
Tok tok tok...
Pintu kamar yang di diamin oleh eva dan gerry kini di ketuk seseorang,mereka yang tengah bercanda oun akhirnya menghentikan candaan mereka dsn gerry bangkit untuk melihat siapa yang mengetik pintu.
Klak...
"Ger...dimana thomas?" tanya oma thomas.
"Ada didalam mom,silahkan masuk saja." ucap gerry mempersilahkan mertuanya itu masuk ke kamar mereka.
"Sayang...ayo ikut oma,sudah waktunya kita kembali kerumah dan kamu juga harus tidur." ucap aliya mengajak cucunya itu untuk pulang karna dia baru saja menemani suaminya untuk bersalaman pada undangan yang ingin pulang karna acara juga sudah berakhir dari tadi tapi masih ada saja tamu yang terlambat datang dan terpaksa orang tua mereka yang meladeni tamu itu.
"Arsen mau tidur disini dengan mommy daddy oma." ucap anak kecil itu ke omanya,membuat aliya sedikit kebingungan menjawabnya lalu menatap ke arah anaknya itu.
"Eeeee sayang,biarin mommy sama daddy istirahat disini dulu ya,mereka pasti kecapen habis acara mereka tadi,jadi kita aja pulang kerumah,besok mereka kembali kok kerumah kita." ujar aliya lagi,sedangkan eva dan gerry hanya menahan senyum mereka melihat mamanya membujuk thomas.
"Iya sayang...besok daddy akan mengajak kamu juga untuk jalan-jalan,bagaimana" gerry akhirnya bersuara karna merasa kasian melihat mertuanya kesusahan membujuk thomas yang ingin tinggal disana.
"Benarkah dad?" tanyanya dengan mata berbinar menatap daddynya,gerry pun mengiyakan dan mengelus kepala putra nya itu.
__ADS_1
Thomas oun akhirnya mau di ajak pulang lalu mencium kedua orang tuanya sebelum keluar dari kamar itu.
Eva yang dari tadi menahan sesuatu kini langsung berlari setelah thomas pergi,gerry yang melihat itu oun terkejut dan segera mengejar istrinya.
"Ada apa sayang?tanyanya khawatir.
" Aku mau pipis yang,dari tadi aku nahannya."teriak eva dari kamar mandi membuat gerry melongo,dia menyagka ada apa-apa dengan istrinya itu lalu dia pun kembali ke ranjangnya dan memainkan ponselnya untuk melihat grup chatan dia bersama kedua sahabatnya itu.
Iban: "Ger!!!!!!!!" isi pesan iban.
"Ada apa?" Balas gerry
Iban: "yak baru jawab ni anak,habis nyoblos ya?
Gerry: "nyoblos pala lu"
Iban: "heh buah timun gak laku,jangan ketawa aja lu,kayak aku gak liat aja lu tadi nyosor anak orang.
Gerry: " Apaan apaan?"tanya gerry kepo
__ADS_1
Jhon: "lu liat ya anjir...kentut lu,jangan kasi tau gerry."
Gerry: "ban...gocap?" tawar gerry biar iban memberitahukan siapa yang disosor jhon,soalnya kalau enzy tidak mungkin baginya karna tadi enzy tidak datang ke acaranya.
Iban: "cepek."
Jhon: "eh anjir...lu diam gak,aku sempalin mulut lu dengan cipung ayam baru rasa.
Gerry ingin membalasnya tapi mata dia beralih kepintu yang terbuka dikamar mandi dan menampakkan sosok makhluk Tuhan yang sangat seksi mulai mendekatinya,gerry tersenyum mengembang dan meletakkan ponsel nya kesembarang tempat,dia sudah lupa tentang yang ingin dibicarakan tadi dengan sahabatnya.
Gerry oun berdiri dan mendekati wanita itu dan memeluk pinggang nya."sejak kapan kau membawa pakaian ini di sana?"tanya gerry sambil tangannya mengelus tubuh wanita itu.
Eva kini telah berganti pakaian dan gerry tak tau sejak kapan eva membawa baju di dalam kamar mandi tadi,sedangkan eva hanya tersenyum sensual ke gerry dan melingkarkan tangannya dileher pria itu.
"Kau tak perlu tau sayang,kau hanya harus menikmati malam ini,karna aku akan meminta lebih dari mu." ucap eva terdengar menggoda ditelinga pria itu.
Sangking sudah tak tahannya,gerry langsung memegang kerah baju eva dan langsung menyintaknya,terpampang nyatalah kue poci yang dari tadi menantang gerry didepan wajahnya.
__ADS_1
Eva sempat kaget karna gerry mengoyakkan bajunya dan langsung melahap kue poci eva dengan beringas.
"Jangan berubah pikiran sayang,karna aku tak akan biarkan kamu menutupkan mata walau sebentar pun." ucao gerry,eva bukannya ketakutan malah dia tersenyum mendengar ucapan gerry yang bisa saja membuat orang ketakutan bila mendengar nya,siapa yang tahan berolah raga semalaman bagi orang biasa,tapi karna gerry manusia tak biasa dia harus bisa membuat wanita nya itu yang duluan menyerah.