
"Aku merindukanmu." ucap uno dan memeluk eva,eva hanya menatap datar saja.
"Aku bukan wanita yang setahun lalu,jadi aku tidak akan meloncat kegirangan saat mendengar kata-kata itu dari mulut bajinganmu." ucap eva datar.
"Hey...apa kau masih marah karna masalah dulu,va...kami tidak melakukannya dan memang kalau dia meletakkan obat itu tapi setelah minum dan tau ada reaksi aneh pada tubuhku dan saat itu aku melihatmu,aku pergi dari sana va setelah kamu pergi,aku berusaha sekuat tenaga menahannya,dan saat itu aku ke apartemen mu untuk meminta bantuan,tapi kamu gak ada,plis percaya sama aku."u ap uno panjang lebar menceritakan kejadian sebenarnya.
Eva terkejut mendengar penjelasan uno,apakah selama ini dia sudah salah paham dengan pria ini, tapi jika benar yang dikatakan uno bagaimana dengan dirinya,apa yang dia rasakan saat ini?kenapa dia merasakan tidak ada reaksi apa-apa dengan kejujuran uno selain rasa terkejut saja.
"Plis,kasi aku kesempatan untuk perbaiki hubungan ini,dan kita harus melanjutkan tunangan kita." kata uno memohon ke eva dan menggenggam tangan wanita itu.
Eva merasa bimbang,selain dia merasa dirinya tak mencintai uno dia juga merasa bersalah tidak memastikan dulu kejadian dulu.
"Apa aku harus menerima nya,tapi jika kuterima bagaimana dengan kelinci putihku,dan bagaimana kalau aku hamil dengannya." pikir eva,dia merasa di otaknya sekarang tak lebih dari benang yang kusut.
"beri aku waktu." akhirnya eva pun memutuskan untuk berfikir dulu sebelum dia harus mengambil kesimpulan,dia tak mau merasa menyesal telah mengambil keputusan terlalu cepat lagi.
"Aku kasi satu minggu,setelah itu kita harus menikah." ucap uno,sedangkan eva merasa terkejut permintaan uno.
"tidak,itu terlalu cepat." protes eva.
"Jadi kamu mau nya berapa lama,aku tak mau terlalu lama menunggu." ucap uno lagi kembali memeluk eva.
"Beri aku satu bulan." ucap eva,dia harus benar-benar memikirkan nya dengan matang.
__ADS_1
Dahi uno mengerut mendengar nya."satu bulan,itu terlalu lama sayang."
"Satu bulan atau tidak sama sekali."
"Oh baiklah kau menang." uno mengangkat tangan nya sudah menyerah.
"Hanya itu yang ingin kau tanya kan,sebaiknya kau pergi karna aku sibuk." mengusir uno karna dia baru teringat dengan kelinci putihnya.
Setelah uno pergi,eva tampak hanya diam di kursinya dengan masih memikirkan ada apa dengan hatinya saat mendengar kalau gerry merasakan kesusahan dia merasakan sakit juga.
"Apa aku sudah mencintai nya,tapi ini masih baru,dan aku jujur saja aku suka karna dia tampan,baik,dan...apa lagi ya?" pikirnya dengan melihat keatas seakan memberitahu kan kalau dia sedang memikirkan sesuatu,tapi tiba-tiba wajahnya memerah karna mengingat malam itu.
"Astaga...otakku sudah mulai tercemar." Ucapnya dengan mengibaskan tangannya ke wajahnya,tak lama pintu ruangannya diketuk seseorang.
"masuk." perintah nya, medan menampakkan makhluk yang tadi mengetik pintu dan ada makhluk lain dibelakang nya.
Deg
"Apa dia mendengar suara ku?" batin eva dan membesarkan matanya melihat orang yang dibelakang salwa.
"Teman jahanam." dia memaki salwa karna tidak mengatakan padanya kalau dia membawa orang lain dibelakang nya.
"Eh tapi?" Dahinya mengerut setelah memperhatikan seksama orang yang datang itu.
__ADS_1
"Buk...pak leon ingin bertemu dengan ibuk dan beliau tadi sudah menghubungi tapi ibuk tidak mengangkat nya." ucap salwa
"Pak leon." eva masin berkata didalam hati nya baru teringat kalau dia ada janji dengan orang ini,tapi bukan itu yang membuat dia terkejut,dia baru sadar kalau pak leon sangat mirip dengan kelinci putih nya.
"Buk eva." panggil pak leon menyadari eva yang dari tadi hanya terdiam.
"Oh maaf,silahkan duduk." ucap eva mengajak pak leon duduk di sofa di ruangan itu dan pak leon pun mengikutinya.
"apakah saya mengganggu waktu anda buk eva." ucap tuan leon saat mereka sudah duduk di sofa.
"Oh tidak,maafkan saya tidak mengangkat panggilan anda tadi,handphone saya tadi saya silent." ucap eva merasa tidak enak saat melihat handphone nya ada 5 panggilan tak terjawab dari leon.
"oh tidak apa-apa,tapi mengapa nona menatap saya tadi dengan raut wajah kaget?" tanya tuan leon mengingat reaksi eva tadi melihat dia datang.
"tidak...saya hanya mengira wajah tuan mirip seseorang,apakah tuan memiliki anak laki-laki?" tanya eva kemudian,karna dia sangat penasaran dengan orang yang ada didekatnya ini,sebelum tuan leon ingin menjawab eva menyuruh Salwa untuk membuatkan mereka minuman dan sekalian cemilan,mereka berencana hari ini ingin membahas kerja sama mereka yang sempat tertunda.
setelah eva tadi berbicara seperti itu dan meminta salwa untuk keluar tuan leon sempat terkejut dengan ucapan eva dan merenung sesaat.
"Apa maksud nona?" tanya tuan leon masih begeming di tempat duduknya.
"tidak...saya hanya terkejut karna wajah tuan mirip dengan seseorang yang saya kenal."
"Siapa?" tanya tuan leon langsung karna dia tidak sabar mendengar ucapan eva.
__ADS_1
"Ehm salah satu model saya,tapi mungkin itu hanya mirip saja,maafkan atas kelancangan saya tuan." ucap eva merasa tidak keenakan melihat reaksi leon.