MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
75


__ADS_3

Biasakan untuk like komen dan ulasannya karna sangat penting untuk saya😉


Happy reading


Setelah sudah menunggu setengah jam mereka berdua bersiap,livy kini juga selesai menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga,karna walaupun livy sosok anak yang manja tapi dia lumayan pandai memasak karna sering membantu mommy nya untuk menyiapkan sarapan,bukan berarti mereka tak memiliki pelayan,tetapi memang mereka hanya senang melakukan hal seperti itu untuk keluarga mereka.


Saat ini mereka bertiga pun sudah sampai disekolah yang akan dijadikan mereka untuk menghabiskan waktu SMA mereka.


Seperti yang diucapkan livy tadi bahwa arsen lah yang membawa mobilnya dan mereka berangkat bertiga dari apartemen thaya sampai kesekolah.


"Wow...itu kan cewek yang malam tadi di acara livy,sepertinya jadi anak baru disekolah kita." Julid sebagian orang yang masih berada diparkiran yang melihat kedatangan mereka bertiga,tapi tak lama terdengar beberapa motor besar masuk dan memarkirkan motor mereka disamping mobil milik livy tadi.


"Selamat pagi ayang livyyyyy." Sapa andi sambil memberikan senyuman terbaiknya,bukannya mendapatkan balasan malah dapat tatapan tajam dari arsen.


"Bos...kenalin kita donk." Jimmy menaik turun kan alisnya dan melirik ke thaya yang dari tadi memainkan ponselnya untuk memberi kabar daddy uno.


"Kenalan aja sendiri,masih berfungsi dengan baikkan mulut lo." sarkas arsen dan malah mengajak thaya dan livy untuk masuk ke dalam dan berencana mengantarkan thaya ke kantor kepsek.


"Kinilin eje sindiri.... Ynynynynyny,nyuruh kenalan tapi orang nya dibawa pergi." Sungut jimmy,andi dan teo hanya mentertawakan temannya itu yang diacuhkan bos mereka,lalu mereka pun mengikuti dari belakang.


Disepanjang perjalanan menuju ke kantor semua mata tertuju kepada mereka,termasuk juga seorang gadis yang dari kedatangan mereka tadi sudah memperhatikan,bahkan sudah terlihat tangan nya terkepal erat tapi tidak ada yang memperhatikan terkecuali dua orang yang sudah dipesan oleh temannya untuk memperhatikan gadis itu jika dia baru datng bersama thaya.


"Ckk...daras biji terong." Decak luna dan angel yang melihat dengan jelas wajah tersenyum grace tapi tangan nya tidak sesuai dengan senyuman itu.


"Kak arsen sama yang lain duluan aja,i masuk kedalam dulu,thanks udah ngantarin." ucap thaya sambil tersenyum ke arsen dan yang lain.


"Ehm...kakak ke kelas dulu." Ucap arsen dengan datar,sedangkan livy memandang sengit dengan kakaknya.

__ADS_1


"Cssss...sok cool,padahal bucin akut." Decisnya pelan tapi masih didengar oleh arsen yang notabene nya ada disamping livy, arsen hanya melirik sekilas ke adiknya itu lalu pergi dari sana untuk memasuki kelas yang sebentar lagi masuk.


Kringgggg...


Dan benar,saat arsen dan yang lainnya baru maduk,bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran pertama akan di mulai,sedangkan gadis yang ditinggalkan dikantor tadi kini tengah menatap datar kearah kursi depan nya yang ada orang duduk disana.


"Ai rasa hidup ai tak akan tenang." batinnya


"Mari silahkan duduk." ucap kepsek mempersilahkan thaya duduk dan menunjukkan kursi yang kosong disebelah cowok yang duduk didepan kursi kepsek tadi.


Thaya pun duduk disamping cowok itu tampa menghiraukan mata yang dari tadi menatapnya,sampai...


"Jika tidak you alihkan mata you,i akan bantu memindahkan nya diatas meja ini." Ucap thaya pelan sambil mendekatkan kepalanya ke cowok itu dengan tanpa menghadap kearahnya,sontak membuat cowok itu menggeserkan sedikit kepalanya dari thaya.


