Montir Janda Ku

Montir Janda Ku
#46. Tukang Maksa


__ADS_3

"momy..momy..momy..momy" pekik Alexa saat tiba di ruangan VVIP rumah sakit yang Chelsea tempati, lalu menghambur ke pelukan Chelsea bahagia.


"Ko baru pulang?"


"Tadaaa.... aku tadi mampir beli ini dulu jadi aga telat datengnya, kita makan bareng yuk, ini kue kesukaan aku" Alexa mengangkat dus kue itu tepat disamping kepalanya lalu membuka perlahan dan mengambil sendok serta garpu yang tersedia di laci nakas.


"Sini aku suapin aaaaaa....."


"Ck.. kamu pikir aku anak kecil apa" gerutu Chelsea namun tetap membuka mulutnya.


"Yeee maunya manja sama dady aja momy mah, ga adil. Lexa juga pengen manjain Momy. Aaaaaa.... anak pinteer"


Chelsea hanya tersenyum dengan kelakuan absurd calon anak sambungnya. Sementara Brian sedang mengurus administrasi kepulangan wanitanya.


Keesokan harinya merupakan hari kepulangan Chelsea dari rumah sakit. Brian memutuskan membawanya ke apartemennya, tidak boleh dibantah, nope.


"Ko kesini sih? aku kan punya rumah, belokin lagi lah kesian rumah aku ga keurus"


"No, momy. Mulai sekarang momy pulang ke apartemen kita, jadi ada yang ngawasin mami terus biar ga kabur kaburan lagi" Alexa segera menjawab gerutuan Chelsea mendahului sang dady yang hanya bisa diam.


"Apan sih, lagian ga baik status ga jelas tinggal dalam 1 rumah. Apa kata dunia perbengkelan kalo seorang Chelsea mau diajak kumpul kebo"


"Udah pokonya mom-"


"Ga ada yang statusnya ga jelas" Brian memegang stir dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya menyodorkan kotak beludru kecil berwarna biru yang sudah terbuka. Chelsea dan Alexa terperangah menganga. Di dalam kotak beludru itu terdapat kilatan cahaya yang berasal dari pantulan sinar matahari melalui sebongkah berlian yang dipahat sempurna oleh pengrajin.

__ADS_1


Meski mata Brian masih menatap ke jalan, mulutnya tertarik membentuk senyuman lebar.


"I will marry you right now" lamaran macam apa ini?


"Kamu emang tukang maksa ya, ngelamar ko kek merintah" tapi tangan Chelsea mengambil benda bulat mengkilap berhiaskan berlian tersebut dan memasangkannya di jari manisnya sendiri.


"ekhem berasa jadi pinggiran roti nih" Lexa bersungut kala melihat jari tangan kedua orang didepannya saling bertaut.


Sebelum naik ke unit Brian, mereka memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke super market yang berada di lantai dasar gedung apartemen. Chelsea memutuskan akan memasak untuk makan siang mereka, apalagi Brian bilang kalau Mama nya juga akan datang ke apartemen.


Mereka berjalan bertiga menyusuri tiap lorong super market, dan selalu berdiskusi tentang pilihan produk yang hendak mereka gunakan. Brian kekeh dengan prinsipnya yang ambil aja, tapi Chelsea menekankan prinsipnya yang tidak boros, lebih memilih mana yang benar benar dibutuhkan.


"Sisi?"


Chelsi mengalihkan perhatiannya dari beberapa pilihan berbagai buah buahan ke arah suara dengan panggilan kesayangan untuknya dulu sewaktu masih berstatus istri. Namun dia segera berbalik arah menjauhi si pemanggil.


"Apaan?"


"Kamu... apa kabar?"


"Seperti yang kamu liat, aku sangat sangat baik"


"Kamu... sudah menikah lagi? Erik melihat logam mulia berhiaskan batu permata melingkar di jari manis Chelsea.


"Momy.. momy.. I found it"

__ADS_1


"Momy? dia.."


"Iya, seperti yang kamu fikir. Selamat tinggal. Kuharap kita ga pernah ketemu lagi. C'mon sweety" Chelsea langsung mengajak Alexa pergi dari situasi menyebalkan. Kenapa harus ketemu lagi sama orang bejat itu? tunggu... kalo dia belanja disini, apa berarti dia juga sedang mengunjungi seseorang di apartemen ini? tapi ini apartemen mewah. Ga mungkin Siska pindah kesini kan? Lagian sebagai salah satu kepala cabang toko, gajinya ga mungkin bisa beli apartemen di sini. Masa bodo ah, bukan urusan elu juga.


Chelsea terus bermonolog dalam hatinya sampai tak sadar menabrak seorang wanita.


"Ouch... "


"Eh maaf..maaf"


"Momy, are you okay? dari tadi Lexa panggil panggil Momy ga nyaut"


"Kamu buta ya!" sarkas si wanita yang tertabrak troley Chelsea.


"Yeee nyolot, anda yang buta nyonya, jalan sambil liat hape, makanya tuh mata kaki suruh melek biar bisa nuntun kakinya sendiri. Orang momy udah dipinggir ko bawa troley nya."


"Kamu..."


"Apa?"


"Sst... Lexa udah biarin, malu tuh diliatin pengunjung yang lain, maaf ya bu. Udah udah jangan kampungan ah" Chelsea menyeret pelan Alexa yang siap berperang membela sang ibu.


"Lexa, kamu Alexa kan?" teriak si wanita bule yang kemarin sempat berebut kue tart.


"Honey, are you done? Mama sudah sampai di atas. Yuk-" ajakan Brian terpotong kala melihat siapa yang tengah berada didepan kedua bidadarinya.

__ADS_1


"Bi..." ucap lirih si wanita.


__ADS_2