MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
112


__ADS_3

Keesokan paginya di kediaman thaya...


Ughhh...


Daren baru terbangun dari tidurnya dan menatap laun disekeliling nya yang tampak tak asing baginya.


Deg


Matanya melebar saat melihat seorang perempuan yang baru keluar dari kamar mandi disana yang sudah rapi.


Deg


Tubuhnya menegang dengan mata yang terbuka lebar."udah bangun?"tanya thaya biasa-biasa saja dan mendekati daren lalu meletakkan tangannya ke dahi pria itu.


"Udah mendingan." Ucapnya pelan tapi masih dapat didengar daren yang masih melihatnya dengan jantung yang berdebar.


"Kenapa kakak bisa ada disini?" Tanyanya kemudian.


"Apa yang kakak pikirkan?" Tanya thaya kembali sambil menyusun bukunya untuk dimasukkan ke tas karna dia akan ke kampus.


Daren mencoba mengingat-ngingat apa yang sebenarnya terjadi semalam,dia hanya ingat kalau dia malam tadi berada di club,laluuuu....dengan mata perlahan melebar dan senyuman mengembang di mulutnya dia menatap berbinar ke thaya.


"Apa?" Tanya thaya sambil mengangkat alis nya sebelah dengan wajah datarnya.


"Apa kita melewati malam bersama?" Tanya daren sambil masih tersenyum riang.


"Hm...kita bersama sepanjang malam." Dalam hati thaya ingin mentertawakan daren yang berfikiran seperti itu tapi dia tetap stay cool mau mengerjai pria yang sudah membuatnya susah tidur karna malam tadi daren demam tinggi.


"Benarkah?" Memastikannya dengan sangat penuh damba,thaya hanya mengangguk taoi kemudian dia menahan dada daren yang ingin memeluknya.

__ADS_1


Klak...


"Eh...udah bangun kak?" Tanya livy yang masuk ke kamar itu untuk memanggil thaya sarapan, "ya udah sarapan bareng yuk." Ajaknya lagi lalu meninggalkan daren yang tampak cengok.


"Huahahahha... Lucu lucu lucu huahahha." Tawa thaya pecah melihat reaksi daren yang sangat membagongkan.


Daren menoleh lambat ke thaya dan melihat perempuan itu tertawa sampai mengeluarkan air matanya.


"Kamu ngerjain kakak thay?"


"Hahahhaha... Sorry sorry hpppphuahahah


Daren bangkit dari tempatnya lalu melilitkan tangannya seakan mencekik thaya dari belakang." Kamu ya...dari dulu senang banget ngerjain kakak."


"Hhahaha yaya sorry nggak lagi." Thaya pun mencoba menghentikan tawanya walau kadang sedikit tersenyum kembali,daren pun melepaskan tangannya dari leher thaya.


"Udah nggak marah lagi?"tanya daren yang duduk kembali ke ranjang thaya.


"Bertiga???"


"No... " Mereka keluar dari kamar dan daren dapat melihat banyak orang disana dan salah satunya orang yang sangat dia kenal,"tapi beramaiiiii."teriaknya riangggg,teman-temannya pun tertawa melihat tingkah thaya.


"Damn...ngapain kakak disini?"geo langsung bangkit dari duduknya yang tengah duduk untuk sarapan bersama,pagi-pagi tadi thaya menghubunginya mengatakan untuk menjemputnya di apartemen nya,dia senang bukan main dan langsung mandi dan pergi ke apartemen thaya,tapi apa yang pertama kali dia lihat dimana disana banyak orang yang tengah duduk bersama untuk sarapan tapi seperti masih menunggu orang yang lainnya.


Dahi daren mengernyit dengan pertanyaan itu,kenapa adiknya itu juga ada disana,apa beberapa tahun belakangan ini adiknya dekat dengan thaya."seharusnya aku yang tanya,kenapa kamu bisa ada disini?"


