MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
92


__ADS_3

"Yuk langsung kekantin,ntar gue gak sempat makan lagi." Ajak thaya sambil mengancing tas nya lalu menepuk bahu kelvin untuk ikut bersama.


"Ni bocah ngintil terus,gak punya teman cowok apa lo?" Sungut livy melihat kelvin selalu ikut kemana thaya pergi.


"Idihhh sirik." Ucap sinis dengan bibir sebelah mencuat keatas melirik ke livy.


Livy pun membalas memandang sinis ke kelvin"Untuk apa...lo tau nggak lo itu udah kayak upil,lengket terus dengan thaya."


"UPIL NGGAK TUHHHHH..." seloroh angel tertawa-tawa melihat livy dan kelvin bertengkar.


"Kalian kenapa sih ribut mulu,gue antarin ke rumah sakit jiwa baru tau rasa." Omel luna,dia hera jika livy bertemu dengan kelvin pasti ujung-ujungnya mereka bertengkar.


"Ye kenapa ke rumah sakit..." sewot thaya ikut nimbrung.


"Aterus kemana dong?" Tanya luna polos.


"Ke KUA." dan disambut ketawa oleh luna dan angel sedangkan manusia dua tadi terdiam dan memasang wajah kesal ke Athaya.


"Lo mah gitu dengan gue thay." Kelasnya sok drama membuat kelvin mengeluarkan lidahnya seakan ingin muntah.


"Uekkk...nggak cocok lo jadi peran orang teraniaya." Ucapnya mengibas-ngibaskan tangannya didepan livy.


"Jadi cocoknya apaan dong?"timpal luna yang jawab.


"Peran pembantu." Cetuk kelvin membuat mereka lagi-lagi tertawa,livy hanya memasang wajah sebal mendengar tertawaan teman-temannya,kini mereka pun sudah sampai di kantin.


"Kalian pesan apa,biar gue pesenin." Ucap luna.


"Sekalian bayarin ya."kata angel tak tau malu membuat luna melirik sinis.


" Yeee... Noh minta sama bos tambang minyak kita noh."tunjuk luna pakai dagu kearah livy.


"Yok gue bantuin." tawar thaya lalu bangkit dari sana.


"Ya udah cepat pesan apa?" kini thaya yang nanya.


"Bakso aja deh." Kata livy


"Samain aja lah juga gua." Jawab kelvin dan di lirik livy sinis lagi.


"Apaan sih anjir,lo datang bulan ya sensi terus?"


"Kamu nanyakkkk." Cetuk livy sampai kelvin kesedak ludah sendiri,ternyata livy salah satu manusia yang kena demam si alif.


"Ya udah gue juga samaan,bakso juga minumannya gue es teh ya,kalian?" Tanya angel ke livy dan kelvin yang masih beradu mulut.

__ADS_1


"Sama aja." Ketus kelvin masih memandang sengit ke livy.


"Es jeruk."


"Ya udah,tunggu disini ya,nih livy gue titip ponsel." Ucap thaya dengan memberikan ponselnya ke livy.


Tak lama thaya pergi poselnya bergetar sepertinya ada yang menghubunginya.


"Siapa liv?" tanya kelvin kepo dan mendekat untuk melihat nama yang menghubungi athaya.


"Kak daren." kata livy tapi menatap datar nama itu,dia tahu nama itu saat malam tadi setelah daddy dan kakaknya cerita dia pergi ke kamar kakaknya dan ingin mendengar cerita di acara malam itu saat dengan thaya,lalu kakaknya menceritakan semuanya sampai suatu nama yang membuat kakaknya sedih,dan nama itu yang sekarang menghubungi thaya,pasti itu orang nya.


"Jangan diangkat." Putus kelvin,dia juga tidak menyukai pria itu karna sudah mengambil hati thaya.


"Lo kenal?" tanya livy kini memandang ke kelvin yang berada di sampingnya.


Hap...


"Eh... " Kaget livy saat ponsel thaya sudah berada ditangan kakaknya yang kini duduk disebelah nya.


"Kakak...sini ponselnya nanti athaya marah."rengek livy ingin mengambil ponsel thaya yang di ambil kakaknya.


" Hallo."arsen menjawab panggilan daren,daren sempat terdiam lalu dia berbicara.


"Athaya mana?" tanya nya dingin.


"Ada...nih." Sebenarnya bukan itu yang ingin diucapkan arsen tapi karna thaya sudah ada disana dia oun terpaksa berbicara seperti itu dan langsung memberikan ponselnya ke thaya.


"Kok dengan kakak?" Heran thaya sambil menerima ponselnya dan melihat layarnya dan membuat dia sedikit kaget dan menatap ke arsen.


"Hallo kak,kenapa?" tanyanya setelah mendekatkan gawai itu ke telinga nya.


"..."


"Ehm ntar pulang sekolah thaya langsung ke mall jalan sama temen-temen."


