
Mereka akhirnya memutuskan untuk menunggu di cafe hotel. Sebenarnya Chelsea yang memutuskan. Tidak baik bukan jika menunggu di kamar sedangkan pria ini masih betah menemaninya.
"Harusnya elo ga usah ikut nunggu" ucapnya merasa tidak enak.
"Ga papa. Lagian kan elo harus tanggung jawab, udah nyulik anak orang sembarangan"
"Maksud lo?"
"Gue laper. Seenggak nya lo beliin deh gue makan. Jahat amat sama budak"
"Ehe, iya maaf. yaudah mau makan apa?"
"Ga mau disini"
"Trus?"
"Ya di restoran lah. Disini mana ada makanan berat"
"Di bengkel gue banyak tuh yang berat berat. Besok gue kasih makan sop baut sama tongseng busi, mau?"
"Jiah si eneng sensi amat"
"Udah ayok, buruan. Tar keburu lakik gue selesai meeting lo gue tinggal"
"Dih, dah dapet yang dimau, yang selewat ditinggal"
"Jiah si abang sensi amat"
Mereka pun akhirnya makan di restoran hotel tersebut. Chelsea tak mau mengambil resiko kehilangan jejak suaminya lagi.
"Chelsea sayang, kamu nyusul kesini ternyata? ck udah aku bilangin kan, jangan khawatir. Disini suamimu biar aku yang urusin" Siska tiba tiba datang dengan penampilan yang terlewat minim.
"Halo, pak. Temui saya di restoran. Posisi saya di meja ujung ke dua dari belakang"
Kedua orang itu terheran. Sebelum menuju cafe, Chelsea melaporkan apa yang menjadi kecurigaannya. Tentang wanita yang menemukan ponsel suaminya yang kemungkinan adalah tamu hotel ini. Dari mana dia yakin kalau wanita itu merupakan tamu hotel ini? Tentu saja dari logo hotel yang tertera cantik di bath robe yang dikenakan sang wanita. Namun pihak hotel menolak untuk percaya begitu saja, terlebih bahwa Chelsea bukanlah tamu yang terdaftar. Akhirnya dia meminta nomor kontak satpam. Berjaga jaga jika dia bertemu dengan orang yang dimaksud. Dan benar dugaannya. Mereka bertemu lagi.
"Balikin hape lakik gue" pintanya to the point sambil menengadahkan tangan kanannya.
"Hape apa maksud lo?" jawabnya tenang sambil mencomot makanan yang ada di meja. Dennis yang melihat tingkahnya merasa jijik. Meski dia seorang player, tapi dia ga level dengan yang murahan sikapnya.
"Dia selingkuhan lo ya? Lakik lagi kerja, lembur bagai kuda, nyari duit buat nafkahin elo. Eh elo nya gatau diri malah seneng seneng sama laki laen. Gue juga mau sama yang ini" Siska mengedipkan sebelah matanya pada Dennis. Membuat Dennis jengah. Ingin rasanya ngepel restoran ini dengan muka wanita ini.
__ADS_1
"Gue bilang sekali lagi, Siska. Balikin hape suami gue, atau lo harus terima akibatnya" tegasnya sedikit mengancam.
"Emang apa yang m-"
tring
tring
tring
tring
Suara telfon berdering terus menerus.
"Silahkan pak, geledah" perintah Chelsea pada satpam yang sedari tadi berada di belakang Siska. Chelsea mengangkat ponselnya sendiri dan menunjukkan bahwa dia sedang melakukan panggilan tak terjawab pada ponsel suaminya. Dan yang ada di dalam tas buluknya adalah ponsel milik suaminya.
"Maaf nona. Bisa anda keluarkan ponselnya?" pinta pak satpam yang berjumlah 2 orang. Dengan berat hati dan gerakan perlahan, dia mengeluarkan ponsel itu, dan menyerahkannya pada satpam. Panggilan masih tersambung, dilihatnya foto profil Brian dengan Chelsea sama persis. Foto kebersamaan keluarga kecil mereka.
"Nyonya, apa benar ini adalah ponsel milik suami anda?"
" Betul sekali pak. Saya ingat jika kemarin suami saya sudah melaporkan pada pihak hotel, dan saya yakin jika pihak hotel tidak ingin ada pencuri berkeliaran , bukan?"
