
"Aaaaaaaa ampun kak...hahahah..udah kak udahhhhh..." Teriak thaya sambil tertawa karna daren menggelitiki pinggang thaya.
Daren pun menghentikan gelitikannya dan saat ini mereka tengah berbaring di karpet bulu milik thaya dalam keadaan daren telentang tapi tangan kanan daren masih ditindih badan athaya yang masih ngos-ngosan.
Tak lama daren tiba-tiba membalikkan tubuhnya yang saat ini berada diatas athaya dan menatap gadis itu dengan diam."apa kakak boleh mencium kamu?"ucapnya terus terang,sejak saat thaya menyiumnya didepan sekolah tadi daren menahan ingin membalas ciuman thaya,bukan ciuman sih lebih tepatnya kecupan.
Athaya masih terdiam tapi tidak juga menolak membuat daren memberanikan diri untuk mendekat dan menjangkau bibir ranum thaya,saat telah sampai dibibir thaya daren hanya diam,dian ingin melihat respon athaya,sedangkan athaya masih seperti tadi diam tercengok dibawah daren,kini daren memberanikan diri untuk sedikit ******* pelan bibir thaya,karna tidak ada penolakan membuat daren semakin berani menambah tenaga dibibirnya untuk tambah ******* bibir itu.
Daren tertegun karna merasakan kini thaya membalas lumatannya,tidak mau membuang kesempatan daren pun terus membalas ******* itu sampai saat dimana dia menggigit sedikit bibir thaya supaya terbuka,saat telah terbuka daren tidak membuang kesempatan lagi,dia mengobrak abrikan mulut thaya yang dia yakini akan menjadi candunya.
Sedangkan saat ini ditempat camp arsen tampak pemuda itu termenung di balkon kamarnya,pemuda itu terus kepikiran bagaimana bisa mendapatkan maaf thaya dan kali ke gadis itu.
"Apakah tidak ada lagi cinta untuk kakak ayy,kenapa kamu bisa seperti ini dengan kakak,bagaimana kamu bisa dekat dengan pria yang baru kamu kenal,apa karna dia telah mapan." Pikir arsen masih termenung disana.
"Berat... Berat...lawan lo terlalu berat bos,lo tau sendiri kan siapa daren itu,dia itu keturunan seorang nicholas satu-satunya." Kini andi,jimmy dan teo masuk ke kamar arsen dan berjalan ke balkon juga tempat arsen duduk termenung tadi,sedangkan yang berbicara adalah andi.
Arsen pun melemparkan sendalnya ke andi karna bukannya memberikan masukan malah membuat dia rendah.
"Tapi benar bos apa yang diucapkan andi,gue aja ya kalau jadi cewek juga akan memilih daren." Ungkap jimmy memberikan penilaian juga,arsen hanya mendengus mendengar ucapan kedua sahabat nya itu.
Drttt...
"Hallo dad." Jawab arsen ketika daddynya menghubunginya.
"Hm... Entar lagi arsen pulang." Arsen langsung mematikan panggilan dan beranjak dari sana,"batalkan nanti malam,gue mau nemani bokap ke acara dulu."ucap arsen lalu mengambil kunci motor nya untuk pulang kerumah.
"Sorry...apakah sakit?" tanya daren sambil mengusap bibir athaya yang tampak bengkak akibat ciuman mereka.
__ADS_1
"Hihihi lumayan tali gak papa kok,jadi gak perlu di operasi lagi biar seksi." Thaya mengedipkan matanya ke daren dan bangkit dari sana.
"Aaaaaaa kak daren mesummmmm." Teriak thaya saat tak sengaja melihat celana daren yang mengembung kesamping,thaya buku-buku menutup matanya menggunakan tangan,sedangkan daren hanya tertawa tanpa malu,dia pun pergi melangkah ke toilet athaya yang berada didapur.
Setelah kepergian daren thaya melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 18.30 dan sekarang dia masih belum bersiap-siap,dia pun pergi kedapur dan berteriak disana.
"Kak...thaya mau mandi dulu,kalau kakak mau pulang langsung tutup aja pintunya,nanti kita terlambat datang ke pesta." Teriak athaya lalu langsung pergi ke kamarnya dan masuk ke kamar mandi.
Daren mendengar ucapan thaya tadi lalu menelpon anak buahnya untuk membawakan pakaian yang dia gunakan untuk malam ini,dia memutuskan untuk berangkat bersama dengan thaya dan tuan jackson.
Tak lama dia pun keluar dari sana setelah sempat mandi dan mengambil handuk didalam lemari kecil di kamar mandi belakang thaya,dia pun keluar saat mendengar bel berbunyi yang dia yakini itu anak buahnya.
Cklek...
