
"Enzy gak mau pa!!! Enzy cinta sama gerry." enzy tampak emosi mendengar ucapan papanya yang meminta enzy melepaskan gerry,bagaimana pun juga dia merasa apa yang dikatakan papa gerry tadi ada benar nya,mereka terlalu memaksa kan keinginan enzy,padahal enzy sendiri yang terluka karna gerry selalu mengabaikannya,dan juga papa enzy tak bisa memarahi gerry karna dari awal gerry sudah menolak keinginan enzy yang ingin bersamanya,tapi papa enzy sendiri yang memohon gerry memberikan kesempatan enzy bersamanya.
"Kamu mau sampai kapan nak mencintainya,dia tak mencintaimu apa yang kamu harapkan?" donal mencoba memberikan penjelasan kepada anaknya itu karna dia tak mau anaknya terus berjuang dengan hal yang sudah lama diperjuangkan tapi tak ada hasil.
"Tapi enzy cinta gerry pa,enzy mau gerry." akhirnya enzy pun menangis sambil memeluk mamanya yang dari tadi sudah menangis melihat nasib anaknya itu.
"Sudah sayang...kamu ikhlas kan saja,tidak baik terlalu memaksakan perasaan." ucap mamanya sambil mengelus kepala putrinya itu,tuan donal mengurut keningnya yang terasa pusing karna masalah anaknya itu,dia sebenarnya juga menyukai gerry tapi dia juga tak bisa memaksa perasaan orang apalagi yang dia tahu kalau gerry masih belum move on dari masa lalunya.
Enzy hanya bisa menangis,hari yang dia telah tunggu-tunggu kini telah berakhir,seharusnya malam ini mereka akan mengumumkan tanggal pernikahan merek,tapi karna dia juga berfikir apa yang dikatakan papanya itu ada benar nya,dia pun mencoba untuk ikhlas walau masih tak rela.
Kini mereka pun memutuskan untuk bersiap berangkat ke hotel yang sudah mereka siapkan untuk acara nanti malam atas peresmian perusahaan cabang milik mereka disana.
***
Ckittt...
"Aduh vaaaa...lu apa-apaan sih ngerem mendadak gini,untung aja sepi." keluh salwa sambil mengelus kepalanya sedikit terkena dashboard mobil.
__ADS_1
"Sorry...aku gak sengaja." ucapnya seraya melanjutkan perjalanan mereka.
"Lu pasti kagetkan aku bilang gerry akan tunangan malam nanti,lu tenang aja...gerry pasti akan membatalkan acara nanti malam,percaya aja ama aku."ucap salwa yakin kalau gerry bakal menggagalkan acaranya nanti malam,eva hanya diam saja karna masih mengontrol hatinya yang merasa sakit mendengar kalau malam ini acara gerry dan enzy.
Tak lama mereka pun sampai ke butik yang biasa jadi langganan mereka,mereka pun di antarkan ketempat VIP yang biasa mereka tempati dan pegawai di sana menunjukkan karya baru mereka ke eva dan salwa.
"Va...bagaimana dengan ini?" tanya salwa lagi,karna sudah tida dress yang dia coba tapi masih belum membuat dia merasa puas.
"Percuma aku jawab sal,pasti li nyari yang lain lagi,terserah lu aja." kata eva karna semua baju yang sudah di coba salwa sudah mendapat penilaian dari eva tapi salwa masih saja mencoba yang lain.
"Bungkus kan yang ini ya mbak." ucap salwa menunjuk pakaian yang dia ingin kan tadi.
"Lu yang mana va?" tanya nya ke eva yang dari tadi tak mencoba satu pun dress yang sudah ditunjukkan pegawai sana.
"Aku yang itu aja." tunjuk eva kepada dress berwarna hitam hampir menutupi seluruh tubuhnya tapi memiliki belahan yang panjang disamping pahanya.

__ADS_1
"Wow...selera yang tak main-main,apakah kau ingin menggoda pengantin pria nona?" ucap salwa merasa takjub pilihan eva.
"Jangan tanggung-tanggung sayang,aku berencana membawa lari pengantin prianya malam ini." kata eva dengan suara menggoda.
"Menang gila dan keren,aku juga akan membawa iban lari dari sana." ucap salwa tak mau kalah dari sahabatnya itu.
"Apakah kau sudah mulai menerima nya?" ucap eva agak sedikit terkejut pasalnya tadi di kantor salwa bercerita masih ragu dengan berhubungan dengan iban tapi sekarang.
"Jika aku mendengar kau ingin bertemu gerry,jiwa ****** ku meronta-ronta,aku sudah memutuskan untuk terus menjalang dengan calon ayah dari anakku."ucap salwa sambil tersenyum.
" Apa maksud perkataan mu itu?"tanya eva agak kebingungan dengan ucapan salwa.
"Aku ha mil." jawab salwa membuat mata eva membulat sempurna.
Udah di up ni...jangan lupa dukungan nya ya
Like,komen,gift dan votenya,gak jadi miskin kok kalau sedekah,hehehe...
__ADS_1