
Thaya tersenyum melihat kebersamaan mereka ini dan dia oun ikut menimpali ucapan kelvin sampai luna yang jarang bicara oun tertawa dengan kelakuan tiga manusia random itu.
"Salah lo sendiri thay,siapa nyuruh nerima mereka dan nolak gue,kalau lo dulu sama gue papa dan kakek gue nggak akan ikut campur." Kata kelvin setelah mereka puas ketawa dan thaya menyambung cerita yang selama ini temannya belum tau,sampai kejadian di toilet kemarin oun di cerita kannya.
"Yeeee masih ngarep lo?" Seloroh angel mendorong lengan kelvin membuat pemuda itu berdecak,sedangkan livy yang tadi tertawa kini wajah nya perlahan mengendur mendengar ucapan kelvin.
"Ckk...ya nggak lah,gue udah suka cewek lain,gue nggak kayak dia mempersulit hidup sendiri,kalau orang nggak mau ya cari yang lain lah,mubazir donk wajah tampan gini kalau harus ngenes." Sombongnya memamerkan ke thaya.
"Ya ya ya...Selamat paduka raja,jadi...siapakah gerangan yang beruntung telah disukai oleh paduka?" Ucap thaya sok drama kolosal.
"Apakah dirinya seorang janda anak satu pemilik kantin kita paduka,jika seperti itu, hamba akan meminta kepada ibunda paduka untuk melamar kan nya."
Huahahaha tawa mereka pecah setelah luna ikut memperagakan ucapannya dengan gerak tubuhnya dan itu dilihat banyak orang disana yang kaget mendengar tawa mereka,dan ada pula yang dari awal melirik thaya dan teman-temannya merekam kebersamaan mereka lalu iseng upload di instagram miliknya.
Tak lama ponsel orang yang meng upload vidio tadi terus berbunyi dan saat melihat dirinya tentu kaget karna postingannya tadi banyak mengelike bahkan mengomentari.
@Sadamhusein: _ayaya gila manis banget senyum tuh cewek,tag ngab
@anaknyaminhoo:_eh itu bukannya thaya nggak sih@jackthay
@una_kunang: _dih...cowok sendirian,untung aja cakep
@bgus: @anaknyaminhoo sekolah mana bang, kenal ya
@anaknyaminhoo: @bgus anak SMA jackson,adik kelas gue.
__ADS_1
Dan banyak lagi komenannya,dia yang juga mengenal athaya dan lainnya hanya diam saja sambil membaca komenan yang memenuhi kolom nya.
"Pantasan kamu tidak datang,dicari kayak gimana oun juga nggak akan ketemu kalau kamu nya disana." gimana daren yang melihat akun thaya dan ada yang memadai nya tentang dimana mereka sekarang.
"Kayaknya happy banget ya,kamu nggak tau kan kalau aku disini kangen banget sama kamu." Lanjutnya lirih lalu meletakkan ponselnya keatas nakas,dia oun beranjak dari tempat tidur nya untuk mengganti pakaian,dia sudah berada di rumah orang tuanya karna lepas acara,papanya mengajak dia untuk pulang bersama kerumah dan tentu juga ada kakek nya.
"Kamu mau kemana daren?" Tanya kakeknya dengan suara tegas,mereka tengah berkumpul diruang tamu dan hanya daren saja yang tak ada disana,tadi dia mengatakan kepala nya sedang sakit.
"Aku akan kembali ke apartemen." Jawabnya tanpa menghentikan langkahnya membuat orang-orang disana mulai khawatir.
"DAREN!!!"panggil kakeknya dengan berteriak dan kini daren terpaksa menghentikan langkahnya menunggu apa yang akan diucapkan kakeknya lag tanpa mengalihkan tatapannya yang masih menuju untuk keluar rumah.
Tia oun langsung melangkah mendekati anaknya itu sebelum ayah nya marah dan akan melakukan sesuatu pada anaknya.
" Sayang...kamukan baru selesai bertunangan,malam ini nginap disini dulu ya,kan juga masih ada kakek disini nggak mungkin kan kamu pergi keluar."ucap Tia lembut ke anaknya.
Kakeknya menatap remeh ke daren."kamu yakin hanya pulang ke apartemen,karna jika saya tahu kamu pergi ke tempat anak itu,saya tak akan segan-segan menghancurkan keluarganya."ucap kakeknya dingin,geo merasa terkejut ucapan kakeknya,dia sangat tahu orang tua itu kalau ucapannya tidak main-main,tapi ini...
