MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
38


__ADS_3

"Iban turunkan aku." teriak salwa saat berada dalam mobil iban dan dibawanya entah kemana.


"Aku tak akan menurunkanmu,kita harus menyelesaikan masalah kita."


"Kita tidak ada urusan Apa-apa lagi,aku juga tak ingin pertanggungjawaban mu bocah." kata salwa.


"Bocah kau kata,jika aku bocah mengapa kau malam itu terus minta di puaskan denganku ha!!!" iban marah salwa mrngatainya bocah padahal malam itu salwa sendiri yang menyerahkan diri ke iban dan iban sudah berusaha menolaknya,tapi mau bagaimana,seperti kucing yang diberi tulang,


Kucing mana yang menolak karna salwa malam itu melepaskan pakaiannya didepan iban saat mereka didalam hotel.


"Anggap saja waktu itu aku mabuk." elak salwa.


"Mabuk kau kata...baiklah aku ingin lihat bagaimana jika kau tidak dalam keadaan mabuk seperti ini." iban oun langsung melajukan mobilnya dan membawa salwa ke apartemen nya.


"Hey lu mau ngapain ha?" tanya salwa merasa berdebar karna iban membawanya ke sebuah gedung dan salwa langsung teringat permainan mereka dulu,walaupun dia waktu itu mabuk,tapi dia sedikit ingat permainan mereka yang kedua dan seterusnya karna efek mabuknya sedikit berkurang waktu itu.


"Aku akan bertanya kepadamu bagian mana yang kau sebut bocah." ucap iban dan menarik tangan salwa untuk mengikutinya,salwa merasa sedikit takut melihat reaksi iban,dia tak menyangka orang yang dikatakan bocah rupanya sangat menyeramkan jika sedang kesal.


Setelah sampai di dalam apartemen iban dengan berbagai drama untuk sampai ke sini,iban pun langsung menyumpal mulut salwa dan bermain dengan kasar karna dia sangat kesal dengan wanita ini.


Ughhtt...salwa menahan suaranya agar tidak keluar karna kelakuan iban yang bermain kasar dengannya,dan dia sampai terkejut saat melihat tunas pohon kini telah menjadi pohon yang tangguh.


"Aku akan membuatmu merasakan kembali bocahku ini,aku mau lihat sampai kapan kau terus mengatakan kalau aku bocah."


Glek...


"Apa itu?" batin salwa,dia mencoba memberontak karna tak siap untuk merasakan kembali pohon tangguh itu.


Tapi apalah dayanya,karna kekuatan nya jauh dibawah iban,iban langsung membuka paksa kulit pisang didepannya itu dan menikmati isinya dengan sangat kasar tapi membuat salwa yang awalnya memberontak kini ikut serta dalam permainan itu.

__ADS_1


Dia sudah tak peduli dengan gengsinya,"biarin bocah tapi perkasa."batin salwa terus membalas permainan iban.


Mereka melakukannya berapa kali ronde sampai salwa memohon untuk menghentikannya karna merasa lelah.


"Aku ingin bertanggung jawab,jadi jangan terus mencoba menjauhiku,aku tau aku lebih muda dari mu tapi setidaknya aku benar-benar ingin bertanggungjawab." ucap iban setelah permainan mereka tadi dan masih mengatur nafas mereka.


"Sebaiknya kita jalani dulu,karna ini terlalu cepat untuk ku."


"Terserah asal kau jangan mencoba untuk menjauh." iban menatap kesamping untuk melihat ke salwa.


"Hm...aku tidak akan menjauh lagi."akhirnya mereka pun berpelukan dan segera tertidur karna merasa lelah.


***


Hoahhhhh...


" Ger...


"Kata kamu tak pulang,ada apa?"


"Enggak ada apa-apa,papa ada apa manggil gerry."


"Gak ada,cuman mau bangunin kamu,kamu memangnya gak kerja hari ini."


"Ya udah gerry mandi dulu,papa duluan saja sarapan nya,gerry di kantor nanti saja."


Gerry pun masuk ke dalam kamarnya lagi untuk membersihkan dirinya dan langsung pergi ke kantor nya.


"Sayang." panggil enzi,kini dia datang kembali ke kantor gerry hanya untuk mengajak pria itu untuk makan siang,gerry tak menolak nya lagi dan langsung mengiyakan,tapi yang bedanya kali ini mereka tidak makan hanya berdua karna gerry mengajak kedua sahabatnya juga.

__ADS_1


"Apa-apaan ini?" enzy menatap datar kepada dua orang yang menurutnya mengganggu makan siangnya dengan gerry,tapi tidak dengan satu orang yang tampak senang bertemu dengan wanita yang disukainya.


"Hai en..." sapa jhon ke enzy.


"Hai." balas enzi sedikit tersenyum.


"Gak papa kan kita ikut gabung makan disini?" tanya iban


"Makan aja." ucap gerry cuek dan mengambil makanan untuknya.


"Lu kenal sama gerry jhon?" tanya enzi


"Hm...dia sahabat ku."


"Sahabat???


" Iban!!!"panggil seseorang ke iban dan memotong pembicaraan enzy dan jhon,semua orang pun memandang ke asal suara.


Deg


"Taik lu sallll." Batin eva dengan mata yang melotot melihat orang yang duduk disamping iban,dia tak tau kalau salwa akan mengajaknya untuk makan bersama seseorang dan orang itu adalah iban.


"Siapa?" tanya enzy ke gerry yang terlihat mengenal dua wanita yang berjalan kearah mereka.


"kenalan lama." ucapnya cuek dan didengar oleh eva dan salwa.


"Selamat siang buk salwa." sapanya dan menjabat tangan salwa lalu ingin beralih ke eva.


"Selamat siang buk eva."ucapnya dan hanya dapat anggukan dari eva,mereka pun bergantian menyalami dua wanita itu sampai ke jhon yang akan bersalaman dengan eva.

__ADS_1


" Hai jhon."ucap eva dia pun mencium pipi kiri kanan jhon.


__ADS_2