" Tentu saja, nyonya. Maaf atas ketidak nyamanannya. Dan maaf atas kelalaian kami. Permisi. Ayo nona, silahkan ikut kami"
"Siska. Lo tau? kita sama sama senasib waktu kecil. Tapi elo lupa satu hal. Minyak dan air tidak bisa bersatu" kalimat terakhirnya di ucapkan dengan penekanan. "Silahkan, bawa dia pergi pak"
"Baik nyonya. Ayo nona, kamu minta kerja samanya" satpam menarik kedua lengan Siska yang terus meronta. Chelsea menjatuhkan diridi kursinya, apa hidup ga bisa tenang tenang aja ya? Tiba tiba
prangg
Sesuatu menghantam wajahnya. Kepalanya terasa berdenyut. Telinganya berdengung. Sesuatu yang hangat dan bau amis mengalir ke wajahnya.
"Aku akan membuat perhitungan denganmu. Lepas..Lepas" Satpam langsung menyeret paksa tubuh Siska setelah lepas dari cekalan dan sekonyong konyong berlari ke arah Chelsea yang sedang memejamkan mata. Lalu meraih teko kaca dan menghantamkannya pada kepala Chelsea.
bruk
Chelsea pingsan di tempat. Dennis mengguncang tubuhnya, mencoba mengembalikan kesadaran. Akhirnya dia memanggil ambulan, dengan bantuan petugas hotel.
Para pengunjung turut serta membantu evakuasi Chelsea saat ambulan datang.
Sebelum ambulan membawanya, Chelsea keburu sadar dan menolak untuk ke rumah sakit. Akhirnya dia di obati oleh paramedis. Lukanya memang tak terlalu serius. Hanya jahitan kecil. Namun tetap disarankan agar memeriksakan diri ke rumah sakit. Hanya untuk memastikan tak ada gangguan serius pada kepalanya, seperti gegar otak misalnya.
__ADS_1
"Terima kasih suster" ucap Dennis.
"Istrinya dijaga ya pak. Sekarang pelakor bertebaran dimana mana" perawat itu lantas mengedipkan sebelah matanya.
Dih
"Istri? siapa maksudnya? kamu siapa?" tanya Chelsea.
😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲
Brian akhirnya selesai dengan meetingnya. Akhirnya dia bisa menemui istri tercintanya. Rasa rindu dan harunya membuncah. Ternyata, istrinya juga memiliki perasaan cinta yang sama besarnya.
Tapi dia dikejutkan dengan berita yang disampaikan oleh pegawai hotel yang sebelumnya memberitahukan jika ponselnya telah ditemukan, dan berada di tangan istrinya.
"Dimana dia? dimana istri saya?"
"Beliau sudah ditangani pihak medis pak, dan sekarang berada di ambulan.
Brian seketika melesat ke arah luar hotel.
Ambulan. Dia menemukan ambulannya, dengan pintu belakangnya terbuka. Ia duga istrinya pasti sedang diobati di belakang sana dan segera mendekat.
"Istri? siapa maksudnya? kamu siapa?"
"Kamu ga inget siapa aku?"
'serius dia amnesia?' benaknya bertanya.
"Aku suami kamu sayang, masa lupa sama aku" Chelsea tetap tak bergeming.
"Kita baru aja nikah sayang, dan sekarang kita lagi bulan madu disini. Berhubung pekerjaanku masih menumpuk. Tapi aku janji, minggu depan kita honey moon ke Italy. Okay? Ga papa kamu ga inget aku sekarang, pelan pelan aja ya sayang, jangan di paksakan"
cup
Dennis mengecup udara, karena Chelsea menghindar kala Dennis hendak mengecup keningnya.
"Kamu? suami?"
"Iya sayang. Aku tahu kamu pasti ga percaya, tap-'
"Ya jelas ga percayalah, orang suami aku ada di belakang kamu, haha... BEAR... kamu udah selesai meetingnya?" Chelsea langsung melompat ke pelukan suaminya.
__ADS_1
"Baru aja selesai. Kamu ini, kalo ngerjain orang suka ga kira kira" Brian mengusap gemas rambut istrinya, namun juga hati hati agar tak menyentuh luka.