"..."


"Livy,angel,luna mungkin juga upil thaya." Jawabnya terkekeh sambil melirik ke kelvin,sedangkan livy dan yang lain justru tertawa mendengar ucapan thaua yang tak langsung menyindir ke kelvin.


"Hahah nggak nggak,itu si kelvin katanya tadi mau ikut juga mau cariin celana adiknya." Thaya semakin ngawur membuat arsen hanya bisa mengepalkan tangannya yang berada dibawah,dia sangat kesal melihat thaya tersenyum untuk orang lain walaupun sebenarnya orang itu juga tak melihat dia lagi tersenyum.


"..."


"Iya entar langsung pul... " Ucapan thaya terpotong saat melihat seseorang yang baru datang dan langsung duduk disebelah arsen yang harusnya tempat yang akan dia duduki karna sekarang thaya masih berdiri sambil telfonan.

__ADS_1


"...." Daren memanggil thaya karna tiba-tiba thaya berhenti berbicara.


"..."


"Ehm iya kak,entar langsung pulang dan nanti malam jadi kok." Kata thaya lalu mematikan panggilan setelah selesai berbicara dengan daren.


"Ini guys." Jimmy dan andi datang dengan membawa pesanan mereka yang baru menyusul dan tak lama ina pun datang membawa makanannya dengan grace.


"Kita duduk disana aja yuk lun." Ajak thaya karna bangku yang ada disana telah penuh,seharusnya cukup untuk mereka tapi karna grace dan ina menduduki tempat mereka jadi tempatnya oun habis dibagian mereka.


"Eh lo ngapain ngambil tempat duduk thaua dan luna,mana langsung nyerobot lagi." Kesal livy sambil berdiri.


"Gak ada namanya tuh disini milik mereka." Jawab ina yang membuat livy semakin marah lalu beranjak dari sana mendekati ina.


"Berani banget lo jawab ucapan gue ha!!" Sentak livy menarik rambut ina kebelakang membuat ina termundur sambil memegangi rambutnya.


"Sakit brengsek...lepasin nggak."


"Nggak mau sebelum lo pindah."


"Udah dong liv,gara-gara tempat duduk aja,lagian kita diajak sama kak Teo tadi." Kata grace mencoba menengahi mereka,bukannya mereka berhenti kini arsen yang memandang tajam ke teo.


"Ya gue gak tau bos kalau tempat duduknya kurang." Ucap teo takut-takut jika bosnya itu memarahinya atau memberikan bogeman mentah untuknya.


"Udah lah...lagian juga udah mau habis." Kata thaya tenang dengan luna,disaat semua orang pada war thaya, luna dan kelvin hanya santai makan dan menonton kelakuan orang itu.


"Aaaaa thaya lo tega banget ninggalin gueeeee." Rengek livy pergi ke bangku thaya membawa makanan nya.


"Lo sih bentar-bentar ribut,ya kita tinggalin lah." Jawab kelvin,dia juga malas ngeladeni grace dan ina yang kedatangan mereka sudah ditebak kelvin akan membuat drama.


"Gue itu harus cepat karna lepas ini mau ke kantor." Ucap thaya terus meminum habis es tehnya membuat arsen tersenyum melihat tingkah thaya yang seperti buru-buru makan nya,dia pun sudah tak peduli siapa yang duduk didekatnya yang penting matanya masih bisa menjangkau thaya.


"Entar ke kantor nya bareng kakak ya." Ucap arsen ke thaya.


"Kakak mau ngapain?"


"Mau nikahin kamu." Jawab arsen seadanya sambil terus memasukkan makanan ke mulut nya tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang ada disana yang menatap nya dengan shock.


"Iiii kakak apa-apaan sihhhhh." Kesal thaya menabok bahu pemuda itu yang berada di belakangnya,arsen hanya tertawa mendapat tabokan dari thaya yang bukannya membuat dia sakit malah membuatnya jadi gemas.


Tidak dengan livy dan yang lainnya yang merasa terkejut melihat kelakuan arsen yang jarang-jarang seperti ini,dan seperti nya semenjak adanya thaya di sekolah ini arsen seperti itu,sedangkan grace bertambah kesal dengan athaya tapi tidak ditampakkannya.


"Oh ya thay bukannya lo pindahan dari inggris." Tanya grace,thaya hanya berdehem menjawab ucapan grace membuat gadis itu tambah kesal dengannya.


"Berarti pergaulan lo disana bebas juga dong seperti yang lain,kan disama pergaulan terkenal bebas iya nggak ina." Anaknya ina memberi dukungan dari ucapannya itu,thaya mengangkat alisnya sebelah lalu menatap ke belakang dimana ada grace disitu.

__ADS_1


"Maksud lo ngomong kayak gitu sama gue?" Tanya thaya datar tapi dengan sorot mata yang tajam menatap grace.


__ADS_2