Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#55. Pawang


__ADS_3

Waktu berlalu, akhirnya pasangan lengket itupun terpaksa pulang karena anaknya yang merengek meminta bertemu ibu baru nya.


"Aku tak rela berpisah sesenti pun darimu sayang" Brian merajuk, menggenggam erat sebelah tangan Chelsea dan mendekapnya di dada sesekali menciumnya. Chelsea memperhatikan ekspresi imut suaminya saat sedang merajuk, mirip anak kecil.


"Ya ampun bayi beruangku lucunyaaa kalo lagi merajuk" Chelsea mengejeknya sambil tangan satunya yang terbebas melepas seat belt lalu mencubit pipi Brian gemas.


"Ck.. kamu ga peduli kan sama aku kalo nanti kamu di monopoli sama Lexa" ucapnya sambil bersungut.


"Hey hey, Lexa itu anak mu, masa kamu cemburu sama anak kamu sendiri, lagian nih ya Bear, aku udah nikah sama kamu, otomatis aku juga nikahin keluarga kamu, istilahnya. Lexa pasti butuh temen curhat, temen sharing, temen berbagi pendapat. Mama juga pasti butuh temen nganter arisan, temen berbagi ide menu, temen shopping. Lagian my sweet honey beary tini wini biti, kamu pasti kerja, seharian di kantor... sama sekertaris... sekertaris kamu cewe apa cowo?" tiba tiba Chelsea melontarkan pertanyaan yang membuat Brian mempunyai ide jahil.


"Cewe, sayang" alis nya turun naik.


"Pecat. Ganti cowo" tegasnya.


"Ga mau ah, sayang kalo dipecat, kerjanya udah bagus, susah cari sekertaris yang mumpuni" masih mode jail.


"ok, kamu pilih dia atau aku" lah si eneng.


"Kamu"

__ADS_1


"Trus kenapa dia ga kamu pecat?"


"Trus maunya aku nurutin istri bos yang kejam main pecat gara gara gender gitu? kamu ga kasian sama keluarganya yang bergantung sama penghasilan dia?"


"Kamu bilang aku kejam? bilang lagi" Chelsea mencubit lengan atas Brian dengan gemas.


"Adududuh sayang, cium aja napa hukumnya. Gini ya sayang, maksud aku, kamu harus selalu dampingin aku kemanapun biar aku ga dimodusin terus sama karyawan dan klien aku. Jadi mereka bisa nge rem karena aku udah ada pawangnya" tangannya mengusap lembut pipinya, lalu turun ke bawah berhenti di gundukkan kenyal favoritnya.


"Kamu yang modus biar bisa ***** in aku terus. Lagian kerjaan aku di bengkel gimana?" Chelsea komplain dengan sikap mesum suaminya, tapi dia membiarkannya dan menikmati sentuhannya. Bahkan nafasnya sedikit berat. Brian suka dengan reaksi wanitanya yang mudah dirangsang.


"Bengkel mah gampang sayang, milik sendiri ini, kan kamu bos nya kamu bisa dateng kapanpun kamu mau. Kalo kamu suntuk, kamu bisa dateng ke bengkel buat ngutak atik mobil" jawabnya tenang.


"Iyaa, sayangnya aku udah jadi bos sekarang" Brian kembali mengecup punggung tangan wanitanya.


"Serius? aaaaa beruangnya aku paling baik sedunia" Chelsea tiba tiba beranjak naik ke pangkuan Brian yang sedang menyetir, membuatnya oleng karena gerakan mendadak Chelsea yang menghalangi fokus pandangannya dalam mengemudikan mobil garang itu, juga karena keris pusaka yang mengeras karena bergesekan secara tak langsung dengan serangka nya. Chelsea yang melihat jakun lelakinya naik turun sengaja menggesekkan miliknya dipangkuan sang pemilik keris pusaka.


"Sayang... kau yakin akan terus menggodaku? aku pastikan akan menghabisimu saat ini juga" ucapnya berkeringat.


Chelsea menghentikan gesekannya, sedikit memundurkan badannya, tangannya bergerilya kebawah sana.

__ADS_1


sreeet


Chelsea mengeluarkan keris pusaka yang meronta lalu memasukkannya pada serangkanya, membuat si empunya mengerang hebat dengan kelakuan tak terduga wanitanya. Dia pikir Chelsea akan berhenti dan kembali duduk tenang dengan ancamannya, namun siapa menyangka, dia malah menerima tantangannya.


jleb


"Siapa takut?" bisiknya seduktif kala ia membawa si keris berendam dan membiarkannya didalam sana.


"Sayang... kamu.. " Brian mendesah, mengeratkan pegangan di setirnya. Dia lalu membawa mobil itu ke pinggir jalan.


"Pantas saja kamu memakai rok hari ini, ternyata kamu memang mau nakalin aku ya, hnn" Brian lalu meraup bibir seksi istrinya, tangannya bergerilya pada bukit kenyal kesukaannya, menaikkan blouse dan bra yang dikenakan nya, lalu menenggelamkan kepalanya diantara bukit kembar favoritnya.


Chelsea mendesah lalu menggerakkan bokongnya maju mundur naik turun, ia tak kuat dengan sensasi baru yang dialaminya saat ini. Disetiap ada kesempatan, dia selalu ingin disentuh lelakinya, selalu merasa haus akan aktivitas yang menjadi favoritnya ini.


Gerakan yang lebih cepat membuat mereka mengerang dan meledak bersamaan. Dengan masih terengah, mereka saling mengecup. Chelsea memeluknya erat seolah tak mau bangkit dan lepas dari sentuhan lelakinya.


"Sudah kubilang, kamu harus ikut denganku kemanapun" bisik Brian dengan nafas yang masih terengah.


"Akan terlihat aneh dan membosankan bagiku jika aku mengikutimu kemana mana. Pastikan saja kamu siap saat aku mendatangimu ke kantor" Chelsea kembali ******* bibir Brian. Sungguh dia sangat kecanduan padanya. Dia kemudian kembali ke kursinya. Brian tampak tak rela.

__ADS_1


"Lihatlah, dia kedinginan" tunjuknya pada Chelsea dengan mata yang mengarah pada sang keris yang mengkerut, membuat Chelsea tergelak dengan tingkah absurd lelakinya.


__ADS_2