MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
62


__ADS_3

"Selamat sore mom?" ucap arsen setelah sampai kerumah dan melihat mommy nya yang tengah menyiram tanaman,walaupun mereka memilki banyak pelayan tapi eva ingin mengerjakan ini sekalian mengisi waktu sorenya dan menunggu kepulangan anak-anaknya.


Arsen pun mencium pipi wanita itu dan mengambil alat untuk nyiram tanaman dari tangan mommy nya dan membawa eva untuk duduk."ada apa sayang."ucap mommy nya merasa ada yang aneh dengan anaknya itu yang kini memeluknya.


"Gak papa kok mom,udah sore mom ngapain masih di luar,apa daddy belum pulang?"


"Apa yang kau lakukan pada istriku ar." ucap seseorang yang bari datang dan turun dari mobilnya dan melihat istrinya tengah duduk dengan anaknya.


"Apa yang ku lakukan?" tanya arsen tak mengerti.


"Kenapa kau memeluk istri ku?" Gerry pun mengambil istrinya dan memeluk posesif wanita itu,eva hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu.


"Oh come on dad...she is my mom."


"Sayang ayo kita masuk." ucap gerry tanpa memperdulikan ucapan putranya dan membawa istana untuk masuk.


"Oh my god."arsen geleng-geleng kepala lihat daddy nya yang menurut dia sangat posesif dengan istri nya itu padahal sama anak sendiri,dia pun ikut masuk dan langsung ke atas menuju kamarnya,dia pun mengambil ponselnya untuk diletakkan di atas nakas,dia ingin pergi mandi karna badannya sudah terasa lengket,tapi langkahnya terhenti saat melihat gambar dilayar kunci ponselnya,dia pun mengambil kembali ponsel tersebut dan membukanya.


"Sudah." ucapnya setelah menyetel kembali ponselnya,tidak ada lagi gambar itu karna sudah di gantinya sebab dia tak mau jika ada orang lain lagi yang tau tentang itu cukup adiknya saja.

__ADS_1


Saat malam tiba arsen baru keluar dari kamarnya setelah adiknya tadi memanggil untuk mengajak untuk makan malam.


"Ada apa?" tanyanya curiga melihat tiga orang disana sedang tersenyum-senyum melihatnya,dia oun memandang ke arah adiknya berharap adiknya tidak memberitahu kan rahasia dia.


"Hm hm." ivy mengangkat bahunya dia tidak tahu hanya ikut-ikutan orang tua nya tertawa,dia sedang mengerjai kakaknya,tadi setelah dia memanggil kakaknya ivy menyoret baju putih kakaknya yang di pakai sekarang dan menulis "aku tampan tak tertandingi" Dan membuat wajah tertawa disana,itulah yang membuat orang tuanya ter senyum-senyum.


"Mom,dad...ada apa?" tanya nya dan duduk disamping mommy nya.


"Dimana kau beli baju itu ar,daddy baru tau kalau kau orang yang narsis." ucap gerry masih tersenyum,arsen pun langsung melihat ke bajunya dan melihat disana banyak coretan yang tidak dia sadari,dia pun menoleh geram ke ivy.


"Ivyyyyyyyyy." geramnya dan bangkit dari sana,ivy pun langsung berlari mengelilingi meja makan mereka yang dikejar oleh kakaknya.


"Dapat kau." ujar arsen telah mendapatkan adiknya dan di peluknya gadis itu.


"Sudah ar...ayo kita makan." ucap mommy nya untuk menghentikan candaan mereka,arsen pun melepaskan adiknya dan duduk kembali ke kursinya.


"Sayang...apa athaya jadi besok untuk datang?" tanya gerry disela makan mereka,arsen dan ivy saling pandang tapi mereka hanya diam saja mendengarkan orang tuanya berbicara.


"Iya...kamu gak lupakan ar,besok temani mommy untuk jemput thaya."

__ADS_1


"Iya mom."mereka pun melanjutkan makan mereka dengan tenang dan setelah selesai arsen langsung ke atas untuk mengganti pakaian nya dulu karna dia akan keluar untuk bertemu dengan teman-teman nya.


" Mom...arsen keluar dulu ya."izin nya kepada eva yang lagi nonton bersama anak dan suaminya.


"Kamu mau kemana ar?" tanya eva


"Biarin aja dia mom,diakan masih muda pastilah dia mau ngumpul sama temannya." ucap gerry sambil memeluk istri nya,eva merasa risih karn suaminya itu tidak tau tempat untuk memeluknya,bagaimana pun ada anaknya saat ini.


"Dad...aku hanya bertanya bukan melarangnya." kesal eva dan melepaskan pelukan suaminya itu.


"Kenapa dilepas sayang,aku hanya berbicara seperti itu...kamu jangan marah." ucap gerry merasa sedikit takut jika istrinya itu merajuk.


"Oh come on,aku harus pergi sekarang." Arsen tak bisa ngomong apa-apa lagi melihat kelakuan orang tuanya yang selalu seperti itu,apalagi daddy nya yang posesif minta ampun,wajar saja...eva masih tampak muda dan cantik walaupun dia lebih tua dari suaminya tidak memudar kecantikannya.


Arsen pun langsung keluar dari rumah itu untuk pergi ke club tempat dia ingin bertemu dengan teman-teman nya dan menyambut sahabat satu yang baru datang dari Belanda.


Ivy yang masih di sana hanya bisa menghelakan nafasnya melihat kedua orang tuanya itu,dia ingin keluar tapi pasti tidak di boleh kan orang tuanya,itulah terkadang dia merasa iri dengan kakaknya yang bisa keluar malam,dia pun izin kepada orang tuanya untuk masuk kekamar,dari pada melihat orang tuanya yang selalu bermesraan mendingan dia telfonan dengan joy.


jangan lupa like komen gift and votenya guys

__ADS_1


__ADS_2