkan arsen hanya mencium mommy nya.
"Ada apa dengan mereka dad?" tanya eva karna merasa heran dengan anaknya yang tampak akrab hari ini.
__ADS_1
"Entahlah mom,ya sudah aku pergi dulu ya sayang." Gerry pun mencium kening istrinya itu dan masuk kedalam mobilnya,sedangkan eva masuk kedalam rumah,semenjak melahirkan ivy,gerry menyuruhnya untuk berhenti bekerja dan fokus dirumah dan mengurus ivy saja,eva tak merasa keberatan karna yang dikatakan suaminya benar dan memang sepatutnya dia mulai mengurusi keluarga nya.