
"Menurutmu seperti apa yang ku pikirkan?" tanya gerry memajukan langkahnya mendekati ema yang kini menjadi mundur karna takut melihat reaksi gerry sekarang.
"Aku gak ada hubungan apa-apa dengan dia ger." Ucap ema lagi masih memundurkan langkahnya.
'Kapan aku bertanya tentang hubungan kau dengan ivan."tanya gerry lagi dan membuat ema kesal merasa dipojokkan.
"Terserah kamu deh,aku malas ngomong sama kamu." Kesal ema,gerry pun menyeringai ke ema dan membuat ema ketakutan.
"Aku malah lebih malas ngomong sama cewek kayak kamu,dan sebaiknya kita putus aja." ucap gerry dan ingin meninggalkan ema disana tapi lagi-lagi dia ditahan ema.
"Ger...aku gak mau ya putus dengan kamu hanya masalah begini." ema merasa tak Terima diputuskan gerry,dia mencintai gerry tapi karna dia merasa gerry tak mampu memenuhi kebutuhan nya makanya dia mendekati ivan juga,dia hanya memanfaatkan ivan tapi tidak tau kalau dia akan bertemu gerry disini dan melihat nya dengan ivan.
"Udah lah ma,aku lagi beneran malas ribut,kita udahan aja,aku tau kok kalau aku tak bisa menuruti keinginanmu,jadi kita udahan aja dan kamu gak papa kok dekat dengan ivan,dia anak orang kaya." Gerry langsung pergi tanpa memperdulikan ema memanggilnya,dia ingin mengganti baju nya dulu baru pergi keruangan salwa,dia sudah membulatkan tekatnya untuk menerima penawaran itu apa pun perjanjiannya,sekarang yang dipikirkannya hanya pengobatan mamanya.
Tok tok tok...
"Masuk." suruh salwa
"Buk..."ucap gerry memberitahukan kepada salwa kalau dia datang,sedangkan salwa baru mengangkat kepalanya saat mendengar suara gerry memanggilnya.
" Oh ger...silahkan duduk,dan ini..."salwa memberikan kertas yang isinya perjanjian antara gerry dan eva.
__ADS_1
Gerry pun mulai membacanya dan dari nomor 1 2 dan seterusnya masih aman sampai ke nomor 7 membuatnya kaget dan langsung memandang ke salwa.
"Ada apa?" tanya salwa tau kalau gerry ingin bertanya padanya.
"Ehm...ini...beneran isi perjanjiannya?" tanya gerry ragu-ragu.
"Apa kamu keberatan,itu semua benar perjanjian yang dia pinta." kata salwa santai.
"Ehm buk,apa aku harus membuatnya sampai hamil,jika dia tidak hamil bagaimana?" tanya gerry karna nomor ke 7 isi perjanjiannya adalah harus bisa menghamili nya dan anaknya gerry tak perlu tanggung jawab.(enakkanš¤£)
"Ya coba lagi sampai bisa,jika sampai tiga bulan kamu tidak bisa menghamilinya,maka dia akan mencari pria lain,bukankah menguntungkan untukmu,kau tak perlu bertanggung jawab dengannya dan anaknya."
"Jadi sampai kapan perjanjian ini berlaku buk?"
Huftttt...gerry membuang nafasnya untuk meyakinkan kalau dia bisa memenuhi perjanjian itu.
"Saya harus tanda tangan dimana buk?"
"Disini." tunjuk salwa dan memberikan pena ke gerry,gerry pun tanpa ragu langsung menandatangani perjanjian itu.
"Semoga keputusanku ini sudah tepat." batinnya setelah menandatangani kertas itu.
__ADS_1
"Baiklah ger,nanti kuberikan kertas ini ke dia dan menyuruhnya menghubungi mu dulu."
"baik bu,Terima kasih sudah mau menolong saya." ucap gerry dengan menjabat tangan salwa.
"Ya udah aku mau ke kantin dulu ger,perutku sudah lapar,kamu mau ikut juga?" tawar salwa,barusan eva me notice nya untuk menyusulnya ke kantin karna dia sudah ada disana.
"Enggak usah buk saya pulang saja." tolak gerry,tapi bukan salwa namanya kalau tak bisa memaksa orang dengan cara apa pun.
"Ayolah,anggap saja makan untuk merayakan kesepakatan kita."
"ya udah deh buk,mari." mereka pun keluar dari sana dan pergi ke lift untuk turun ke lantai bawah letak kantin kantor berada.
Setelah sampai dikantin dan mengambil makanan mereka salwa memandang sekeliling sana untuk mencari sahabatnya itu dan...
"Nah itu dia,ger tolong bawakan makanan aku dulu ya ke meja sana,dekat buk eva." Ucap salwa sambil memberikan makanannya ke gerry untuk dibawakan ke kejadian mereka.
"Ibuk mau kemana?" tanya gerry karna dia langsung grogi karna harus duduk dengan eva,dan jujur saja dia udah naksir sama atasannya itu semenjak pertama mereka bertemu di club malam itu.
"Aku mau ke toilet,bentar aja kok." kata salwa lagi dan langsung meninggalkan gerry,gerry pun mau tak mau pergi mendekati eva,dia melihat eva sedang membaringkan kepalanya diatas meja dan memandang keluar dinding kaca disampingnya.(seperti bukan atasan saja ni eva gak ada jaim-jaimnya,ya mau apa jaim,kantor punya dia kok)
Setelah dekat di kursi yang diduduki eva,gerry berhenti dan tak langsung duduk,dia hanya meletakkan nampan yang berisi makanan mereka saja dulu,dia masih mau menunggu disuruh duduk dulu baru dia mau duduk.
__ADS_1
Eva yang mendengar ada orang didekatnya pun langsung menegakkan kepalanya,dan dia melihat ada gerry disana,sedangkan gerry saat eva menegakkan kepalanya dia merasa seperti adegan slowmo saja,lambat dan sangat indah dilihatnya wanita itu.
"Gerry."