"Ini tuan." Ucap pria itu dan memberikan bag yang dia bawa tadi ke daren lalu permisi pergi dari sana,ternyata bunyi bel tadi terdengar oleh thaya dan dia pun ingin keluar untuk melihat siapa yang datang,dia mengira itu daddy nya,tapi saat dia melihat ada daren disana yang hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya membuat tubuh thaya panas,orang yang pernah merasakan permainan kuda-kudaan itu tentu merasa risih dengan pandangan seperti itu,tak berbeda dengan thaya,daren oun tampak mematung melihat thaya hanya menggunakan handuk yang melingkat didadanya sampai setengah paha,sedikit saja dia menunduk akan menampakkan belahan dunia lain.
"Seperti nya gue salah memilih waktu untuk pergi bersama thaya."batin daren masih menatap athaya.
Athaya pun langsung memutuskan pandangan mereka lalu berlari laju masuk ke dalam kamar nya dan menguncinya dari dalam.
" Aaaaaaa.... Memalukan."ucapnya sambil menghentakkan kecil kakinya,dia oun akhirnya memutuskan untuk segera bersiap karna daddynya telah mengirimkan pesan kalau dia sudah berangkat dari mansion nya.
Begitu juga daren yang bersiap dikamar mandi tadi karna dia tak berani meminjam kamar ke athaya,sebenarnya bukan tak berani taoi lebih ke malu.
Ting tong...
Lagi-lagi bel thaya berbunyi dan daren yang membukanya,alangkah terkejutnya uno saat melihat kalau daren lah yang membuka pintu anaknya.
__ADS_1
"Tuan jackson." Sapa daren sedikit hormat,ya iyalah...kalau ngejar anaknya harus bisa dong cari muka dengan bapaknya.
"Tuan Nicholas." Ucap uno masih terkejut tapi ditepisnya pikiran jelek tentang kenapa ada daren di apartemen anaknya.
"Kenapa tuan ada disini?" Tanya uno masih sopan.
"Jangan panggil saya seperti itu,jika diluar kantor anda adalah orang yang lebih tua dari saya,panggil saja saya daren."
"Oh eh iya." Uno masih kaku jika memanggil daren apalagi dengan posisi mereka yang lumayan berbeda,daren bukan orang yang mudah digapai,tapi karna suatu kejadian kini membuat hubungan dia dan anak uno menjadi dekat.
"Daddy sudah dayang" Ucap thaya yang baru keluar dari kamar nya karna telah siap.
Daren sungguh terpesona melihat penampilan thaya malam ini,dia melihat telah hilang gadis SMA dengan Wanita dewasa yang sangat mempesona,dengan dress berwarna peach bermodel kerah Sabrina dan untuk dibawah seperti duyung yang memiliki belahan tinggi di sampingnya,rambut thaya dibuat model blonde dengan ujung rambut berwarna abu-abu yang membuat penampilan nya semakin badas seksinya.
"Ehem..." Deheman jackson membuat pandangan daren terputus,dia merasa malu karna ketahuan memperhatikan anaknya.
"Apa kamu sudah siap sayang?" Tanya tian jackson lalu meraih tangan putrinya,
Karna tak ingin membuat daren malu athaya mengatakan sesuatu pada daddynya.
"Dad... Tadi aku mengajak kak daren untuk barengan dengan kita,apakah daddy tidak keberatan." Tanya thaya hati-hati tapi tidak dengan daren,dia tersenyum lebar mendengar ucapan thaya.
"Oh tentu tidak sayang,suatu kehormatan pergi bersama orang terhormat seperti tuan Nicholas." kata uno dengan tersenyum menatap daren,setidaknya anaknya jauh dari orang yang sudah merusak nya dan seperti nya athaya sudah mulai melupakan kejadian itu.
"Anda berlebihan tuan,saya sudah katakan jangan menyebut saya tuan,anda adalah orang tua athaya jadi ada baik ya tuan memanggil nama saja disaat diluar kerja sama kita." Ucap daren sopan, uno hanya manggut-manggut,dia tahu kalau daren sepertinya naksir kepada putri nya,tapi apakah daren mau menerima athaya yang sudah pasti daren tau keadaannya apalagi dia sendiri yang membawa athaya kerumah sakit saat itu.
Mereka pun lalu berangkat bersama dan athaya kini tengah duduk bersama daren dibelakang sedang daddynya memaksa duduk didepan.
__ADS_1
Selama diperjalanan daren terus menggenggam tangan thaya,dia merasa senang saat ini bisa pergi dengan thaya dan daddynya,hatinya berbunga-bunga,belum pernah dia merasakan seperti ini,tapi bukan berarti dia tidak pernah pacaran,dia tidak sepolos itu,tapi untuk masalah bermain memang daren masih bermain aman tanpa sampai melewati batas,entahlah...dia hanya merasa tidak sampai berminat seperti itu,tapi berbeda dengan athaya tadi,jika bukan thaya yang meringis karna bibirnya sakit mungkin athaya telah dihajar daren.