
Mereka bertiga keluar dari kantor dengan saling merangkul, di selingi senda gurau, seolah tak pernah ada masalah apapun.
trek
"Momy awaaas..." Harvey memeluk Chelsea dari belakang, melindunginya dari hantaman kursi kayu yang dilayangkan Nirmala padanya.
brakk
Kursi kayu itu menghantam angin karena Brian berhasil menarik keduanya, terlambat sedikit saja, dipastikan anak dan istrinya dilarikan ke rumah sakit.
bugh
ugh
Chelsea menendang ulu hati Nirmala, membuatnya tersungkur membungkuk.
"BERANI BERANINYA KAMU MELUKAI ANAKKU" Chelsea mengaum, nafasnya tersengal karena dikuasai nafsu. Seandainya dia laki laki, ga akan dia biarin, sudah pasti dihajarnya sampai babak belur.
"Hei, apa yang telah kau lakukan padanya?" Anton mencekal tangan Chelsea namun Brian tak terima istrinya disentuh laki laki lain.
hekkk
"Jauhkan tangan kotormu dari istriku. Aku sarankan agar kau memindahkan anakmu dari sekolah ini" ancam Brian penuh penekanan.
uhuk uhuk uhuk
"Kalian... aku akan melaporkan kalian atas nama penyerangan" ucap Anton sambil terbatuk karena cekikan Brian yang sempat mendarat di lehernya.
"Silahkan. Kita lihat siapa yang akan mendekam di penjara" ancam Brian sambil melirik ke belakang Anton. Dimana terdapat CCTV yang merekam aktifitas mereka dari tembok sekolah. Tak hanya itu, Security sekolah pun menjadi saksi perilaku pendiri yayasan ini. Dan mereka juga tau siapa Brian.
Chelsea merampas ponsel milik Anton, dia mencari nama kontak di ponselnya.
"Ya , ada apa lagi? kuharap kau tak membuat masalah lagi dengan Mc. Kenzie" suara di seberang telfon itu langsung menebaknya.
"Sayangnya penggantimu ini membuat banyak masalah" ucap Chelsea tenang.
"Chels...." terdengar terkejut.
"Ya, Dennis. Ini aku. Mantan wakilmu ini bermain gila dengan pendiri yayasan sekolah anak kami, dan anaknya membuat masalah dengan anakku. Bagaimana citera perusahaan kalian mengetahui salah satu direkturnya bermain gila, hah?"
"Ap.. apa? tapi..."
"Selesaikan" Chelsea mengutak atik ponsel Anton dan mengirimkan beberapa bukti perselingkuhan Anton dan Nirmala. Lalu melempar kembali ke arah Anton.
"Kalian... kalian akan menyesal" ancam Anton.
sreettt
"Don't you dare to mess with us" Brian meraih kerah Anton lalu menghempaskannya kasar, membuatnya terhuyung ke belakang.
"Awasi mereka, pak. Maaf membuat keributan"
"B baik, pak. Tak masalah"
Para security itu menunduk hormat pada mobil Brian yang melaju meninggalkan area sekolahan. Lalu membereskan serpihan serpihan kayu yang bertebaran.
"Keluarga yang mengerikan" ucap salah satu dari mereka yang menyaksikan live action tadi. Bukannya mengamankan, mereka malah asik menonton sambil ngemil singkong keju melepuh plus kopi panas. Beuh othor juga mauš¤¤
__ADS_1
"Momy, are you okay?" tanya Harvey khawatir.
"I'm fine, honey. Gak sia sia momy pake sepatu ini" Chelsea malah tergelak, sambil memperhatikan sepatu buluk kesayangannya.
"Ihh momy, Harvey hawatir sama momy, momy malah mikirin sepatu"
"Iya sayang. Momy ga papa. Kan ada kalian, jagoan jagoan momy"
"Dad..."
"hmmm"
"Nemu momy dimana sih? Harvey juga pengen nemu yang kek momy" tanya Harvey polos.
"Apaan sih, kamu anak kecil. Nemu nemu. Emangnya momy mu ini kucing kesasar?" Brian menjawab lanjut bertanya. Chelsea menepuk sebelah bahunya.