Setelah berbicara sebentar tadi,kini thaya dan cowok itu mengikuti langkah guru yang akan membawa mereka ke kelas mereka tempati nanti.


"Your crazy!!!" Gimana kalau ai jatuh."marah thaya karna cowok itulah yang membuat nya hampir jatuh karna tadi sengaja memang kah kaki thaya.


"Pasti akan lucu,tapi gue gak akan buat lo sampai terjatuh,buktinya gue tahan tangan lo kan." Cowok itu tersenyum sambil mengedipkan matanya sebelah,seakan merasa manis dan keren taoi tidak dengan thaya,gadis itu merasa akan terus sial bila harus berdekatan dengan cowok ini,tak ada hal yang baik saat bertemu dengannya.


"Crazy." Ucap thaya memandang datar ke cowok lalu melepaskan tangannya dengan kasar dan pergi melangkah pergi mengejar guru tadi yang sudah berjalan jauh dari mereka,sedangkan cowok itu hanya tersenyum melihat itu dan buru-buru ikut mengejar thaya.


"Selamat pagi anak-anak." Sapa buk Marlin,guru yang membawa dua murit baru itu,dan maduk ke kelas 10 A1 yang di isi murid unggulan dari kelas itu.


"Pagi bukkkkkk....


" Baiklah...hari ini kita kedatangan dua teman baru,silahkan perkenalkan diri kalian bergantian."

__ADS_1


Thaya dan cowok itu pun saling melempar mata mereka mengodekan siapa yang harus duluan,akhirnya cowok tersebut pun maju karna diperintahkan buk Marlin.


"Hay...gua kelvin,pindahan dari SMA garuda,salam kenal. " Ucapnya dan tersenyum sedikit.


"Hallo....athaya,dari Inggris." dengan wajah cueknya memperkenalkan diri seakan dipaksa pindah sekolah disana membuat orang yang mendengar tidak tau merespon seperti apa pada dua orang didepan mereka.


"Ya udah...kalian berdua silahkan duduk di bangku kosong dibelakang itu." Tunjuk buk malrin ke dua bangku yang terletak dibelakang sana,thaya hanya melengos,sudah ditebaknya kalau dia bakalan duduk berdua dengan orang aneh yang ada di sampingnya ini,mereka pun melangkahkan kaki mereka pergi ke belakang tempat bangku mereka.


"Ya...ayok ke kantin." Ajak livy dan di ikuti kedua sahabat nya.


"Wait." jawab nya tapi masih duduk enteng saja dibangkunya,livy yang melihat itu merasa heran kenapa thaya tidak bergegas dan malahan masih duduk saja,dan tak lama saat kelvin berdiri dan ingin beranjak...


Bruk...


"Upssss...sowwwryyy." Thaya mengedip-ngedipkan matanya melihat kelvin yang jatuh dengan tangan sok-sokan ditutup seakan terkejut melihat kelvin yang sekarang tengah terkungkup didepannya.


Sebagian murid yang masih ada didalam kelas merasa terkejut melihat kejadian itu,dan mereka juga tau yg membuat kelvin jatuh tak lain thaya yang memangkah kakinya.


Dengan masih keadaan terlungkup,kelvin memandang sengit ke thaya."lo gila ya,kalau gua kejedot meja gimana!!!"kesal kelvin yang sekarang udah berdiri berhadapan dengan thaya sambil berkacak pinggang.


"Pasti lucu sekalikan,tapi kan i udah perkirakan kalau gak bakal kejedot."


"Ya udah,i pergi dulu...bey bey." Dengan senyum manisnya pergi melangkah mendekati ke livy tanpa menghiraukan reaksi kelvin tadi saat melihat senyumnya.


"Sekali jatoh lagi juga gak papa." Gumamnya dengan wajah kaku tapi senyum tidak jelas disana.


Diantara yang ada di kelas tdi juga ada grace yang melihat hal itu,dia merasa bertambah marah karna menurutnya thaya terlalu jadi perhatian yang seharusnya dia yang mendapatkan perhatian itu.

__ADS_1


"Lihat aja,gue bakalan ambil alih perhatian itu." Batinnya.


__ADS_2