"Ya mengejar cintaku lah,aku kira thaya sudah Terima aku karna nyuruh datang pagi-pagi jemput dia,ternyata..." Geo menoleh ke thaya dengan mata menyipit dan melanjutkan ucapannya."pasti nyuruh jemput kakak,kakak gila ya...kak Siska pagi-pagi udah ngamuk karna kamu nggak pulang,istri tengah hamil malah ditinggalin,mana ada ditempat mantan lagi."sinis geo tapi tak lama,matanya langsung membesar karna baru sadar kelajuan bicara sampai mengatakan yang akan membuat daren marah.


"Hamil?" Cetuk thaya.

__ADS_1


"Ehh...itu..." Geo berusaha ingin menjelaskan tapi dia tak tau mulai dari mana,diapun menggaruk rambutnya yang tak gatal,dilihat nya daren yang sudah gelap menahan emosi,dia tau kalau kakaknya itu masih belum menerima Siska dan tentang kandungan Siska karna sebuah trik yang di buat siska.


"Ehm...siska hamil." Daren pasrah,bagaimana pun juga anak yang dikandung siska adalah anaknya sendiri,mungkin ini akhir perasaannya dengan thaya.


Tak pernah disangka oleh daren,thaya memeluknya sambil berbisik."selamat ya kak,kali ini harus serius...ingat anak yang kak siska kandung,kasian dia kalau papanya main-main dengan wanita lain."daren ingin menangis,dia membuang malunya didepan orang yang ada disana,dia oun membalas pelukan thaya,orang yang sangat dicintainya bahkan sampai sekarang,tapi dia harus ingat jika dia telah memiliki anak dari istri sah nya.


"Iya thay...kamu juga semoga dapat yang lebih baik dari kakak,maafin kakak udah pernah buat kamu sakit." balasnya,semua yang disana menatap haru ke dua orang itu,kisah mereka dulu masih mereka ingat dimana mereka harus terpisah karna tak direstui oleh kakek mereka sendiri.


"Ehmp ehmp. " Geo berdehem memecahkan adegan haru itu.


"Jadi udah clear ini kan,berarti gue boleh dong dekatin thaya nya." Ucap geo cengengesan,dan dilirik sinis dengan semua orang.


"Kakak lo yang begini speknya aja ditinggalin thaua apalagi modelan kentang kayak lo." Seloroh kelvin yang dari tadi diam melihat drama SCTV yang sedang siaran langsung itu.


"Kentang nggak tuh..." Anak-anak pada tertawa melihat wajah geo yang cemberut kesal.


"Lagian lo ya,nggak mungkin dong thaya nerima lo,emangnya dia mau kejadian dulu terulang lagi." Kata jimmy


"Ya enggak lah,gue nggak sama dengan kak daren,gue akan memperjuangkan cinta gue." Ucapnya dengan penuh semangat.


"Woooooooo...bangun woy,udah siang...ya udah yuk berangkat ke kampus,ntar telat. " Ajak kelvin dan untuk jimmy dan teo,mereka hanya mengantarkan pacar mereka saja karna mereka masuk siang,mereka sudah semester 6 dan mengambil 4 tahun kuliahnya,sedangkan thaya and the geng semester dua akhir.


Mereka oun keluar dari apartemen thaya yang tadi sudah dibereskan duku sama-sama dengan anak yang lain,sedangkan daren ikut geo dan meminta adiknya itu mengantarkan nya ke club malam tadi mengambil mobilnya.


"Thay...entar pulang ikut gue aja ya,entar gue antar pulang." Hari ini thaya tidak membawa mobilnya karna ikut dengan kelvin dan livy,sedangkan sisanya menggunakan mobil pasangan masing-masing.


"Hm...bareng kelvin?"


"Enggak...kelvin ada latihan basket nanti,gue dijemput kata mommy."

__ADS_1


"Oh oke." Mereka hanya berdua saja di kelas itu sedangkan temannya beda jurusan,thaya dan livy sama-sama ngambil jurusan manajemen,karna dia nanti akan melanjutkan perusahaan daddynya yang sekarang dia mulai mendatangi perusahaan itu untuk belajar bersama bawahan daddy nya,uni masih di Inggris mengurus perusahaan induk mereka dan di Indonesia cabang dari perusahaan uno yang diurus orang kepercayaan nya,sedangkan livy juga sama...perusahaan orang tuanya banyak maka dari itu dia juga bantu kakaknya untuk mengurus nya.


__ADS_2