"Abisnya, momy keren banget sih. Harvey keknya belum pernah liat cewek lain apa lagi emak emak yang kek momy. Eh ada deng"
"Siapa?" tanya Brian dan Chelsea berbarengan.
"Kak Lexa. Haha... kakak mirip banget sama momy. Galaknya, cuek nya, cool nya, gayanya juga mirip momy. Kalo diliat dari belakang pas pake out fit bengkel kek gini sama, kecuali warna rambutnya aja yang beda" Harvey nyerocos polos sambil mengulum lolipop.
"Emang, kakakmu itu dari awal ketemu momy udah tergila gila sama momy. Dady aja ampir gak kebagian. Untung sekarang kakakmu itu sibuk sama kerjaannya. Kalo enggak, udah lah, dady bisa bulukan"
Brian mengantar mereka kembali ke bengkel, lalu dia kembali ke kantor karena ada jadwal meeting siang ini.
"Mom, Harvey mau tiduran ya"
"Iya sayang. Nanti momy panggil kalo waktunya makan"
"Okay mom"
"Masak masak sendiri
Makan makan sendiri
Cuci baju sendiri
Tidur ku sendiri
Cinta aku tak punya
Kekasih pun tiada
Semuanya telah pergi tak tau kemana
Hidup serasa kaku bagaikan angka satu
Meranalah kini merana
Masak masak sendiri
Makan makan sendiri
Cuci baju sendiri
Tidur ku sendiri
__ADS_1
Aduh duh duh duh duh duh duh duh oh
Kemana harus kemana
Diriku membuang sepi
Yang selalu menyiksa diri
Atau ku relakan begini"
plukk
Chelsea melempar lap pada wajah Komar yang tengah menyalurkan rasa galaunya.
"ashu... puh.. puh.. kebangetan lu, kagak bisa liat orang ngehibur diri sendiri"
Chelsea tergelak, lalu menyetel lagu yang sama yang baru dinyanyikan Komar.
Masak masak sendiri
Makan makan sendiri
Cuci baju sendiri
Tidur ku sendiri
Cinta aku tak punya
Kekasih pun tiada
Semuanya telah pergi tak tau kemana
Hidup serasa kaku bagaikan angka satu
Meranalah kini merana
Masak masak sendiri
Makan makan sendiri
Cuci baju sendiri
Tidur ku sendiri
Aduh duh duh duh duh duh duh duh oh
Kemana harus kemana
Diriku membuang sepi
Yang selalu menyiksa diri
Atau ku relakan begini
Mereka melakukan gaya lip sync sambil bergoyang. Chelsea tau Komar tengah patah hati, diputuskan tunangannya karena kepergok grepein cewek lain.
Alexa yang baru pulang dari kantor pun ikut bergabung bersama mereka. Tak ada kata gengsi bagi mereka dalam menikmati hidup. Yang penting enjoy. Pak Seto dan bang Dodot pun ikut bergabung. Beberapa pelanggan yang menunggu bertepuk tangan mengikuti irama, sebagian merekam aksi mereka dan mengunggahnya di medsos mereka.
__ADS_1
Unggahan itu seketika menjadi viral, Brian yang melihatnya hanya bisa geleng kepala. Sementara Dennis, dia mengusap layar yang menampilkan wanita idamannya tersenyum cantik itu dengan sendu. Seandainya senyum itu milikku. Gumamnya masih berharap. Namun segera dia tepis harapan itu. Dia berjanji untuk move on. Meski tampaknya sulit. Karena akhir akhir ini tanpa sengaja selalu terhubung dengannya. Dia berfikir bahwa takdirnya mempermainkannya. Saat dia sudah mantap pergi menjauh, tapi tetap didekatkan. Sungguh membuatnya frustasi.
Brian selesai dengan pekerjaannya. Dia segera membereskan dokumen lalu menelpon wanitanya. Sebelumnya dia ingin melihat aktifitas bengkel melalui saluran CCTV bengkel yang terhubung pada ponselnya. Dia telah merencanakan menghabiskan malam ini bersama anak anak dan istrinya ke tempat spesial. Namun Beberapa CCTV itu buram, hanya satu yang hidup, yaitu berada di dalam kantor bengkel. Dia mencoba menghubungi Chelsea namun tak di angkat. Hatinya mulai cemas.