MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
115


__ADS_3

Flashback on


"Hallo dad,thaya masih dikampus."waktu itu thaya permisi untuk pergi ke toilet sendirian,daddy uno menghubungi nya dan mengatakan kalau dia baru tiba di Indonesia dan malam ini dia ingin mengajak thaya menemaninya pergi makan malam bersama rekan bisnis nya,thaya oun setuju karna malam ini dia tidak ada acara apa pun bersama teman nya.


Lalu dia kembali ke kelas yang sebentar lagi selesai dan dia sudah janjian dengan livy bahwa gadis itu yang mengantarnya pulang.


Tapi saat dia melihat yang menjemput mereka adalah arsen,dia sempat menolak tapi tak bisa karna livy memaksanya.


Dan sampai sekarang setelah dia selesai masak dan main gitar tadi sebentar,dia berencana untuk siap-siap mengganti pakaiannya.


Flashback off


"Jangan menggoda kakak yya,kamu tau sendiri kakak kalau telah mulai susah untuk berhenti." Ucap arsen setelah sadar walau sempat terbengong sebentar.


"Iya...sorry,nggak mulai dehh."


"Sekali lagi." Pinta arsen,thaya mencibirnya.


"Nggak ah,ntar nagih."


"Tadi terlalu bentar ayy,sekali lagi ya." Bujuk nya.


"Tadi katanya jangan menggoda kakak,ya udah nggak lagi." Jawab thaya lalu melipat bibir nya kedalam menahan senyumnya.


"Ayya..." Arsen sedang mode jadi kucing,dia mengeluskan kepalanya ke bahu perempuan itu,thaya terkekeh melihat kakaknya itu tidak berubah walaupun sudah bertambah umurnya,dia sempat berfikir jika pertemuan mereka akan canggung seperti di mobil tadi,tapi siapa wanita itu,thaya tiba-tiba teringat dan ingin bertanya,tapi...pasti laki-laki ini akan tertawa dan menyangkanya cemburu,ya walaupun memang sedikit ada sih.


"Nggak mau,udah ah...ayo keluar,ayya mau siap-siap." Thaya oun berjalan dulu mau keluar dari kamar itu,berdua didalam kamar dengan arsen membuatnya panas dingin apalagi teringat kejadian dulu mereka.


Grep


"Kamu mau kemana sih yya,kita juga baru ketemu kamu udah mau pergi." Arsen memeluk thaya dari belakang dan menyimpan kepalanya di bahu perempuan itu dan menghirup dalam lehernya yang mengakibatkan ada gelenjar aneh yang dirasakan thaya.

__ADS_1


"Thaya udah janjian sama daddy untuk menemaninya makan malam sama rekan bisnisnya." Sebisa mungkin thaya mengontrol ucapannya agar tidak diketahui arsen kalau dia tengah grogi dipeluk laki-laki itu,apalagi arsen menggesekkan kepalanya di leher thaya.


Dengan wajah sendu arsen melepaskan pelukan nya dan memutar tubuh thaya untuk melihat kearahnya."Tapi kakak masih kangen."


Thaya sungguh tak tahan melihat wajah arsen yang sekarang tengah menatapnya sendu seperti itu,dia oun menangkup wajah arsen dengan kedua tangannya.


"Bagaimana besok kita ngumpul bersama anak-anak." Ide thaya tapi bukannya dapat reaksi senang dari arsen,laki-laki itu malah cemberut.


"Kenapa dengan teman-teman,kakak maunya cuma berdua sama kamu,kalau sama anak-anak nanti aja."


"Kamu kakk...entar ayya bilangin sama kak jimmy dan teo kalau kakak enggak kangen sama mereka." Ancam thaya,lalu dia ingin melepaskan tangannya yang dari tadi masih diwajah arsen tapi segera dipegang arsen lalu membawa ke telapak tangan thaya ke mulutnya dan mencium lama disitu.


Thaya terpaku dengan perlakuan arsen padanya,laki-laki ini sangat tidak baik untuk jantung nya,apa pun yang dilakukannya selalu membuat jantungnya berdebar,thaya memalingkan wajahnya yang terasa panas.


"Plis...tinggal di sini,bersama kakak...kakak sudah tak sanggup menunggu yya."


"Tapi daddy...daddy baru pulang kak,kasian dia."


Cup...thaya langsung menempelkan bibir nya ke bibir arsen yang sukses membuat laki-laki ini diam,awalnya masih kaget tapi dia tak mau melepaskan kesempatan ini,karna thaya tidak melepaskan kecupannya arsen langsung ******* bibit itu dengan lembut dan meraih tengkuk thaya agar ciuman mereka semakin dalam,digigit nya bibir thaya sedikit untuk memberikannya ruang untuk mengeksplor mulut thaya dengan lidahnya.


Ughhhtt


Sudah lama thaya tak melakukan ini,lepas putus dari daren dia memang tak pernah dekat dengan pria mana pun.


Ahhhhhhh...


******* thaya keluar saat arsen melepaskan ciuman dibibir dan beralih ke leher thaya.


"Kak..." Panggil thaya tertahan,dia berusaha menahan gejolak didadanya,dia tak menampik...dia juga merindukan sentuhan ini.


"Iya sayang." Jawab arsen melepaskan ciumannya dan menatap ke mata thaya yang tampak sayu,sungguh arsen tak sanggup melihat tatapan itu,sebisa mungkin dia menahannya jika thaya belum menginginkannya,dia tak mau kejadian dulu terulang kembali.

__ADS_1


"Ya udah kamu siap-siap sana,tapi kakak nunggu disini saja ya,kakak mau nginap disini boleh?"


Thaya masih mengatur nafasnya akibat ciuman panas mereka tadi,dengan wajah yang sudah memerah thaya hanya mengangguk saja,dia oun langsung keluar dari kamar itu untuk bersiap.


"Untung saja. " Ucapnya pelan saat sampai dikamar nya dia oun langsung pergi ke walk in closet nya untuk mengganti pakaian.


Klak


Thaya keluar dari kamarnya dan menampakkan dia yang sudah berganti pakaian nya,arsen yang menunggu di ruang tamu menoleh kebelakang untuk melihat orang yang baru keluar dari kamar nya.


Arsen terpesona,dia bangkit dari tempat duduknya dan mendekat ke thaya yang tampak malu-malu karna wajahnya yang merah tampak kontras dari warna kulit nya.



Bajunya masih bisa dibilang aman karna masih menutupi tubuhnya ya walaupun belakangnya agak terekspos.


"Apa tidak bisa dibatalkan,atau kakak ikut saja,kakak penasaran siapa yang jadi teman makan kalian."


"Ya nggak bisalah,aku nya udah siap gini kok,ngapain kakak ikut dengan acara orang,ayya aja nggak ada ikut acara kalian tadi siang."


"Kalau untuk teman makannya ayya nggak tau,cuman disuruh ikut aja."


"Yya tapi jangan cantik seperti ini juga kali yya."


"Ini baju yang dibeliin daddy kak,protes aja sama daddy,udah ah...ntar thaya telat,lagian supirnya udah nunggu di bawah."


"Ya udah kakak tunggu disini aja,sandi nya apa?"


Sekali arsen menanyakan sandi apartemen nya, thaya langsung terdiam membuat arsen curiga,Jangan-jangan...


"Ayo kasi tau apa?" Desaknya."tadi katanya nanti telat."

__ADS_1


"Tanggal kakak pergi ke Inggris." Dia langsung berlari setelah mengucapkan itu,sedangkan arsen tersenyum lebar,berarti thaya selalu mengingatnya dan dia juga peduli kepergian dia dulu.


__ADS_2