"Pah...dia itu cucu mu juga,apa papah harus bersikap seperti ini kepadanya,apa salah dia pah..." Tia sudah menangis disana menatap papah nya dengan tatapan tak menyangka ada orang sekeras itu.
"Saya tak merasa memiliki cucu lain selain daren dan geo,jika pun ada saya tak peduli." Katanya lalu berlalu menuju ke kamarnya yang ditemani oleh asisten pribadinya paman joan.
Tangan daren mengepal,dia membenci ketidakberdayaan ini...dia sudah berfikir jika telah memajukan perusahaan nya dia akan bebas untuk memilih jalan hidupnya,tapi karna memiliki kakek yang seperti itu sungguh membuatnya ingin berteriak menangis.
"Kak...sebaiknya kamu dengerin ucapan kakek,kakak tak mau kan jika terjadi sesuatu dengan thaya." Ucap geo yang mendekat ke dua orang yang disayanginya itu sedangkan papanya hanya diam dikursi dengan memijit sikit dahiny.
__ADS_1
Daren langsung memandang geo dengan tatapan heran."kau mengenalnya?"
"Hm...hanya tau nama dan pernah lihat,dia cantik...sangat cantik." Jawab geo sambil senyum-senyum tak jelas.
Daren pun langsung menarik tangan adiknya itu untuk ikut dengannya kekamar."katakan apa yang kau ketahui?"sungguh...hanya ini yang dia perlu,mengetahui tentang cintanya walau mendengar tanpa melihat,merasakan tanpa menyentuh.Mereka telah dikamar milik daren dan membawa geo ke balkon,dia mengambil rokoknya dan menghidupkan lalu menghisap nya.
Geo sempat kaget karna kakaknya itu yang dia tau telah lama berhenti dengan benda itu taoi ini dia melihat lagi.
Geo pun mengalihkan pandangannya kedepan, kedua tangannya dia letakkan di pagar pembatas balkon kakaknya.
"Dua hari kebelakang sekolahan kami mengadakan persahabatan." Dia tersenyum karna mengingat kembali wajah cantik dan manis itu dan akan diceritakan kepada orang yang memegang erat hati gadis itu.
"Saat itu..." Geo menceritakan semua dari awal bertemu thaya di UKS sampai dia yang melihat kakaknya datang mendorongnya ke toilet,daren hanya diam mendengarkan geo bercerita,tak sekali pun dia bersuara atau protes bahkan saat adiknya itu mengatasinya laki-laki brengsek yang telah memiliki tunangan tapi masih menemui mantan kekasih.
"Benar...gue brengsek ya yok,gue pecundang yang terus mengharap kan kekasihnya padahal memiliki tunangan,sebenarnya untuk apa gue menemui thaya,gue pun bingung,dan apa lo tau bukan hanya lo yang ngatain gue brensek."
"Memang ada lagi?"
"Hm...arsen,dia juga ngomong gitu,bahkan dia tanya untuk apa juga gue ungkapin perasaan gue ke thaya,apa menyuruh thaya jadi selingkuhannya,dan itu benar-benar sukses buat gue langsung diam,dia benar...apa gunanya." Daren terkekeh mengingat kebodohannya itu.
***
Satu bulan setelah malam itu,semua murid telah disibukkan dengan ujian,dan selama itu hubungan thaya dan teman-temannya semakin dekat dan untuk livy dia telah jadian dengan kelvin saat malam mengantar livy yang tinggal sendiri yang belum pulang karna kelvin ganti-gantian mengantar teman-temannya,dia tak masalah jadi tukang angkat barang belanjaan sampai jadi sopir free,dia hanya senang melakukannya bersama teman-teman nya dan tentu orang yang diam-diam dia sukai,untuk arsen dia semakin dingin bahkan terhadap thaya dan adiknya,dia oun kini bersiap karna tak lama lagi akan ujian negara dan dia juga mulai mengurus persiapan kuliahnya di Inggris karna akan mengambil harvard pilihan nya.
"Anjirr...tangan gue keringatan,gimana mau ngisi ni." Kata angel
__ADS_1
"E lah...tinggal tulis aja,lagian kita bukan ujian kelulusan,mau basah juga nggak papa bego,tinggal minta ganti aja." Jawab luna yang duduk bersama angel dan untuk livy dia duduk bersama kelvin karna tempat duduk mereka sudah diatur guru mereka,sedangkan thaya ada didepan mereka yang duduk bersama biji terong.